Close
 
Minggu, 22 Maret 2026   |   Isnain, 3 Syawal 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 30.516
Kemarin : 195.623
Minggu kemarin : 38.164.257
Bulan kemarin : 29.200.079
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

06 juli 2009 01:00

Guru-guru Sekolah Malaysia Belajar ke Kaltim

Guru-guru Sekolah Malaysia Belajar ke Kaltim

Samarinda, Kaltim - Mutu sekolah kejuruan di Kalimantan Timur (Kaltim) ternyata selangkah lebih maju dari Malaysia. Terbukti kini sejumlah guru dan kepala sekolah dari Malaysia belajar pola sekolah kejuruan ke Kaltim. "Ini hukum alam. Kalau ada orang ingin belajar itu kuat kemungkinan kita lebih maju dan mereka ingin belajar," tegas Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Encik Widyani.

Encik mengatakan, kunjungan Kepala Sekolah SMA dan SMK Malaysia Timur belajar ke Kaltim beberapa hari lalu untuk mengetahui penerapan SMK, itu membuktikan pendidikan kejuruan di Kaltim memiliki keunggulan. "Keunggulan SMK kita adalah terletak pada keterampilan hidup sudah masuk dalam kurikulum pendidikan, sementara sekolah di Malaysia belum memasukkan live skill sebagai kurikulum pendidikan, live skill di Malaysia baru diterapkan di lembaga kursus," katanya.

Meski SMK di Indonesia sudah maju, lanjut Entjik, ia tetap berharap agar Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) terus mengembangkan SMK. Apalagi Depdiknas memang sudah berkomitmen menciptakan SMK menjadi 70 persen dan SMA 30 persen. Untuk di Kaltim, lanjutnya, jumlah SMK baik yang negeri atau swasta sebanyak 124 sekolah. Sementara jumlah SMA/MA negeri/swasta jurusan IPA sebanyak 157, jurusan IPS sebanyak 249 dan jurusan bahasa sebanyak 10 sekolah. "Kalau kita hitung-hitung, berarti saat ini di Kaltim baru memiliki sekitar 30 persen SMK, ke depan memang harus dibalik 70 persen SMK dan sisanya yang 30 persen adalah SMA agar para lulusan SMK siap diterima di pasar kerja," katanya.

SMK lanjutnya, sangat bagus bagi anak-anak daerah untuk menjadi tujuan menimba ilmu sambil mencetak tenaga terlatih yang siap ditampung di pasar kerja, pasalnya di SMK sudah diajarkan berbagai keterampilan sesuai dengan minat dan bakat anak. "SMK itu kan bermacam-macam program keahlian yang bisa diambil, ada jurusan otomotif, tata boga, tata busana, kecantikan, perhotelan dan lain-lain. Semua jurusan itu banyak yang memerlukan di pasar kerja. Jadi untuk anak-anak yang sekiranya begitu lulus ingin langsung kerja, sebaiknya mengambil jurusan itu," sarannya.

Untuk SMA, Entjik memandang masih perlu diperhatikan meski persentasenya kecil. Pasalnya SMA untuk melayani anak-anak yang membutuhkan pengetahuan umum guna melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. "Saya rasa SMA masih perlu dipertimbangkan, karena masih banyak anak-anak yang membutuhkan ilmu pengetahuan umum guna melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, sehingga anak-anak yang tidak minat di SMK masih bisa terlayani dengan mudah di SMA," pungkasnya. (sapos)

Sumber: http://www.sapos.co.id
Kredit Foto: http://auliya.sch.id


Dibaca : 3.495 kali.

Tuliskan komentar Anda !