Close
 
Sabtu, 13 Juni 2026   |   Ahad, 27 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 1.152
Hari ini : 17.417
Kemarin : 18.252
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

03 juni 2009 02:15

Gedung Kesenian Sambas Tidak Terawat

Gedung Kesenian Sambas Tidak Terawat

Sambas, Kalimantan Barat - Gedung Kesenian Kabupaten Sambas, yang letaknya berada di Jl Pembangunan Kompleks Perkantoran Sambas Kota, saat ini keadaannya tampak sangat kumuh dan tidak terawat. Ironisnya, bangunan ini masih dalam tahap pembangunan, dan telah memakan dana APBD sekitar Rp 3 miliar lebih. Seorang warga mengatakan, keadaan Gedung Kesenian mulai tidak terawat sejak beberapa tahun lalu. “Sejak itu, kalau malam mingguan gedung ini sering digunakan para pemuda untuk pacaran,” katanya, Minggu (31/5) siang.

Gedung Kesenian tersebut terletak tidak jauh dari kantor bupati, gedung DPRD, serta tepat di depan kantor Dinas Pemuda, olahraga dan pariwisata kabupaten Sambas. Namun diantara kemegahan gedung-gedung pemerintahan tersebut, gedung kesenian seakan tak diperhatikan. Dinding gedung nampak kumuh, bolong-bolong, dan banyak dihiasi tulisan yang tak pantas.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sambas, Ibrahim menyatakan, gedung tersebut masih ditunda pembangunnya, karena daerah masih banyak kebutuhan lain yang harus dipenuhi. “Dari sekitar Rp 6 milliar lebih dana yang dibutuhkan untuk merampungkannya. Namun kita telah mengeluarkan dana sekitar Rp 3 miliar untuk pembangunan ini,” kata Ibrahim, Minggu (31/5).

Menurut dia, gedung kesenian yang dibangun pada 2004 ini telah mengalami penundaan pengerjaan selama dua tahun terakhir dan semua pembiayaannya dianggarkan pada setiap tahunnya. “Sudah dua tahun terakhir pemerintah belum menganggarkan dana untuk penuntasan pembangunan gedung kesenian ini,” tambahnya. “Kalau bangunannya retak-retak itu sudah biasa, namanya juga dari batako. Tapi kita berharap pada tahun 2010 bangunan ini bisa tuntas,” pungkasnya.

Banyak Kelemahan

Wakil Ketua Komisi B DPRD Sambas, Almizan SE mengatakan, pembangunan gedung kesenian tersebut, sejak awal memiliki banyak kelemahan. Mulai dari tujuan pembangunan sampai dana yang dipatok untuk pembuatan sebuah gedung tersebut masih kabur dan tidak ada kejelasan. “Seharusnya nilai manfaat dari pembangunan gedung tersebut harus dikaji ulang. Apa manfaatnya? agar semua investasi yang dikeluarkan tidak mubazir dan masih banyak kebutuhan prioritas lain yang harus dipenuhui,” terangnya.

 Menurut dia, dilihat dari hasilnya, sepertinya semua biaya yang dikeluarkan sudah di mark up. “Bangunan belum selesai, tapi dinding-dinding sudah pada retak dan pondasinya mengalami pergeseran,” terang dia. Dikatakannya, pembangunan gedung bukan kebutuhan mendasar bagi masyarakat Kabupaten Sambas. (pio)

Sumber: http://tribunpontianak.co.id/read/artikel/4411


Dibaca : 2.255 kali.

Tuliskan komentar Anda !