Close
 
Selasa, 4 Agustus 2026   |   Arbia', 19 Shafar 1448 H
Pengunjung Online : 1.479
Hari ini : 26.496
Kemarin : 31.067
Minggu kemarin : 203.350
Bulan kemarin : 11.454.048
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

09 juli 2009 01:30

Asian Film Festival, Terpenting di Asia Tenggara

Asian Film Festival, Terpenting di Asia Tenggara

Yogyakarta - Asian Film Festival (JAFF) siap digelar lagi untuk keempat kalinya, 4-8 Agustus 2009, di Yogyakarta. Festival ini kian mengukuhkan diri sebagai festival film Asia terpenting di kawasan Asia Tenggara yang setiap tahunnya dihadiri tak kurang dari 5.000 penonton dan menampilkan film-film terbaik di Asia.

"Sebagai festival film yang bersifat tematik, tahun ini JAFF mengangkat tema Homeland dengan fokus utama pada sinema Palestina," kata Direktur JAFF, Budi Irawanto didampingi Ajish Dibyo (koordinator festival) dan Ditya Sarasiastuti (publikasi), Senin (6/7), di Yogyakarta. Melalui tema Homeland, terang Budi, JAFF mengajak para pecinta film dan semua kalangan untuk memaknai kembali tentang tanah air. Sebab tanah air di satu sisi bisa menjadi ruang akulturasi dan persaudaraan antar bangsa, tapi di sisi lain juga dapat menjadi sumber konflik.

Festival ini akan mengompetisikan kurang lebih 50 buah film. Antara lain karya sutradara terkemuka dari Palestina, Michel Khleifi berjudul Canticle of the Stone (1990), Wedding in Galilee (1987), Tale of Three Jewels (1995) dan Route 181 (2003). Film dengan tema yang sama juga akan diputar karya sineas terkemuka Sri Lanka yaitu Dharmasena Pathiraja yang banyak mengangkat persoalan konflik di negerinya.

Tampil pula tiga film Indonesia berjudul Jermal karya Rafi Bharwani, Cin(t)a karya Samira dan Babi Buta yang Ingin Terbang karya Edwin. Seluruh rangkaian kegiatan JAFF akan digelar di dua tempat yaitu Taman Budaya Yogyakarta (TBY) dan Lembaga Indonesia Perancis (LIP).

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya JAFF akan disemarakkan pula dengan kegiatan lain seperti kompetisi film panjang dan pendek yang memperebutkan Golden Hanoman, Silver Hanoman, NETPAC Award dan Blencong Award. Workshop tentang kiat menggaet dana untuk produksi film. Indie Camp dan penghargaan pada insan yang berdedikasi pada perfilman Indonesia. (Aks)-s

Sumber: http://www.kr.co.id
Kredit Foto: http://blog.bookeazy.com


Dibaca : 2.525 kali.

Tuliskan komentar Anda !