Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
22 agustus 2009 02:00
Terminal Bandara Raja Haji Fisabilillah Berornamen Melayu
Tanjungpinang, Kepri - PT Angkasa Pura II Tanjungpinang mulai melaksanakan pembangunan terminal baru Bandara International Raja Haji Fisabilillah (RHF), terhitung mulai Kamis (20/8). Bangunan ini sendiri dikonsep dengan ornamen Melayu bercirikan daerah Kepri. ”Kita sengaja merancang pembangunan gedung ini sesuai dengan geografis di daerah Kepri,” kata GM PT Angkasa Pura II Bandara RHF I Gusti Made Alit Aryana dalam sabutan peresmian pemacanagn tiang pertama Terminal Bandara RHF, kemarin.
Dilanjutinya, untuk desain gedung terminal baru ini dibuat oleh PT Wiratman Associates. Lewat gaya modern, terminal akan dibangun dengan luas kurang lebih 4.500 m2 pada tahap pertama. Lalu tahap kedua, 9.000 meter persegi dan tahap ketiga menjadi 12.000 meter persegi. ”Dengan pembangunan tahap pertama, terminal baru tersebut mampu menampung sekitar 400 ribu penumpang per tahun,” ujarnya. Bangunan tersebut nantinya akan terdiri dari dua lantai. Lantai pertama digunakan untuk Check In Counter, Ruang Kedatangan dan Area Komersial. Lalu lantai dua digunakan untuk Ruang Keberangkatan dan Area Komersial.
Kemudian, tender pekerjaan pembangunan terminal akan dikerjakan PT Jaya Konstruksi MP, Tbk dan Konsultan Pengawas PT Biro Insinyur Eksakta dengan total dana sebesar 42,3 Milyar. ”Pembangunan terminal baru ini direncanakan selesai pada pertengahan Mei 2010 nanti,” ucapnya. Gubernur Kepri Ismeth Abdullah yang hadir dalam acara peresmian itu mengaku sangat senang dengan dimulainya pembangunan ini. Karena akan mempercepat kemajuan perkembangan Pulau Bintan. “Investor yang akan, dan telah menanamkan modalnya bisa datang ke Pulau Bintan dengan cepat sehingga tak ada hambatan waktu lagi untuk sampai di sini,” ujar Ismeth.
Sekarang, lanjut Ismeth, Kepri menjadi provinsi kedua setelah Jakarta yang memiliki Bandara bertaraf International untuk di Indonesia. Dengan begitu, Kepri memiliki potensi yang besar untuk meraih income melalui bandara. Sementara itu, Wakil Direktur PT Angkasa Pura II (persero) Rinaldo J Aziz mengatakan, melihat Kepri sebagai salah satu pintu gerbang masuknya wisatawan mancanegara, maka perusahaan merasa perlu dilakukan pengembangan di Bandara RHF. “Jika sebelumnya luas bandara hanya 1.200 meter persegi, maka sekarang kita lakukan pelebaran. Pasalnya di sini terjadi peningkatan permintaan akan jasa transportasi udara,” katanya.
Pengembangan tersebut, papar Rinaldo, mulai dari infrastruktur gedung terminal, perpanjangan landasan hingga perluasan apron (parkir pesawat, red). Hal ini bertujuan agar kapasitas penumpang dan pesawat dapat terpenuhi. Semua ini untuk kenyamanan dan keselamatan penerbangan lebih terjamin. Pembangunan yang ditunggu-tunggu masyarakat Kepri, wisatawan dan investor ini dimulai dengan ditandai penekanan tombol pemacangan tiang pertama yang dilakukan Walikota Tanjungpinang Surayatati A Manan didampingi Gubernur Kepri Ismeth Abdullah, Wakil Direktur PT Angkasa Pura II (Persero) Rinaldo J Aziz dan jajaran Muspida.(mat)