Close
 
Kamis, 2 Juli 2026   |   Jum'ah, 16 Muharam 1448 H
Pengunjung Online : 848
Hari ini : 13.811
Kemarin : 24.405
Minggu kemarin : 251.743
Bulan kemarin : 7.211.288
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

02 november 2009 06:30

Sembilan Tokoh Dapat Anugrah Tokoh Teater Sumut

Sembilan Tokoh Dapat Anugrah Tokoh Teater Sumut

Medan, Sumatra Utara - Teater `O` Universitas Sumatera Utara (USU) menganugrahkan "Tokoh Teater Sumut 2009" kepada sembilan tokoh yang selama ini dinilai memiliki peranan cukup besar terhadap perkembangan teater di daerah itu.

Ketua Teater `O` USU, Bambang Riyanto, di Medan, Minggu, mengatakan, ke-9 nama yang mendapat anugerah itu masing-masing Idris Pasaribu (Redaktur Budaya Harian Analisa), Porman Wilson (PU Harian Pos Metro Medan), Hendra Arbie, Herwin Kampusi (pengusaha).

Selanjutnya Thomson HS, Darwis R Harahap, Yondik Tanto, Eddy Siswanto, Hafis Taadi yang masing-masing merupakan aktor senior teater di Medan.

Mereka telah dipilih panitia tim penilai dari Teater `O` terdiri dari Yulhasni, Yusrianto Nasution, Agus Mulia, Mukhlis Win Ariyoga, Bambang Riyanto, Azrai yang merupakan aktor-aktor senior teater `O`.

"Kami memilih mereka karena dinilai telah memberi kontribusi besar bagi kemajuan teater di Sumatera Utara. Kita memilih mereka berdasarkan beberapa kriteria," katanya.

Penghargaan tokoh Teater Sumut 2009 itu bersamaan dengan pementasan naskah "Raja Tebalek" yang merupakan produksi ke-93 teater `O` USU di Gedung Utama Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU) Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Sabtu malam (31/10).

Pimpinan Produksi Pementasan teater `O` USU, Yulhasni, mengatakan, pementasan yang berdurasi 1,5 jam ini dibuat dalam rangka ulang tahun ke-18 teater `O` USU yang berdiri sejak tahun 1991.

Pentas Raja Tebalek tersebut merupakan puncak acara setelah sebelumnya teater `O` USU mengadakan bedah buku "Raja Tebalek" di Fakultas Sastra USU beberapa hari sebelumnya.

Pementasan parodi komedi Raja Terbalek ini merupakan bagian dari buku himpunan 10 naskah teater `O` yang mengkritisi persoalan tenaga kerja, terutama diarahkan ke persoalan nasib miris tenaga kerja yang dikirim ke luar negeri.

"Sebagian besar pementasan kita berbau humor, namun penuh dengan kritikan sosial," katanya.

Sumber: http://www.antaranews.com
Kredit Foto: http://sastramedan.com


Dibaca : 2.635 kali.

Tuliskan komentar Anda !