Sabtu, 21 Oktober 2017   |   Ahad, 30 Muharam 1439 H
Pengunjung Online : 3.087
Hari ini : 21.482
Kemarin : 37.611
Minggu kemarin : 157.490
Bulan kemarin : 7.753.475
Anda pengunjung ke 103.506.112
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Tokoh Melayu

Suwardi MS

a:3:{s:3:

1. Riwayat Hidup

Suwardi MS (Sejarawan dan Budayawan), dilahirkan pada tanggal 23 Juli 1939 di Sentajo, Kuantan Singingi, Riau, Indonesia, dari bapak bernama Mohammad Samin Chatib dan ibu bernama Siti Ramalah. Kedua orang tuanya berasal dari desa Pulau Komang, Sentajo. Ayahandanya adalah orang desa yang bekerja sebagai petani dan pernah diangkat sebagai Kepala Negeri Sentajo dari tahun 1957 sampai 1970. Suwardi MS menikah dengan Ruda Ani dan dikarunia 5 orang anak yaitu Eni Sumiarsih (sulung), Dewita Suryati, Trio Adiono, Wiwik Kodriati, dan Suci Lustriani (bungsu).

Pendidikan formal yang telah ditempuh Suwardi MS yaitu Sekolah Rakyat (SR) di Sentajo (1946-1954). Kemudian melanjutkan pelajaran di pendidikan menengah yaitu Sekolah Guru B (SGB) Teluk Kuantan selama tiga tahun. Setelah lulus di SGB, ia melanjutkan pendidikan di Sekolah Guru A (SGA) Tanjung Pinang dan tamat tahun 1960. Pada tahun yang sama, ia masuk ke perguruan tinggi pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Padjajaran Bandung dan memperoleh Sarjana Muda tahun 1963. Sarjana Pendidikan diperoleh pada Jurusan Sejarah Budaya di IKIP Bandung (1966), dan gelar Master diraih di School of Education Macquary University, Australia tahun 1976. Selain itu, ia juga pernah mengikuti Program UNDP II, Dirjen Dikti Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1980-1985).

Suwardi MS mulai bekerja sebagai guru honorer di SMP Dabo Singkep tahun 1963-1964, dan kemudian diangkat sebagai guru pada STM Negeri di Bandung 1984-1966. Semenjak menjadi dosen di FKIP Universitas Riau tahun 1966, berbagai jabatan penting pernah dilakoninya, antara lain:, Pembantu Dekan Fakultas Keguruan UNRI (1968-1969), Dekan Fakultas Keguruan UNRI, Guru Besar di FKIP UNRI sejak tahun 1988, Kepala Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat UNRI (1985-1989), Pembantu Rektor IV UNRI (1995-1997). Selain itu ia tercatat sebagai Direktur pada Akademi Manajemen Koperasi (AMKOP) Riau (1987-1994).

Selain di dunia akademik, Suwardi MS juga aktif dalam berbagai organisasi sosial kemasyarakatan, antara lain:

  • Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Daerah Cabang Provinsi Riau (1875-2004).
  • Sekretaris bidang Pendidikan Tinggi dan Anggota PGRI (1970-sekarang).
  • Pengurus dan Anggota Korpri (1971-sekarang).
  • Ketua PKPN Pekanbaru (1970-1971).
  • Pengurus Dekopin Riau (1970-sekarang).
  • Ketua GKPN Riau (1971-1975).
  • Ketua Yayasan Pendidikan Koperasi Riau (1987-sekarang).
  • Ketua Yayasan Pendidikan Jalur Wisata Engku Putri Hamidah (1989-sekarang).
  • Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Kuantan Singingi (2001-sekarang).
  • Pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau (1986-sekarang).
  • Pengurus Kadin Riau (1988-sekarang).
  • Badan Pertimbangan Kadin RI (tahun 1991).
  • Pengurus Persatuan Tarbiyah Islamiah provinsi Riau (1993-sekarang).
  • Ketua Yayasan Asma Indonesia (YAI) Cab. Riau (1998-2008).
  • Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (1993-2006).

2. Pemikiran

Sebagai sosok yang berlatar belakang sejarah dan budaya, maka pemikiran-pemikiran Suwardi MS senantiasa berdasarkan pada apa yang telah diperolehnya. Dalam kaitannya dengan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tahun 2000 misalnya, yang notabene merupakan daerah rumpun melayu, ia berpandangan bahwa sejarah dan budaya Melayu sudah menjadi jati diri bagi orang Melayu, khususnya masyarakat Riau. Menurutnya, sumber sejarah, nilai-nilai budaya, adat-tradisi yang turun temurun dari generasi ke generasi dalam masyarakat Melayu dapat dijadikan petunjuk untuk mengenal dan memahami ungkapan: Patah tumbuh hilang berganti, esa hilang dua terbilang, takkan Melayu hilang di bumi, bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Ungkapan ini, memberikan gambaran bahwa sebagai orang Melayu seyogianya senantiasa mempertahankan nilai-nilai budaya tersebut dan tetap dijadikan sebagai jati diri bagi orang Melayu. Karena itu berpisahnya Kepri secara administratif dari Riau, bukan berarti bahwa budaya Melayu menjadi berkecai-kecai namun Riau tetap satu dalam kultur Melayu dan menjadi jati diri orang Melayu tanpa mengenal pengkotak-kotakan secara administratif.

3. Karya-karya

Sebagai sosok sejarawan dan budayawan, Suwardi MS telah melahirkan banyak karya tulis, baik berupa buku, hasil penelitian maupun dalam bentuk makalah, meliputi :

a. Karya-karya Suwardi MS berupa buku-buku, antara lain:

  • Raja Haji Marhum Telok Ketapang Malaka, Proyek IDSN, Ditjarahnitra, Depdikbud, Jakarta (tahun 1982-1983).
  • Soeman Hs dan Pengabdiannya, Proyek IDSN, Ditjarahnitra, Depdikbud, Jakarta (tahun 1983-1984).
  • Sejarah Perlawanan Terhadap Imperialisme dan Kolonialisme di Riau, Proyek IDSN, Ditjarahnitra, Depdikbud, Jakarta (tahun 1984).
  • Pacu Jalur dan Upacara Pelengkapnya, Proyek IDSN, Ditjarahnitra, Depdikbud, Jakarta (tahun 1984-1985).
  • Dalam Masyarakat Melayu Riau dan Kebudayaannya, Pemerintah Provinsi Riau, Pekanbaru (tahun 1976).
  • Kedudukan dan Peranan Pendidikan Sejarah dalam Integrasi Nasional, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah, Depdikbud, Jakarta (tahun 1986-1987).
  • Sejarah Perjuangan Raja Haji Fisabilillah dalam Perang Riau Melawan Belanda 1782-1784, Pemda Provinsi Riau, Pekanbaru (tahun 1989).
  • Syair Sultan Mahmud, Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan, Ditjarahnitra, Depdikbud, Jakarta (tahun 1990).
  • Sejarah Perjuangan Panglima Besar Retih Tengku Sulung Melawan Belanda 1858, Pemda Provinsi Riau, Pekanbaru (tahun 1998).
  • Bahan-bahan Pengusulan Panglima Besar Retih Tengku Sulung sebagai Calon Pahlawan Nasional, Pemda Kab. Indragiri Hilir, Tembilahan (1999).
  • Pedoman Pemutakhiran Adat Kuantan Singingi, Badan Pemutakhiran Adat Kuantan Singingi, Teluk Kuantan (tahun 2000).
  • Dan lain-lain.
b. Karya-karya Suwardi MS dalam bentuk laporan penelitian, antara lain:
  • Perkampungan Di Perkotaan Sebagai Wujud Proses Adaptasi Sosial; Kehidupan Di Perkampungan Miskin Kota Pekanbaru, Proyek IDSN, Depdikbud, Jakarta (tahun 1982).
  • Struktur Bahasa Melayu Riau Dialek Kuantan, Proyek Penelitian Bahasa dan Sastra Daerah Riau, Pusat Bahasa, Depdikbud, Jakarta (tahun 1982-1983).
  • Inventarisasi Dokumentasi Dampak Modernisasi terhadap Hubungan Kekerabatan, Depdikbud, Jakarta (1982-1983).
  • Morfologi Kata Kerja Bahasa Melayu Riau, Proyek Penelitian Bahasa dan Sastra,  Pusat Bahasa, Depdikbud, Jakarta (tahun 1984/1985).
  • Morfologi Kata Benda dan Kata Sifat Bahasa Melayu Riau, Proyek Penelitian Bahasa dan Sastra,  Pusat Bahasa, Depdikbud, Jakarta (tahun 1985-1986).
  • Peta Sejarah Daerah Riau, Proyek IDSN, Ditjarahnitra, Depdikbud, Jakarta (1985-1986).
  • Dan lain-lain

c. Karya-karya Suwardi MS dalam bentuk makalah, antara lain:

  • Jatidiri Manusia Melayu Menghadapi Masa Depan; Suatu Kajian Sejarah, Seminar Pekan Budaya Melayu VI, Medan (tahun 1992).
  • Perlawanan Raja Haji Telok Ketapang-Malaka Menghadapi Belanda (1782-1784), Seminar Sejarah Nasional III, Proyek IDSN, Ditjarahnitra, Depdikbud, Jakarta (1981).
  • Upaya Peningkatan Kesadaran Sejarah Dalam Memahami Historiografi, materi ceramah Jarahnitra, Tanjung Pinang (6 Februari 1993).
  • Peranan dan Fungsi Museum bagi Pendidikan Sejarah Subjek Didik dan Masyarakat, materi ceramah pada Museum Negeri Provinsi Riau (30 Maret 1994). 
  • Kebangkitan Nasional Memantapkan Sikap Kemandirian Manusia dan Masyarakat Indonesia, materi Sarasehan Harkitnas ke 86, Pekanbaru (24 Mei 1994).
  • Kedudukan, Peranan dan Pengelolaan Kebudayaan Melayu Riau dalam Menunjang Program Pembangungan Nasional, Temu Budaya Riau, Pekanbaru (5-7 Juli 1988).
  • Peranan Perguruan Tinggi dalam Pembinaan dan Pengembangan Sosial Budaya Memasuki Era Pembangunan Abad Ke-21, Seminar Di Universitas Sumatera Utara, Medan (1988).
  • Peranan Perguruan Tinggi dalam Pendidikan Koperasi, Lokakarya Kurikulum Perguruan Tinggi Koperasi, Pekanbaru (1992).
  • Pengaruh Agama Islam terhadap Budaya Melayu, Pekanbaru (31 Desember 1992.
  • Perkembangan Bahasa dan Budaya Melayu Riau menuju Visi 2020, makalah pada Semlok Internasional Fak. Sastra Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru (29 Oktober 2002).
  • Istilah dan Masalah Kemelayuan di Riau dan Indonesia, Persidangan Dunia Melayu World Malay Conference, Kuala Lumpur, Malaysia (12-14 Oktober 2001).
  • Dan lain-lain.

4. Penghargaan

Atas semua karya dan kiprahnya, Suwardi MS telah dianugerahi beberapa penghargaan, antara lain:

  • Satya Lencana Karya Satya 30 Tahun, dari Presiden Republik Indonesia (tahun 1997).
  • Bakti Koperasi dan Pengusaha Kecil, dari Menteri Koperasi dan Pengembangan Pengusaha Kecil (Menkop PPK) RI (tahun 1993).
  • Kalung Suma Dharma Kelas II, dari Rektor UNRI (tahun 1996).
  • Eksekutif dan Pengusaha Indonesia Berprestasi Nirwana, Indonesia (tahun 1996).
  • Sipil Penyertaan pada Pertemuan Sastrawan Nusantara (tahun 1988).
  • Sebagai Pakar Rujukan di Akademi Seni Melaka dari Akademi Seni Melaka (14 Syawal 1417 H).
Website pribadi: www.suwardi-ms.com
Dibaca : 8.687 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password