Senin, 20 April 2026 |Tsulasa', 3 Dzulqaidah 1447 H
Pengunjung Online : 316
Hari ini
:
9.799
Kemarin
:
26.672
Minggu kemarin
:
249.242
Bulan kemarin
:
101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
28 sepember 2009 03:30
Seniman Borobudur Silaturahmi Lewat Doa Budaya
Magelang, Jateng - Kalangan seniman di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menggelar halalbihalal melalui pentas seni bertajuk "Doa Budaya", Kamis (24/9) malam. Sejumlah karya seni yang disuguhkan dalam acara di halaman "Gandok Seni Boediharjo" sekitar 500 meter sebelah timur Candi Borobudur itu antara lain musik kontemporer kolaborasi grup "Kalimasada" pimpinan Albert Nugroho dengan grup "Bubur Tokyo" pimpinan Yasumi.
Selain itu, performa seni "doa budaya" oleh seniman setempat dipimpin pegiat Komunitas Seniman Borobudur Indonesia (KSBI), Gus Galih, musikalisasi puisi "Cinta" oleh Dedy Paw, pembacaan puisi antara lain oleh penyair E.S. Wibowo (Pangkur Borobudur). Berikutnya Haris Kertoraharjo (Sanggar Matematika Budaya), Ki Ipang (Palebur Dosa), dan orasi budaya bertajuk "Ngejum Gumbala Ruweting Negara" oleh seniman Borobudur, Sugiarto.
Pengelola "Gandok Seni Boediharjo" Borobudur, Faisal, menyatakan, pentingnya pelestarian berbagai kekayaan seni dan budaya terutama di sekitar Candi Borobudur. "Ke depan harus lebih digiatkan lagi berbagai upaya pelestarian seni dan budaya kita," katanya. Koordinator KSBI, Umar Khusaeni, mengatakan, halalbihalal yang digelar kalangan seniman setempat itu semakin memantapkan semangat kebersamaan mereka pascalebaran. "Refleksi kebersamaan melalui halalbihalal ini mendorong seniman untuk mengekspresikan diri melalui berbagai karya seni," katanya.
Jika kebersamaan para seniman semakin mantap, katanya, menjadi pendorong kalangan masyarakat lain untuk peduli terhadap pentingnya peranan seni dan budaya dalam membangun kehidupan yang lebih baik setelah Lebaran 2009. Ia mengatakan, kepariwisataan Candi Borobudur akan semakin berkembang melalui kiprah kalangan seniman terutama di kawasan peninggalan peradaban dunia itu. "Borobudur itu ikon nasional, pusat kebudayaan dunia, melalui karya seni, kita ajak masyarakat makin peduli terhadap Borobudur," katanya. (Ant/OL-06)