Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
05 agustus 2009 01:30
Jambi Menangi Festival Musikalisasi Puisi
Medan, Sumut - Provinsi Jambi yang diwakili SMA Negeri 1 Batanghari memenangi juara pertama festival musikalisasi puisi tingkat SLTA Se-Sumatra ke-IV yang diselenggarakan Balai Bahasa Se-Sumatra di Medan, Sabtu (1/8). Penampilan tujuh pelajar SMA dari Jambi itu mengalahkan sembilan kelompok peserta lainnya yang berasal dari tujuh provinsi di Sumatra Utara. Seluruh peserta membawakan puisi wajib Tanah Air karya M Yamin dan satu puisi pilihan. Setiap kelompok tampil berpuisi dan bernyanyi dalam balutan musik lokal mereka. Untuk puisi pilihan, pemenang pertama membawakan puisi karya Ahmadun Yosi Herfanda dengan judul Sembahyang Rumputan.
Adapun pemenang kedua diraih SMA Syafiyyatul Amaliyyah, Medan, pemenang ketiga dari Nanggroe Aceh Darussalam, pemenang keempat dari Provinsi Riau, dan Pemenang favorit SMA Negeri 1 Binjai. Anggota Dewan Juri, Irwansyah Harahap, yang juga etnomusikolog Universitas Sumut mengaku gembira dengan penampilan setiap kelompok yang menampilkan ekspresi musik kelokalan mereka. Sepuluh kelompok yang tampil memunculkan 10 ekspresi yang berbeda dengan kelokalan musik yang berbeda pula.
”Hal ini bisa menjadi model baru pengajaran kesenian di sekolah,” kata Irwansyah. Kontingen Aceh, misalnya, tampil dengan rafai, sementara Sumut dengan taganing. ”Selama ini pengajaran musik di sekolah menggunakan musik Barat terbukti gagal. Melihat hal ini, musik tradisi justru bisa masuk berdampingan dengan sastra,” kata Irwansyah.
Hal serupa dikatakan penggagas musikalisasi puisi yang juga salah satu juri, H Fredie Arsy. ”Setiap peserta mengekspresikan Tanah Air dalam kelokalan mereka,” tutur Fredie. ”Hal ini menjadi tahap awal, pengharapan awal, akan kebanggaan pada seni-budaya setempat, seperti penggunaan musik tradisi setempat. Kepala Balai Bahasa Medan Amrin Saragih mengatakan, Festival Musikalisasi Puisi ini merupakan gagasan seluruh Balai Bahasa dan Kantor Bahasa yang ada di Pulau Sumatra yang akan terus dilakukan setiap tahun. Kegiatan ini pertama kali diselenggarakan di Jambi. (WSI)