Close
 
Senin, 25 Mei 2026   |   Tsulasa', 8 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 2.242
Kemarin : 23.907
Minggu kemarin : 221.971
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

13 agustus 2007 02:30

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Ditabalkan Gelar Adat Melayu Riau

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Ditabalkan Gelar Adat Melayu Riau

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Ditabalkan Gelar Adat Melayu Riau



Petikan pantun dalam Sambutan Presiden Susilo Bambang Yudhono

Pekanbaru- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta Ibu Negara Ani Yudhoyono menghadiri acara Pentabalan Gelar Adat Melayu Riau yang diselenggarakan di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM), Jl. Diponegoro, Kota Pekanbaru pada hari Minggu (12/8) pagi. Presiden beserta rombongan tiba di lokasi mengenakan pakaian adat Melayu berwarna kuning, dan disambut dengan upacara Silat Beregu serta tabur beras kunyit.

Acara kemudian dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh H. Zamri, dilanjutkan dengan prosesi Pentabalan Gelar Kehormatan. Kemudian Warkah Pentabalan Gelar Kehormatan dibacakan oleh Ketua Umum LAM Riau Azaly Djohan yang didampingi oleh Ketua Dewan Penasehat LAM Ismail Suko.

Menurut Gubernur Riau Rusli Zainal, berdasarkan pemilihan melalui musyawarah di lingkungan Lembaga Adat Melayu se Provinsi Riau pada 15 April 2007, maka Presiden SBY mendapatkan gelar ‘Seri Indra Setia Amanah Wangsa Negara’. Artinya, cahaya atau nur yang menerangi, seseorang yang beramanah, taat patuh dan setia memegang janji dalam memimpin di wilayah berdaulat Republik Indonesia. ‘Dengan Gelar Kehormatan yang telah disandang, berarti Presiden RI menjadi Pemimpin Adat terpenting dari masyarakat adat Melayu Riau dan gelar disandang selama hidupnya,’ jelas Rusli Zainal.

Prosesi pentabalan kemudian dilanjutkan dengan arak-arakan Tanjak dan Keris kehormatan adat Melayu Riau. Disusul dengan Pembukaan Kofiah oleh Ketua Umum LAM Riau serta pemasangan Tanjak Kebesaran Adat Melayu Riau oleh Ketua Dewan Penasehat LAM Riau. Prosesi dilanjutkan dengan pemasangan Keris Kebesaran Adat Melayu Riau kepada SBY yang dilakukan oleh Gubernur Riau. Setelah itu diteruskan dengan pemasangan Selempang Amanah dan Naskah Warkah serta diakhiri dengan Upacara Tepung Tawar oleh lima Tetua Majelis Lembaga Adat Melayu Riau.

Ketua Umum Dewan Pengurus LAM Azaly Djohan menjelaskan, gelar kehormatan diberikan kepada seseorang karena jasanya yang luar biasa. ‘Pemberian gelar kehormatan tokoh merupakan salah satu upaya LAM Riau dalam menggali dan mengembangkan adat Melayu Riau dalam menggali dan mengembangkan adat di tengah-tengah masyarakat itu,’ kata Azaly.

Turut mendampingi Presiden SBY dalam acara ini, antara lain, Seskab Sudi Silalahi, Menhub Jusman Syafii Djamal, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menneg PDT Lukman Edy, Menneg Perumahan Rakyat Yusuf Asy’ari, serta dua Jubir Presiden Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Riau atas gelar adat yang telah diberikan kepadanya. SBY mengungkapkan penghormatannya dalam bentuk pantun yang spontan diciptakan usai melaksanakan salat Subuh tadi.

Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia provinsi Riau H. Mahdini. Presiden SBY yang didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono dan rombongan kemudian mengikuti Upacara Makan Beradat sebelum meninggalkan Pekanbaru untuk langsung kembali ke Jakarta dengan Pesawat Kepresidenan Boeing 737-500 melalui Bandara Udara Sultan Syarif Kasim II.


 
 
   
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani usai ditabalkan sebagai Seri Indra Setia Amanah Wangsa Negara oleh Lembaga Adat Melayu Riau di Gedung Lembaga Adat Melayu, Pekanbaru, Minggu (12/8) pagi.

Sumber: www.presidensby.info



Petikan pantun dalam Sambutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono :

"Matahari bersinar di pagi hari
Menaburkan cahaya menyapa bumi
Kita brsyukur kehadirat ilahi
Dengan rahmatnya dapat hadir disini

Tembang kasih d bulan purnama
Rebana mengalun elok nan merdu
Betapa bersyukur dan bahagianya hati beta
Bersama pemuka adat melayu riau

Indah nian si pulau rupat
Memandang luas ke negeri sembilan
Adalah adat tiang kehidupan bermasyarakat
Melestarikan tradisi pancaran kebajikan

Dari dumai ke pekanbaru
Tanah subur nan indah permai
Sungguh luhur adat melayu riau
Warisan sejarah dan budaya yg tinggi

Siak indrapura yang amat melegenda
Jembatan dunia di jantung malaka
Sungguh kehormatan tiada tara
Beta mendapatkan gelar adat mulia

Elok tari rempak guliat
Gerak hati pancaran jiwa
Beribu terima kasih beta ucapkan
Kepada para pemuka adat nan bijaksana

Tutur gurindam 12 di malam hening
Di dusun kecil di lubuk Jambi
Beta bangga menjadi kelurga bumi lancang kuning
Ikut menjunjung peradaban sejati

Burung camar terbang di lautan
Berdendang riang bersama nelayan
Sungguh riau tanah indah penuh harapan
Anugerah Allah buat generasi masa kemudian

Sungguhpun manusia bisa terbang ke bulan
Perlahan mentari terbit di ufuk timur
Majulah riau menuju jaman adil berkemakmuran
Era baru dalam kekekalan adat nan luhur

Berkelok sungai kampar menuju utara
Mengalir bersatu dengan lautan biru
Sekali lagi terima kasih dan pernghargaan beta
Sampai jumpa di lain waktu"

Kembali ke atas.


Dibaca : 5.552 kali.

Tuliskan komentar Anda !