Close
 
Selasa, 19 Mei 2026   |   Arbia', 2 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 1.363
Kemarin : 25.387
Minggu kemarin : 249.195
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

25 mei 2009 03:15

Ribuan Naskah Kuno Solo Berada di Australia

Ribuan Naskah Kuno Solo Berada di Australia

Solo, Jawa Tengah - Lebih dari 3.000 naskah kuno asal Solo dan sekitarnya kabur ke Australia. Naskah-naskah tersebut masih berada di kediaman warga Australia John Paterson. John Paterson merupakan pendiri Yayasan Sastra Solo. Hal ini terungkap dalam audiensi antara Yayasan Sastra Solo dengan Komisi IV DPRD Solo, di ruang kepanitiaan Gedung DPRD, Jumat (22/5).

Hadir dalam kesempatan itu, pendiri Yayasan Sastra John Paterson, Ketua Yayasan Sastra Supardjo didampingi sejumlah staf Yayasan Sastra. Audiensi yang dipimpin Ketua Komisi IV Satryo Hadinagoro itu juga dihadiri Wakil Ketua Komite Museum Radya Pustaka Sanjoto dan staf perpustakaan museum, Soemarni Wijayanti.

Dalam pertemuan itu juga terungkap 3.000 naskah kuno bakal dikembalikan ke Museum Radya Pustaka dalam waktu dekat. ”Sejumlah naskah kuno itu saya dapatkan dari mantan Ketua Jurusan Sastra Budaya Jawa Fakultas Sastra dan Budaya UNS, almarhum Suranto Atmosaputro pada akhir tahun 1980-an. Selain itu, saya juga mendapatkan naskah lain dari tempat penjualan buku bekas, seperti di Sriwedari dan di Yogyakarta. Saya kira saat itu karena harga naskah-naskah kuno tidak begitu mahal. Namun setelah tahun 1995 saat saya datang ke Solo lagi, ternyata harga naskah kuno sudah melambung,” tegas Paterson.

Paterson mengisahkan, pada saat itu almarhum Suranto meminta bantuan untuk mengelola buku dan naskah kuno koleksi almarhum, karena tidak ada yang mengurusi. Dengan pertimbangan tertentu, terangnya, ribuan naskah itu terpaksa dibawa ke Australia.

”Jumlahnya sampai 3.000 naskah. Ribuan naskah itu segera saya hibahkan ke tempat yang memiliki pengelolaan naskah yang baik. Alternatifnya pertama ke Museum Radya Pustaka dan alternatif kedua Perpustakaan Nasional. Arsip Nasional juga tertarik untuk mengelola naskah-naskah itu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Sastra Solo, Supardjo menambahkan, naskah kuno yang tersimpan di Australia itu terdiri atas ribuan naskah cetak dan ratusan naskah carik. Dia mengatakan jumlah naskah carik sekitar 100-150 naskah, sementara naskah cetak menggunakan tulisan huruf Jawa yang dibuat sejak tahun 1920-an. (Tri Rahayu, Suharsih)

Sumber: http://www.solopos.co.id
Kredit Foto: http://www.garutkab.go.id


Dibaca : 2.979 kali.

Tuliskan komentar Anda !