Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
11 juli 2009 01:30
Duka Masyarakat Kuok Ditinggal Dua Tokoh
Kampar, Riau - Masyarakat Kenegerian Kuok merasakan duka yang mendalam karena dua tokoh agama setempat meninggal dunia pada waktu yang hampir bersamaan. Abuya H Zainal Mesir meninggal pada Ahad (5/7), dan Abuya H Muhammad Syarofi meninggal Senin (6/7). Abuya H Zainal Mesir selain ulama, juga pucuk pimpinan adat dengan gelar Datuok Rajo Mananti dari Pasukuan Kampai. Sebelum meninggal, ia sempat dirawat di RSUD Pekanbaru selama 18 hari. Abuya Zainal tercatat sebagai pegawai Departemen Agama Kampar. Selain itu, ia juga dikenal sebagai ulama yang memahami Alquran secara mendalam. Ia qori yang mempunyai suara bagus. Maka tak heran jika semasa hidupnya, Abuya Zainal Mesir dikenal sebagai qori terbaik di MTQ, dan akhirnya menjadi juri dalam berbagai MTQ di Kampar.
Sedangkan Abuya M Syarofi adalah ulama yang mendalami ilmu agama. Ia ini juga sangat fasih membaca kitab gundul dan paham ilmu Nahwu dan Sharaf Abuya Syarofi meninggal karena usia yang sudah uzur. Kedua tokoh ulama ini sangat disegani masyarakat Kuok dan menjadi tempat bertanya tentang urusan agama. Berpulangnya kedua ulama ini membuat masyarakat sangat berduka. ``Karena kehilangan ulama, yang dalam puluhan tahun belum tentu ada gantinya,`` ujar Supardi tokoh masyarakat Kuok kepada Riau Pos di Kuok, Senin (6/7) saat takziah bersama Kakandepag Kampar dan pegawai Depag Kampar.
Pemakaman yang dilaksanakan sehari sebelumnya dihadiri ribuan masyarakat Kuok,termasukKepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Kampar Drs H Fairus MA, Sekcam Bangkinang Barat M Nazir BA, kepala desa se-Kecamatan Bangkinang Barat, danninik mamak Nan XX Kenegarian Kuok. Dua ulama ini dimakamkan pada hari yang sama di lokasi pemakaman yang berbeda. Saat dua jenazah diantar ke pemakaman, banyak warga yang menangis terutama para ibu-ibu angota majelis taklim yang selama ini menjadi jamaah dua ulama ini. Kakandepag Kampar H Fairus mengatakan, Kampar memang gudangnya para ulama-ulama besar. Karenanya, kepergian ulama ini tentu saja menimbulkan duka yang mendalam bagi masyarakat Kampar. (Rina Dianti Hasan)