Pekanbaru- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta Ibu Negara Ani Yudhoyono menghadiri acara Pentabalan Gelar Adat Melayu Riau yang diselenggarakan di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM), Jl. Diponegoro, Kota Pekanbaru pada hari Minggu (12/8) pagi. Presiden beserta rombongan tiba di lokasi mengenakan pakaian adat Melayu berwarna kuning, dan disambut dengan upacara Silat Beregu serta tabur beras kunyit.
Acara kemudian dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh H. Zamri, dilanjutkan dengan prosesi Pentabalan Gelar Kehormatan. Kemudian Warkah Pentabalan Gelar Kehormatan dibacakan oleh Ketua Umum LAM Riau Azaly Djohan yang didampingi oleh Ketua Dewan Penasehat LAM Ismail Suko.
Menurut Gubernur Riau Rusli Zainal, berdasarkan pemilihan melalui musyawarah di lingkungan Lembaga Adat Melayu se Provinsi Riau pada 15 April 2007, maka Presiden SBY mendapatkan gelar ‘Seri Indra Setia Amanah Wangsa Negara’. Artinya, cahaya atau nur yang menerangi, seseorang yang beramanah, taat patuh dan setia memegang janji dalam memimpin di wilayah berdaulat Republik Indonesia. ‘Dengan Gelar Kehormatan yang telah disandang, berarti Presiden RI menjadi Pemimpin Adat terpenting dari masyarakat adat Melayu Riau dan gelar disandang selama hidupnya,’ jelas Rusli Zainal.
Prosesi pentabalan kemudian dilanjutkan dengan arak-arakan Tanjak dan Keris kehormatan adat Melayu Riau. Disusul dengan Pembukaan Kofiah oleh Ketua Umum LAM Riau serta pemasangan Tanjak Kebesaran Adat Melayu Riau oleh Ketua Dewan Penasehat LAM Riau. Prosesi dilanjutkan dengan pemasangan Keris Kebesaran Adat Melayu Riau kepada SBY yang dilakukan oleh Gubernur Riau. Setelah itu diteruskan dengan pemasangan Selempang Amanah dan Naskah Warkah serta diakhiri dengan Upacara Tepung Tawar oleh lima Tetua Majelis Lembaga Adat Melayu Riau.
Ketua Umum Dewan Pengurus LAM Azaly Djohan menjelaskan, gelar kehormatan diberikan kepada seseorang karena jasanya yang luar biasa. ‘Pemberian gelar kehormatan tokoh merupakan salah satu upaya LAM Riau dalam menggali dan mengembangkan adat Melayu Riau dalam menggali dan mengembangkan adat di tengah-tengah masyarakat itu,’ kata Azaly.
Turut mendampingi Presiden SBY dalam acara ini, antara lain, Seskab Sudi Silalahi, Menhub Jusman Syafii Djamal, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menneg PDT Lukman Edy, Menneg Perumahan Rakyat Yusuf Asy’ari, serta dua Jubir Presiden Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Riau atas gelar adat yang telah diberikan kepadanya. SBY mengungkapkan penghormatannya dalam bentuk pantun yang spontan diciptakan usai melaksanakan salat Subuh tadi.
Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia provinsi Riau H. Mahdini. Presiden SBY yang didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono dan rombongan kemudian mengikuti Upacara Makan Beradat sebelum meninggalkan Pekanbaru untuk langsung kembali ke Jakarta dengan Pesawat Kepresidenan Boeing 737-500 melalui Bandara Udara Sultan Syarif Kasim II.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani usai ditabalkan sebagai Seri Indra Setia Amanah Wangsa Negara oleh Lembaga Adat Melayu Riau di Gedung Lembaga Adat Melayu, Pekanbaru, Minggu (12/8) pagi.
Sumber: www.presidensby.info
Petikan pantun dalam Sambutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono :
"Matahari bersinar di pagi hari Menaburkan cahaya menyapa bumi Kita brsyukur kehadirat ilahi Dengan rahmatnya dapat hadir disini
Tembang kasih d bulan purnama Rebana mengalun elok nan merdu Betapa bersyukur dan bahagianya hati beta Bersama pemuka adat melayu riau
Indah nian si pulau rupat Memandang luas ke negeri sembilan Adalah adat tiang kehidupan bermasyarakat Melestarikan tradisi pancaran kebajikan
Dari dumai ke pekanbaru Tanah subur nan indah permai Sungguh luhur adat melayu riau Warisan sejarah dan budaya yg tinggi
Siak indrapura yang amat melegenda Jembatan dunia di jantung malaka Sungguh kehormatan tiada tara Beta mendapatkan gelar adat mulia
Elok tari rempak guliat Gerak hati pancaran jiwa Beribu terima kasih beta ucapkan Kepada para pemuka adat nan bijaksana
Tutur gurindam 12 di malam hening Di dusun kecil di lubuk Jambi Beta bangga menjadi kelurga bumi lancang kuning Ikut menjunjung peradaban sejati
Burung camar terbang di lautan Berdendang riang bersama nelayan Sungguh riau tanah indah penuh harapan Anugerah Allah buat generasi masa kemudian
Sungguhpun manusia bisa terbang ke bulan Perlahan mentari terbit di ufuk timur Majulah riau menuju jaman adil berkemakmuran Era baru dalam kekekalan adat nan luhur
Berkelok sungai kampar menuju utara Mengalir bersatu dengan lautan biru Sekali lagi terima kasih dan pernghargaan beta Sampai jumpa di lain waktu"