Close
 
Rabu, 10 Juni 2026   |   Khamis, 24 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 4.542
Hari ini : 51.541
Kemarin : 25.426
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

17 oktober 2009 03:30

Ratusan Ribu Buku Perpustakaan di Padang Hancur

Ratusan Ribu Buku Perpustakaan di Padang Hancur

Padang, Sumatra barat - Ratusan ribu buku-buku milik perpustakaan daerah di Padang hancur karena gedung perpustakaan daerah Sumatera Barat yang berlantai tiga roboh karena gempa berkekuatan 7,9 Scala Richter pada 30 September lalu.

“Hanya 10 persen dari 550 ribu buku koleksi perpustakaan yang bisa diselamatkan, selebihnya hancur karena terhimpit puing bangunan yang roboh,“ Azwir Chandra petugas perpustakaan, Sabtu (17/10).

Buku-buku yang berhasil diselamatkan petugas perpustakaan disimpan di kantor arsip Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di Jalan Pramuka, Padang Utara.

Hingga hari ini beberapa pegawai perpustakaan masih mencari-cari sisa buku yang bisa diselamatkan. Namun yang tersisa hanya buku-buku yang hancur diantara puing bangunan dan sudah mulai rusak karena terkena air hujan.

Azwir mengatakan, ia masih mencoba mencari buku-buku khusus Minangkabau serta naskah kuno yang ada di ruangan deposit di lantai tiga yang sudah ambruk. Namun menurutnya lima ribu judul buku tentang Minagkabau dan 100 judul naskah kuno sebagian besar dipastikan hancur di dalam puing-puing.

“Kelihatannya sudah tidak bisa diselamatkan lagi, terhimpit reruntuhan, sayang sekali, karena buku-buku tua tentang Minangkabau ini sudah tidak ada yang mencetak lagi,” kata Azwir.

Sedangkan naskah kuno, menurutnya sudah berupa VCD, karena sebelumnya petugas perpustakakan bersama peneliti dari Universitas Andalas Padang baru selesai membuat arsip dalam bentuk VCD setelah mendokumentasikan naskah kuno dari perkampungan Minangkabau seperti Payakumbuh, Pariaman, dan Agam.

“Kalau naskah kuno yang ada pada masyarakat juga rusak, maka hilanglah semua arsip naskah kuno, padahal kita mau mengalihbahasaakan semua naskah kuno ke dalam bahasa Indonesia, naskah itu isinya tentang kesehatan dan agama, kini sudah musnah, seluruh unit computer juga hancur,” kata Azwir Chandra.

Ia mengatakan, saat gempa terjadi masih ada empat orang pegawai pustaka di dalam gedung, dan baru sampai menyelamatkan diri ke luar, gedung langsung roboh. “Untung saja saat jam berkunjung pustaka sudah tutup, kalau tidak, entahlah, hari itu pengunjung sedang banyak, lebih 100 orang dari mahasiswa dan anak sekolah,” kata Azwir Chandra. (FEBRIANTI)

Sumber: http://www.tempointeraktif.com
Kredit Foto: http://besteasyseo.blogspot.com


Dibaca : 2.422 kali.

Tuliskan komentar Anda !