Close
 
Jumat, 17 April 2026   |   Sabtu, 29 Syawal 1447 H
Pengunjung Online : 7.298
Hari ini : 105.962
Kemarin : 36.578
Minggu kemarin : 249.242
Bulan kemarin : 101.098.282
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

10 oktober 2009 03:30

Makyong Diajukan RI, Malaysia Sebagai Catatan Sejarah Dunia

Makyong Diajukan RI, Malaysia Sebagai Catatan Sejarah Dunia

Tanjungpinang, Kepri - Ketua Lembaga Kemajuan Makyong Kepulauan Riau, Said Parman mengatakan Pemerintah Indonesia dan Malaysia bersama-sama mengajukan kesenian Makyong sebagai catatan sejarah dunia (Memorial of The World) kepada Unesco.

"Pengajuan ke Unesco sudah dimulai dari bulan Mei tahun 2008 bersama Pemerintah Malaysia, karena Malaysia juga mempunyai kesenian Makyong," Kata Said Parman di Tanjungpinang, Kamis.

Kesenian Makyong menurut Said, berasal dari daerah Narathiwat, Pattani, Thailand dan berkembang di daerah Kelantan, Malaysia, Medan dan di daerah Mantang Arang (Mantang Lama) serta daerah Keke, Kabupaten Bintan Provinsi Kepualauan Riau.

"Jadi pengajuan ke Unesco tersebut bukan untuk mengklaim kalau Makyong adalah kesenian yang berasal dari Bintan (Indonesia) atau Kelantan (Malaysia), tapi untuk menjadi catatan sejarah dunia kalau kesenian Makyong berkembang di Bintan (Indonesia) maupun Malaysia," ujarnya.

Ia mengatakan pertentangan dengan negara Thailand tidak akan terjadi karena di negara asalnya kesenian Makyong tersebut tidak berkembang.

Menurut dia sampai saat ini masih ada kekurangan yang harus dilengkapi untuk mendapatkan pengakuan dari Unesco tersebut dan sedang dilengkapi bersama dengan Malaysia.

"Yang masih harus dilengkapi adalah buku tentang Makyong mengenai aspek sejarah, notasi lagu, catatan tari, busana dan properti yang dipakai saat pertunjukan, pandangan masyarakat setempat mengenai kesenian Makyong mulai dari tokoh sampai ke masyarakat nelayan," ujarnya.

Selain itu kata dia pembukuan kesenian Makyong meliputi Makyong dalam ingatan dan catatan, gambaran "etnografis" lingkungan sosial pelaku, serta Makyong dalam wacana kebudayaan kontemporer.

Untuk persyaratan yang sudah dilengkapi bersama-sama dengan pihak Malaysia menurut dia berupa dokumentasi pertunjukan, seperti yang dibikin baru-baru ini di Desa Mantang Lama, Bintan.

"Kami sudah melengkapi berbagai persyaratan seperti empat judul lakon yang didokumentasikan, ditambah dokumen-dokumen lama yang disimpan di RRI dan Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) semenjak tahun 1977," ujarnya.

Dia berharap dapat segera diselesaikan persyaratan yang masih kurang untuk mendapat pengakuan dari badan dunia tersebut.

"Harapan kami dapat segera terwujud, dan kami harapkan bantuan semua pihak agar kesenian Makyong dapat menjadi catatan sejarah dunia," harapnya. (antaranews.com)

Sumber: http://www.antaranews.com
Kredit Foto: http://www.gildedserpent.com


Dibaca : 3.558 kali.

Tuliskan komentar Anda !