Close
 
Sabtu, 4 Juli 2026   |   Ahad, 18 Muharam 1448 H
Pengunjung Online : 2.800
Hari ini : 42.205
Kemarin : 34.437
Minggu kemarin : 251.743
Bulan kemarin : 7.211.288
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

23 oktober 2009 04:00

Fachruddin Dinobatkan sebagai Pemangku Adat Keraton Sambaliung

Fachruddin Dinobatkan sebagai Pemangku Adat Keraton Sambaliung

Tanjung Redeb, Kalimantan Timur -  Kendati jaman kerajaan dengan sistem pemerintahan yang banyak bersinggungan dengan pola pikir dan nurani manusia di masa lampau telah usai eranya, namun bukan berarti tidak ada hal positif yang bisa digali serta dilestarikan dari masa-masa itu. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Berau Drs Makmur HAPK dalam acara pengukuhan pemangku adat Keraton Kesultanan Sambaliung, Senin (19/10) kemarin. "Segala bentuk dan upaya harus kita lakukan untuk kembali menghidupkan kembali peninggalan sejarah seperti apa yang kita lakukan hari ini," ungkap Makmur.

Pada acara hari itu Sebagai pemangku adat Keraton Kesultanan Sambaliung Datu Fachrudin Bin Sultan Muhammad Aminuddin dinobatkan oleh Makmur sebagai penerus Silsilah Kesultanan Sambaliung. Menghidupkan kembali nilai-nilai budaya kerajaan yang dilakukan sebagai penggalian peninggalan berharga yang tidak ternilai. "Dengan apa yang kita lakukan sekarang bukan untuk menghidupkan kembali sistem feodalisme melainkan untuk melestarikan budaya dan tradisi yang kita miliki sebagai aset sejarah yang berharga," ungkap Bupati.

Selain itu Bupati juga meminta agar dalam kebijakan pembangunan yang dilaksanakan di Sambaliung oleh Pemkab Berau kiranya bisa mendapatkan dukungan oleh masyarakat setempat demi kebaikan bersama. Hal itu diungkapkan Bupati kepada warga sekitar tepian sungai Segah yang hendak diperbaiki untuk memperindah sekitar bantaran sungai. "Kami tidak seenaknya saja menggusur, namun kami juga berharap ada dukungan dari masyarakat sebab dengan demikian nantinya juga akan memberikan nilai tambah kepada masyarakat setempat," jelas Makmur.

Sebagai Pemangku Adat Fachrudin dalam sambutannya juga mengemukakan hal sama yakni apa yang dilakukan hari itu merupakan proses penggalian tradisi peninggalan leluhur. "Bukan sebagai upaya menghidupkan feodalisme karena itu sangat berbeda sekali. Kami bukan untuk mencari kekuasaan karena sudah tidak sesuai dengan sistem demokrati yang dianut saat ini," ujarnya.

Dari sejarah yang diukir pendahulu dimana seperti ditorehkan seorang Pemimpin Kesultanan Sambaliung yakni Raja Alam menurutnya tidak terlepas dari mata rantai sejarah Kabupaten Berau saat ini. Kisah itu bukan merupakan kisah rekaan melainkan nyata adanya dan merupakan peristiwa luar biasa dimana Raja Alam berupaya bangkit mengusir penjajah Belanda dari Bumi Batiwakal.

Usai prosesi pengukuhan Pemangku Adat sebagai wujud apresiasi terhadap jasa-jasa yang ditorehkan dalam membangun Berau dan partisipasi menjaga serta melestarikan budaya daerah Bupati Berau serta Wakil Bupati dianugrahkan gelar kehormatan sebagai bagian dari Keraton Kesultanan Sambaliung. Bupati Makmur Dianugrahkan penghormatan itu dengan gelar Datu H Jaya Negara dan Wakil Bupati Ahmad Rifai dengan Gelar Datu H Setya Negara. Usai menerima penghargaan itu Bupati sempat mengungkapkan bahwa dirinya belum merasa pantas untuk dijadikan bagian Keraton, Namun dirinya merasa sangat terhormat atas apa yang diberikannya itu. (sep)

Sumber: http://www.sapos.co.id
Kredit Foto: http://dedenandang.blogdetik.com


Dibaca : 3.330 kali.

Tuliskan komentar Anda !