Close
 
Jumat, 21 Juli 2017   |   Sabtu, 26 Syawal 1438 H
Pengunjung Online : 6.021
Hari ini : 51.318
Kemarin : 75.246
Minggu kemarin : 692.982
Bulan kemarin : 6.361.067
Anda pengunjung ke 102.876.001
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Opini

28 oktober 2008 07:07

Tidak Ada Kata Tidak Untuk Melayu

Tidak Ada Kata Tidak Untuk Melayu

Fondasi kemelayuan di Provinsi Kepulauan Riau, secara historis dan kultural, sangat kuat. Kawasan ini menjadi tempat tumbuh-kembangnya kebudayaan Melayu berabad-abad lamanya, dan mencapai puncaknya pada abad ke 15 hingga 19. Pada masa tersebut, agama Islam dan semua aspek kebudayaan terutama sastra berkembang begitu pesat, yang mempertegas betapa besar peran Kepulauan Riau dalam membangun dinamika sejarah bangsa Melayu di dunia. Namun bagaimanakah perkembangan kemelayuan saat ini di provinsi yang ke-32 di Indonesia itu? Berikut ini adalah hasil wawancara khusus Ali Rido (Pimpinan Redaksi MelayuOnline.com) dan Yuhastina Sinaro (Redaktur MelayuOnline.com) dengan Hj. Raja Syahniar Usman (RSU), Anggota Komisi A DPRD Provinsi Kepulauan Riau, ketika berkunjung ke Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM), Senin siang (27/10/08).

 

 

Melon: Bagaimana perkembangan kemelayuan di Provinsi Kepulauan Riau saat ini?

RSU: Kecenderungan masyarakat Kepulauan Riau untuk mengembangkan budaya Melayu sangat besar. Hal itu dapat dilihat, misalnya, pada animo mereka terhadap acara-acara kebudayaan yang digelar dalam berbagai event di Kepulauan Riau. Di balik kecenderungan itu, ada hal positif yang hingga kini masih kentara di kalangan orang Melayu, yaitu sikap keterbukaan mereka terhadap budaya dan masyarakat lain. Sikap inklusif ini tidak menjebak mereka pada ikatan-ikatan kemelayuan primordial, tetapi justru menciptakan akulturasi budaya Melayu dengan budaya lain secara baik dan berdampak pada perkembangan budaya Melayu itu sendiri.

Melon: Apa upaya Pemerintah Daerah Kepulauan Riau dalam mengembangkan kebudayaan Melayu supaya tidak berhenti pada pengadaan perayaan-perayaan dan pemakaian simbol-simbol Melayu, tetapi terimplementasi dalam sikap dan perilaku?

RSU: Pemerintah bersama dengan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau secara serius melestarikan dan mengembangkan warisan-warisan budaya Melayu. Memang kerjasama ini banyak berkonsentrasi pada penyelenggaraan acara-acara kebudayaan, seperti festival-festival dan pameran-pameran, akan tetapi juga ada upaya-upaya menanamkan nilai-nilai kemelayuan kepada generasi muda. Contohnya adalah dimasukkannya kemelayuan dalam kurikulum sekolah-sekolah formal. Lembaga pendidikan menjadi tempat strategis untuk menanamkan tunjuk ajar Melayu, seperti “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”, yang mengandung pendidikan moral yang menekankan sikap toleran dan menghargai kemajemukan.

Di samping itu, pemerintah juga telah menjalin kerjasama dengan Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) dalam rangka memperkuat keislaman pada masyarakat Melayu. Islam telah menjadi identitas orang Melayu yang menyatu dengan identitas-identitas kemelayuan lainnya dan membentuk karakter yang khas. Jadi tidak hanya aspek budayanya saja yang kita tanamkan pada anak-anak didik, tetapi juga nilai-nilai keislamannya.

 

 

Melon: Apa tantangan yang dihadapi dalam proses pengembangan Melayu dan kemelayuan itu?

RSU: Tantangan yang paling besar tentu globalisasi. Siapapun tidak mampu membendung arus globalisasi karena tidak memiliki batas teritori, dan budaya yang masuk ke budaya kita tidak mewakili kebudayaan tertentu. Yang dapat kita lakukan adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya mempertahankan identitas dan nilai-nilai luhur dalam budaya kita. Itu yang pertama.

Tantangan yang kedua adalah bahwa Kepulauan Riau berbatasan langsung dengan lima negara tetangga, yaitu: di sebelah utara dengan Vietnam dan Kamboja, sebelah barat dengan Singapura dan Malaysia, dan sebelah timur dengan Brunei Darussalam dan Malaysia. Hal ini membuka kemungkinan terjadinya interaksi langsung antara masyarakat Kepulauan Riau dengan warga asing. Oleh sebab itu, harus ada filter, mana budaya asing yang positif dan mana yang negatif, supaya budaya lain tidak secara mudah merasuki dan mempengaruhi masyarakat dan mencabut akar-akar kemelayuan dari kehidupan sehari-hari mereka.  

Melon: Tampaknya ada agenda khusus Pemerintah Daerah Kepulauan Riau di balik penguatan identitas kemelayuan ini. Dapat dijelaskan?

RSU: Kita memiliki sejarah yang agung. Dapat dilihat bagaimana kemajuan yang telah diraih kerajaan-kerajaan Melayu dahulu dalam berbagai bidang. Ini menunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang besar. Oleh sebab itu, sejarah keagungan tersebut hendaknya tidak menjadi romantisme semata, tetapi dijadikan acuan menata masa depan yang lebih baik. Tidak ada kata tidak untuk membangun Melayu.

Kebudayaan dan sejarah Melayu yang kita gali dan kita sosialisasikan sedemikian rupa adalah untuk membangun kembali kegemilangan peradaban Melayu. Seperti disampaikan oleh Bapak Gubernur Kepulauan Riau, bahwa Kepulauan Riau pernah meraih kejayaan pada abad ke 15 hingga 19, maka itu harus diraih kembali. Salah satu caranya adalah meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat. Pendidikan yang berlandaskan pada kebudayaan kita sendiri.

 

 

Melon: Lantas, bagaimana pendapat Ibu tentang keberadaan Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu yang sejauh ini turut serta membangun peradaban Melayu?

RSU: Saya sangat mengapresiasi Balai Melayu ini. Saya ucapkan tahniah kepada Bapak Mahyudin Al Mudra dan semua staf di sini yang secara konsisten berjuang melestarikan dan mengembangkan budaya Melayu. Kegiatan yang dilakukan oleh BKPBM sangatlah penting, karena fenomena budaya dikaji secara ilmiah dan hasilnya dapat dibaca oleh masyarakat luas melalui portal-portal yang dimilikinya, yaitu MelayuOnline.com, WisataMelayu.com, dan RajaAliHaji.com. Secara langsung, BKPBM memainkan peran dalam membangun peradaban Melayu. Oleh sebab itu, selayaknya semua pihak saling bekerjasama menuju masa depan Melayu yang lebih baik. (Ali Rido/brt/25/10-08)


Dibaca : 2.595 kali.

Tuliskan komentar Anda !