Close
 
Sabtu, 13 Juni 2026   |   Ahad, 27 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 3.374
Kemarin : 18.545
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

16 oktober 2009 04:30

Senggarang Raja Pantun Se-Pinang

Senggarang Raja Pantun Se-Pinang

Tanjungpinang, Kepulauan Riau - Kelurahan Senggarang tampil sebagai raja pantun di antara semua kelurahan yang ada di Kota Tanjungpinang dan berhak mendapatkan hadiah yang diserahkan langsung Wako Dra Hj Suryatati A Manan, Selasa (13/10) malam di Gedung Aisyah Sulaiman. Kelurahan Tanjungpinang Barat menyusul di tempat kedua, dan Kelurahan Kamboja serta Kelurahan Batu 9 di tempat ketiga dan keempat.

Sedangkan untuk tingkat SMA sederajat, raja pantunnya adalah pelajar SMKN 1 Tanjungpinang, kedua SMAN 1A dan ketiga SMAN 1B. Hadiah untuk para pemenang lomba ini diserahkan bersamaan dengan penyerahan bantuan untuk Sanggar K`San oleh Wako Tatik. Bantuan ini sebagai wujud kepedulian Pemko kepada jenis kesenian yang hampir punah.

”Sanggar K`San aktif dalam seni bangsawan. Menjelang penyerahan bantuan, sanggar ini menampilkan teater bangsawan yang berjudul Petaka Istana Seroja. Sebagian dari pelakon dalam pementasan itu sudah cukup tua, sehingga menarik,” kata Kabid Kebudayaan Disudpar Tanjungpinang, Syarafuddin kepada Batam Pos, Kamis (15/10).

Menurut Syarafuddin, malam itu pengunjung tak beranjak dari tempat duduknya karena menariknya penampilan teater bangsawan yang dibawakan Sanggar K`San. Itu sebabnya, Wako Tatik memberikan apresiasinya kepada sanggar tersebut. Selain memberikan bantuan kepada sanggar-sanggar seni, Pemko juga membantu berbagai sanggar seni budaya lainnya, seperti Pawai Lampion yang dilaksanakan GEMA INTI Tanjungpinang. Kemudian sanggar seni akhir pekan dan gema Idul Fitri di Pulau Penyengat dan lain-lain. Meski begitu, masih banyak seni budaya tradisional belum mendapatkan pembinaan.

”Disbudpar melalui program adat dan budaya daerah berusaha mengangkat seni budaya di daerah ini, seperti seni hadrah, pantun dan gurindam, zapin dan joget, bangsawan dan gobang serta gasing. Termasuk layang-layang dan jong,” ujar Syarafuddin. (git)

Sumber: http://batampos.co.id
Kredit Foto:
http://melayuonline.com


Dibaca : 2.384 kali.

Tuliskan komentar Anda !