Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
12 sepember 2009 01:15
Hubungan Indonesia-Malaysia Bisa Selesai dengan Budaya
Padang, Sumatra Barat - Pakar budaya dari Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Padang Panjang, Sumatra Barat, Prof Dr Daryusti, mengingatkan, untuk menyelesaikan memburuknya hubungan Indonesia-Malaysia belakangan ini hanya dapat dilakukan melalui pendekatan budaya. "Tidak bisa dengan aksi sweeping atau penyelesaian secara politik," kata Daryusti di Padang Panjang, Jumat. Dia mengaku, penyelesaian politik akan menambah runyam persoalan. "Apalagi kalau ada aksi sweeping," katanya. Dia meyakini, dengan pendekatan budaya akan tercipta perdamaian, sebab budaya akan menentukan jatidiri masing-masing.
Akademisi yang menyelesaikan doktor di bidang budaya di Universitas Udayana itu mengatakan, memburuknya hubungan Indonesia-Malaysia belakangan tidak terlepas dari klaim negeri jiran itu terhadap berbagai budaya Indonesia. Untuk itu, kata dia, langkah yang mesti dilakukan adalah dengan membuat pemetaan budaya nasional. "Lakukan rekonstruksi terhadap produk budaya, buat video klip dan tulis sejarahnya," kata Ketua STSI Padang Panjang itu. Meski belum sempat membuat hak kekayaan intelektual produk budaya, kata dia, dengan pemetaan dan membuat rekonstruksinya, negara lain akan malu mengklaimnya karena ada bukti-bukti yang dimiliki.
Pemetaan seperti ini, kata dia, sudah dilakukan STSI Padang Panjang terhadap produk budaya Sumatra Barat. "Ini yang telah kami lakukan di perguruan tinggi. Jadi, nanti kalau orangMalaysia mengklaim Tari Piriang sebagai budayanya, kita bisa ajukan bukti-bukti bahwa tari itu budaya Minangkabau," katanya. Terhadap Tari Pendet yang diklaim sebagai budaya Malaysia, Daryusti mengatakan, sebenarnya sulit Malaysia melakukan hal itu karena budaya Bali sangat berbeda dengan budaya Melayu. "Orang Bali itu memakai kemben. Sementara orang Melayu hampir sama dengan orang Minang yang memakai baju kurung," kata dia. (Kom/Ant)