Close
 
Selasa, 19 Mei 2026   |   Arbia', 2 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 1.364
Kemarin : 25.387
Minggu kemarin : 249.195
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

28 agustus 2009 01:30

600 Naskah Aceh Kuno Tersimpan di Brunei Darussalam

600 Naskah Aceh Kuno Tersimpan di Brunei Darussalam

Jakarta - Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar, menyatakan tekadnya untuk memboyong kembali sekitar 600 naskah kuno hasil karya ulama dan cendekiawan Aceh masa lalu yang saat ini tersimpan di Brunei Darussalam. Wagub menyatakan tekad tersebut sebagai bagian dari usaha menyelamatkan dan melestarian sejarah Aceh. Rencana pengembalian naskah kuno Aceh dari negara tetangga itu, diutarakan Wagub Muhammad Nazar dalam pertemuan dengan kepala Museum Nasional Dra Retno, SS,. M.Si di Gedung Museum nasional, Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (25/8). Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Museum Negeri Aceh (MNA), Drs Nurdin AR.

Selain di Brunei, naskah Aceh juga tersebar di Malaysia dan sejumlah perpustakaan dan arsip sejumlah negara Eropa. “Berbeda dengan Raja Melayu, Kerajaan Aceh banyak menuliskan buku-buku, paling banyak soal hukum dan kemiliteran,” ujar Nazar yang mengaku menaruh minat sangat besar dalam bidang sejarah dan kebudayaan. Disebutkan, naskah kuno Aceh sebagai bagian dari karya sejarah Aceh harus diselamatkan. “Selama ini kalau mau membvaca Aceh terpaksa kita harus berkunjung ke museum dan arsip luar negeri,” katanya.

Kepala Museum Aceh, Nurdin Ar, mengaku prihatin dengan raibnya berbagai nasakah klasik Aceh dan belakangan banyak ditemukan di Malaysia. “Saya pernah dihubungi oleh pihak asing yang mencari naskah kuno Aceh. Tentu saja saya tolak,” kata Nurdin AR. Kepala Museum, Retno, juga menyatakan keprihatinan serupa. Menurutnya, harus ada usah-usaha untuk menyelamatkan naskah-naskah penting tersebut.

Menulis Buku

Wagub juga menyampaikan pihaknya bersama sebuah tim sedang memulai melakukan riset untuk menulis buku yang berisi tentang diaspora (penyebaran) Aceh pra kolonial Belanda. “Karena itu kami ingin melihat silsilah raja dan negarawan Aceh yang tersebar di Jawa. Kami ingin mendapatkan naskah itu dari Museum ini,” ujar Nazar, seraya menyebutkan bahwa tim tersebut juga akan berangkat ke Leiden (Belanda), London dan lain-lain.

Hanya saja, Kepala Museum Nasional Dra Retno mengatakan lembaga yang dipimpinnya sama sekali tidak memiliki lagi naskah yang diharapkan. “Setelah Museum berpisah dengan Perpustakaan Nasional dan Arsip Nasional, sebagian besar dari naskah tersebut diboyong ke Perpustakaan dan Arsip. Di Museum tidak punya lagi,” kata Retno sembari mempersilakan Wagub Nazar melakukan riset di Perpustakaan dan Arsip Nasional di Jakarta. (fik)

Sumber: http://www.serambinews.com

Kredit Foto: http://www.acehkita.com
Dibaca : 3.282 kali.

Tuliskan komentar Anda !