Close
 
Rabu, 15 Juli 2026   |   Khamis, 29 Muharam 1448 H
Pengunjung Online : 1.600
Hari ini : 21.251
Kemarin : 32.207
Minggu kemarin : 209.046
Bulan kemarin : 7.211.288
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

30 juli 2009 01:30

Sastrawan Babel Desak Dosen UI Minta Maaf

Sastrawan Babel Desak Dosen UI Minta Maaf

Pangkalpinang, Babel - Sejumlah sastrawan Bangka Belitung yang tergabung dalam panitia Temu Sastra Indonesia (TSI) II 2009 Pangkalpinang didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Babel Yan Megawandi serta budayawan Suhaimi Sulaiman, mendesak Dosen UI Dr Maman S Mahayana meminta maaf kepada masyarakat Bangka Belitung terkait SMS yang bernada provokatif terhadap penyelenggaraan TSI II di Pangkalpinang yang disebarkan ke seluruh sastrawan di Indonesia.

Desakan permohonan maaf tersebut disampaikan dalam jumpa pers di Dream Cafe Pangkalpinang, Senin (27/7). Informasi yang dihimpun menyebutkan, Maman yang juga seorang kritikus sastra nasional itu mengirim SMS kepada sastrawan di seluruh pelosok tanah air untuk menolak penyelenggaraan TSI II 2009 di Pangkalpinang. Ia menuding TSI II di Pangkalpinang telah digiring ke ranah politik dan hendak menjebloskan sastrawan ke dalam ideologi aliran.

SMS yang terkesan menghasut itu mendapat tanggapan keras dari kalangan sastrawan, tokoh adat dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Babel. “Saya tidak tahu persis kenapa orang sekaliber Maman S Mahayana berkirim SMS ke sastrawan se-Indonesia terkait akan diselenggarakannya TSI II di Pangkalpinang 30 Juli nanti. Oleh karena itu yang bersangkutan kita desak untuk meminta maaf, tidak hanya kepada sastrawan dan budayawan, tapi juga kepada segenap masyarakat Bangka Belitung,” kata Yan Megawandi.

Sementara itu, budayawan Suhaimi Sulaiman mengatakan, SMS Maman tersebut telah melukai harkat dan martabat segenap komponen masyarakat Babel. “Ada beberapa poin yang dapat ditarik dari SMS itu. Pertama yang bersangkutan telah melakukan penghasutan agar sastrawan dari luar tidak ikut TSI II di Babel yang bisa berimbas pada lunturnya citra Babel di mata nasional, terlebih bila dikaitkan dengan Babel Archi 2010,” katanya “SMS itu juga menghina masyarakat Babel dan telah menuduh kalau TSI II diintervensi oleh ideologi dan politik. Karena itu Maman yang notabene orang intelek dan paham betul soal kemelayuan, harus meminta maaf,” tegas Suhaimi.

Siap ke Babel

Maman S Mahayana yang juga acapkali menjadi pembicara soal kemelayuan ini  menyatakan siap meminta maaf kepada masyarakat Babel atas SMS yang ia kirim. “Dengan hati tulus dan kesedaran yang mendalam, saya akan ke Babel besok (Selasa) untuk menyampaikan permohonan maaf saya kepada masyarakat Babel. Sedianya hari ini (Senin) saya ke Babel, tapi kehabisan tiket pesawat,” katanya.

Maman juga mengatakan, SMS yang ia kirim tidak bermaksud menghina atau menghasut. “Tidak ada niat saya untuk menghina atau membuat pernyataan yang menyinggung kawan-kawan di Babel. Tapi, untuk menyelesaikan masalah ini, saya sebagai orang yang paham dengan budaya, tradisi dan kemelayuan siap untuk meminta maaf dan datang ke Babel,” imbuhnya. (gia)

Sumber: http://cetak.bangkapos.com
Kredit Foto: http://www.byui.edu


Dibaca : 2.173 kali.

Tuliskan komentar Anda !