Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
16 april 2007 02:51
Potensi Besar 300 Juta Orang Melayu di Dunia
Potensi Besar 300 Juta Orang Melayu di Dunia
(Laporan dari Seminar DMDI di Negeri Terengganu, Malaysia)
Jumlah orang Melayu yang beragama Islam mencapai angka 300 juta dari 1,3 milyar orang Melayu se-dunia. Jumlah ini diyakini dapat menjadi potensi yang sangat hebat di masa mendatang. Bagaimana kenyataannya?
Menteri Besar Terengganu Yang Amat Berhormat (YAB) Dato Seri Idris bin Jusoh, bahkan yakin potensi orang Melayu yang identik dengan ke-Islam-an itu, mampu menyaingi orang eropa dan Amerika Serikat.
“Saya yakin, 300 juta orang Melayu yang Islam ini mampu jadi hebat, kalau tepat caranya. Bahkan lebih hebat dari Amerika sekalipun,’’ ujarnya saat membuka Seminar Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) di Wisma Darul Iman Terengganu, Sabtu (7/4) lalu, bersama Presiden DMDI Dato Seri Mohammad Ali bin Mohammad Rustam dan Vice President DMDI yang juga Gubernur Riau, HM Rusli Zainal.
Hadir juga Prof Ellis Ibrahim dari Afrika Selatan dan Wakil Gubernur Kepri Muhammad Sani. Dalam pembukaan seminar yang dihadiri wakil kawasan-kawasan dominan Melayu seperti Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—, hingga ke negara Singapura, Thailand, Filipina, Kamboja, Australia, China-Yunan, bahkan sampai perwakilan Melayu dari Afrika Selatan itu, Idris bin Jusoh mengatakan, agar orang Melayu dapat menjadi ras yang maju dengan memahami konsep Melayu yang moderen.
Konsep Melayu modern yang harus dipahami dan menjadi bagian dari kehidupan orang Melayu itu melingkupi sikap-sikap modern yang kreatif, edukatif, kompetitif dan selalu melakukan koreksi terhadap kekurangan-kekurangan internal Melayu itu sendiri.
“Melayu dan Islam harus terus melakukan koreksi-koreksi internal, bukan semata-mata mempermasalahkan soal tekanan-tekanan yang datang dari luar Islam. Islam jangan hanya menyalahkan orang lain, namun harus mengoreksi diri sendiri agar maju. Bahkan orang Melayu harus belajar dari sejarah Islam yang maju dan intelektual di masa lalu, dengan tradisi kesarjanaan yang luar biasa seperti yang dilakukan Ibnu Sina di bidang kedokteran itu,’’ tambahnya.
Sementara itu, Menteri Besar Melaka Dato Seri Ali Rustam –yang juga Ketua DMDI itu--, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan budaya DMDI dimaksudkan untuk menggalang kerjasama Melayu yang lebih universal dan mendunia, dengan meningkatkan kualitas silaturahmi antar umat.
“Dengan konsep menggalang Islam Hadhari, membangun kecemerlangan minda Melayu itu, kita tuju sebuah masyarakat Melayu modern yang benar-benar bertamadun,’’ ujarnya.
Karena itu, disebutkannya, konsep kerja sama DMDI meliputi aspek-aspek strategis seperti pendidikan, budaya, dakwah, ekonomi, iptek dan teknologi informasi. Bahkan, DMDI lebih spesifik juga memberikan bantuan-bantuan konkret kepada daerah yang terkena bencana seperti di Srilanka, Aceh, Yogyakarta, dan tempat-tempat lain, baik itu bantuan dana, obat-obatan, makanan maupun dalam bentuk lain.
Bahkan, lebih lanjut, Ali Rustam mengatakan DMDI memiliki azam yang kuat untuk menjadikan bahasa Melayu sebagai salah satu budaya intelektual dunia, dengan mengembangkan pelajaran bahasa Melayu, bukan saja di kawasan nusantara, namun sampai ke Australia dan Afrika Selatan.
“Kita sudah kirimkan guru Melayu ke salah satu universitas di Afrika Selatan mengajar 400 student belajar Melayu. Mudah-mudahan, tahun depan mereka sudah fasih. Bahasa Melayu harus menjadi salah satu bahasa dunia. Selain itu, DMDI memiliki komitmen mengangkat harkat dan martabat Melayu dari keterpurukan pendidikan dan kemiskinan,’’ katanya.
Hal yang sama diungkapkan Gubernur Riau HM Rusli Zainal. Kepada Riau Pos, Rusli menjelaskan bahwa DMDI memang memiliki komitmen yang tegas terhadap peningkatan mutu pendidikan sekaligus ekonomi rakyat. “Sehingga, kita bisa memberikan kontribusi yang jelas untuk mengangkat harkat dan martabat Melayu secara universal,’’ ujarnya.
Diakui Rusli, potensi orang Melayu itu bukan hanya retorika budaya semata namun merupakan fakta yang nyata. “Di Cina Yunan, saja, ada 60 juta orang Melayu yang Islam. Di Indonesia ada ratusan juta, di Malaysia 36 juta, belum lagi di Singapura, Afrika Selatan (300 ribu Melayu), Australia dan daerah lain. Karena itu, gerakan sosial budaya DMDI ini adalah sebuah gerakan yang benar-benar patut mendapat dukungan kita semua,’’ ujarnya.
Sumber : www.riaupos.com (dengan pengolahan seperlunya)