Kamis, 29 Juni 2017   |   Jum'ah, 4 Syawal 1438 H
Pengunjung Online : 1.675
Hari ini : 9.732
Kemarin : 40.272
Minggu kemarin : 260.371
Bulan kemarin : 7.570.538
Anda pengunjung ke 102.731.414
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Tokoh Melayu

Hasan Junus

a:3:{s:3:

1. Riwayat Hidup

HASAN Junus (sastrawan) dilahirkan di Penyengat, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Indonesia pada tanggal 12 Januari 1941. Di antara pendidikan formal yang pernah ditempuhnya adalah pada Fakultas Sastra Universitas Padjajaran, Bandung, jurusan Sejarah dan Antropologi (tahun 1960). Di samping itu, ia juga belajar pada jurusan bahasa Timur (Jepang) pada Institute for Foreign Languages.

Berbekal ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh, Hasan Junus mulai mengajar di beberapa institusi pendidikan. Ia pernah bekerja sebagai guru Bahasa Indonesia dan Bahasa Jerman di SMA, Daerah Tanjung Batu, Kundur, tenaga pengajar luar biasa pada FKIP Universitas Riau. Kemudian ia juga pernah mengajar Sastra Bandingan dan Bahasa Naskah Melayu pada Fakultas Sastra Lancang Kuning Pekanbaru, Riau, sampai tahun 1998.

Selain sibuk mengajar, Hasan Junus juga aktif dalam berbagai kegiatan antara lain; pengelola majalah Sampena yang dimotori oleh Sudirman Backry dan Arif Rusahan di Tanjung Pinang, turut mengelola majalah sastra-budaya Solarium bersama Ibrahim Sattah, pengelola majalah Genta yang dipimpin oleh Rida K Liamsi, editor pada penerbit “Bumi Pustaka” di Pekanbaru pada tahun 1981, bersama Elmustian Rakhman menerbitkan majalah sastra berkala Suara sejak Agustus 1998, dan Saat ini ia tercatat sebagai pemimpin redaksi majalah Kebudayaan Sagang. Kemudian bersama Sutardji Calzoum Bachri ia menjadi penasehat majalah sastra Menyimak yang diterbitkan Yayasan Membaca dari tahun 1992-1994. Jabatan yang pernah dipegangnya adalah sebagai Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Riau periode pertama.

Hasan Junus juga aktif menulis untuk beberapa media terbitan lokal dan beberapa media terbitan Jakarta. Tulisan-tulisan yang pernah dipublikasikan yaitu berupa esai dan artikel kebudayaan yang mengisi lembaran “Khatulistiwa” Media Indonesia Raya dan ruang kebudayaan di surat kabar Suara Karya, Horison, Haluan, Riau Pos Grup, Genta, Femina dan Matra. Selain aktif menulis karya asli, ia juga menerjemahkan berbagai karya sastra asing. Kini, Hasan Junus tunak menerjemahkan laman ekspresi di majalah budaya Sagang. Ia juga sibuk mengisi ceramah dalam berbagai seminar sastra dan budaya di berbagai tempat.

2. Pemikiran/Pengaruh

Dalam proses pemgumpulan data

3. Karya-karya

Sebagai sosok seniman dan budayawan, Hasan Junus telah menghasilkan banyak karya, antara lain:

  1. Jelaga (tahun 1979)
  2. Antropology of Asean Literature-Oral Liteture of Indonesia, karyanya bersama Iskandar Leo dan Eddy Mawuntu (tahun 1983).
  3. Raja Ali Haji-Budayawan di Gerbang Abad XX (tahun 1988).
  4. Burung Tiang Seri Gading (tahun 1992).
  5. Peta Sastra Daerah Riau, karyanya bersama Edi Ruslan Pe Amarinza (tahun 1993).
  6. Tiada Mimpi Lagi (tahun 1998)
  7. Sekuntum Mawar Untuk Emily dan Lima Belas Cerita Lainya, diterbitkan oleh Unri Press (tahun 1998).
  8. Cakap-Cakap Rampai-rampai dan Pada Masa Ini Sukar Dicari, diterbitkan oleh Unri Press (tahun 1998).
  9. Kematian Yang Lain dan Cerita-cerita lain, diterbitkan oleh Unri Press (tahun 1999).
  10. Dari Saudagar Bodoh dan Fakir yang Pintar Menuju yang Mendunia, diterbitkan oleh PPBKM Unri (tahun 1999).
  11. Pengantin Boneka (Cerpen), diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh Jeanette Linagrd dan diterbitkan oleh Oxford University Press (tahun 1995).
  12. Mencari Junjungan Buih karya Sastra di Riau (tahun 1999).
  13. Tiga Cerita Sandiwara Melayu, diterbitkan Cindai Wangi Publishing, Batam (tahun 2001).
  14. Raja Haji Fisabilillah Hannibal dari Riau (tahun 2000).
  15. Cerita-cerita Pusaka Kuantan Singingi, karyanya bersama Fakhri, diterbitkan oleh Unri Press (tahun 2001).
  16. Pelangi Pagi, diterbitkan oleh Yayasan Pustaka Riau (1999).
  17. Furu’al-Makmur, diterbitkan oleh PPBKM Unri (tahun 1996).
  18.  Pelangi Pagi, karya Hasan Yunus dalam Cerebung (tahun 1992).
  19. Pohon Pengantin dan Cermin Nyiyin Almayer (dalam Riau Pos)
  20. Dan lain-lain

4. Penghargaan

Atas semua karya dan jasa-jasanya dalam dunia budaya dan seni, Hasan Yunus telah dianugerahi beberapa penghargaan, yaitu:

  1. Anugerah Sagang Kategori Seniman dan Budayawan Pilihan Sagang, dari Yayasan Sagang (tahun 1999).
  2. Seniman Pemangku Negeri (SPN), dari Dewan Kesenian Riau  (tahun 2001).
  3. Anugerah Seniman Perdana, Dewan Kesenian Riau (tahun 2003).

Website : www.majalahsagang.com

Dibaca : 8.282 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password