Minggu, 17 Desember 2017   |   Isnain, 28 Rab. Awal 1439 H
Pengunjung Online : 3.339
Hari ini : 11.800
Kemarin : 63.120
Minggu kemarin : 304.443
Bulan kemarin : 5.609.877
Anda pengunjung ke 103.985.891
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Tokoh Melayu

Zainal Abidin bin Ahmad

a:3:{s:3:

1. Riwayat Hidup

Zainal Abidin bin Ahmad akrab dipanggil Za‘ba, dilahirkan pada tanggal 16 September 1895 di Kampung Bukit Kerdas, Batu Kikir, Kuala Pilah, Negeri Sembilan, Malaysia. Ia adalah sastrawan dan pemikir Melayu Malaysia. Ibunya, Intan Awaluddin, keturunan Minangkabau, sedangkan ayahnya keturunan Bugis Linggi. Ayahnya dikenal sebagai tokoh agama yang kaya, dan merupakan satu-satunya penduduk di kampungnya yang mampu membaca dan menulis huruf jawi (Melayu).

Za‘ba mulai mengenyam pendidikan dari lingkungan keluarga dengan belajar dasar-dasar agama dan menulis huruf Melayu. Pada tahun 1907, dalam usia 12 tahun, ia belajar di Sekolah Melayu di Batu Kikir, kemudian meneruskan pendidikan di Linggi. Setiap sore, pulang dari sekolah, ia mengisi waktu dengan mendalami agama dan nahwu sharaf di Masjid Linggi dari seorang ulama terkenal di Negeri Sembilan, Abas bin Zakaria. Di sekolah, Za‘ba adalah siswa yang pandai dan cerdas. Ketika sekolah di Linggi, ia terpilih sebagai siswa terbaik dalam ujian kelas lima. Selain itu, ia juga pernah terpilih sebagai peserta terbaik dari 265 orang peserta pada ujian masuk sekolah Inggris St. Paul‘s Institution di Seremban. Setelah menempuh pendidikan selama enam tahun (1910-1915) di sekolah Inggris tersebut, ia kemudian memperoleh ijazah Senior Cambridge. Pada tahun 1953, ia berhasil meraih Sarjana Muda pada bidang Sastra dari University of London, Inggris.

Za‘ba mengawali karirnya di sekolah St. Paul‘s Institution di Seremban, ketika ia diangkat sebagai guru honor. Pada tahun 1916-1918, ia menjadi guru di English College, Johor Baru. Tahun 1918-1923, ia menjadi guru di Maktab Melayu Kuala Kangsar. Tahun 1923-1924, ia bekerja sebagai penerjemah di Kementerian Pengarah Sekolah-sekolah Negeri Selat dan Negeri Melayu Bersekutu, Kuala Lumpur, dan di Maktab Perguruan Sultan Idris (MPSI) tahun 1924-1939. Selain itu, ia juga pernah menjadi penerjemah dan juru bicara di Kementerian Penerangan Singapura. Tahun 1939-1941, Za‘ba menjadi penyelenggara buku pendidikan Melayu di Kementerian Pelajaran Singapura.

Pada masa penjajahan Jepang di Tanah Melayu, tahun 1942-1945, Za‘ba diangkat sebagai Ketua Pengarang dan Penerjemah Berita Radio Jepang, dan penyelenggara penerbitan buku untuk jabatan Pelajaran dan Agama, Bunkyo-ka. Pada tahun 1946-1947, ia menjadi Penerjemah di Mahkamah Tinggi, Pemerintah Tentara Inggris di Kuala Lumpur. Tahun 1947-1950, ia menjadi guru Bahasa Melayu di School of Oriental and African Studies (SOAS), Universitas London. Tahun 1953, ia menjadi guru tetap di Universitas Malaya Singapura, dan merangkap sebagai Ketua Peneliti Melayu yang pertama dari tahun 1953 hingga 1959.  

Setelah Perang Dunia II usai, Za‘ba terjun ke dunia politik di tanah airnya. Ia pernah menjadi Yang Dipertua Persatuan Melayu Selangor (PMS) menggantikan Tengku Ismail. Pada tahun 1946, ia dipilih sebagai Ketua Panitia Kongres Melayu se-Malaya yang kemudian melahirkan Lembaga Kebangsaan Melayu Bersatu (UMNO). Tahun 1956, ia dipilih sebagai Ketua Panitia dalam Kongres Bahasa dan Persuratan Melayu Ketiga.

Selain itu, Za‘ba juga dikenal sebagai cendekiawan Melayu yang sangat dihormati di Malaysia sejak tahun 1920-an. Selama hampir 40 tahun, ia aktif dalam berbagai kegiatan. Disamping kegiatan sosial dan politik, ia juga aktif menulis di berbagai media. Di kalangan sastrawan, ia dikenal sebagai penulis cerita dan esei yang handal, berbakat dan gigih, baik dalam versi bahasa Melayu maupun Inggris. Karya tulis yang telah dihasilkan meliputi berbagai bidang seperti bahasa, sastra, agama, pendidikan, ekonomi dan politik. Selain itu, ia juga berkonsentrasi pada penerbitan buku-buku sekolah dan bacaan umum di Biro Penerjemahan, Maktab Perguruan Sultan Idris (MPSI).

Za‘ba meninggal dunia pada tanggal 23 Oktober 1973 di Peting Jaya, dalam usia 78 tahun.

2. Pemikiran

Di kalangan sastrawan, Za‘ba dikenal sebagai orang yang tegas dan giat bekerja. Meskipun demikian, ia selalu bersedia menerima segala macam kritikan dan masukan yang ditujukan padanya. Jika masukan tersebut benar, maka ia bersedia menerima kebenaran dan mengakui kesalahannya. Misalnya, ia pernah menentang beberapa penggunaan kata bahasa Indonesia ke dalam bahasa Malaysia, seperti kata organisasi dan demonstrasi. Hal ini dapat dilihat dalam pernyataannya, Saya dulu menentang masuknya bahasa Indonesia ke dalam bahasa Melayu, tetapi sekarang saya kalah. Saya sendiri telah menggunakan bahasa Indonesia tersebut. Kalau ada yang bertanya mengapa kita ikut menggunakan kata organisasi atau demonstrasi, bukan organisation atau demonstration? saya akan menjawabnya, itu adalah bahasa Indonesia bukan bahasa Belanda, karena kita mengambilnya dari bahasa Indonesia.

3. Karya-karya

Sebagai sastrawan, Za‘ba telah melahirkan beberapa karya berupa sastra, cerita, agama, pendidikan, dan esei, di antaranya:

  1. Ilmu Bahasa Melayu (1926).
  2. Rahsia Ejaan Jawi (1929).
  3. Pelita Mengarang: Ilmu Mengarang Melayu (1934).
  4. Daftar Ejaan Melayu: Jawa-Rumi (1938).
  5. Pelita Bahasa Melayu, Jilid I (1940).
  6. Pelita Bahasa Melayu, Jilid II (1946).
  7. Pelita Bahasa Melayu, Jilid III (1949).
  8. Falsafah Takdir (1932).
  9. Pendapatan Perbahasan Ulama pada Kejadian Perbuatan dan Perusahaan Hamba (1934).
  10. Asuhan Budi Menerusi Islam (1958).
  11. Dll.

4. Penghargaan

Atas jasa dan pengabdiannya pada bahasa Melayu, Za‘ba telah dianugerahi beberapa penghargaan, di antaranya:

  1. Gelar Pendeta pada acara Kongres Bahasa dan Persuratan Melayu Ketiga di Malaysia (1956).
  2. Ijazah Kehormatan Doktor Persuratan dari Universitas Malaya (1959).
  3. Ijazah Kehormatan Doktor Persuratan dari Universitas Kebangsaan Malaysia (1973).
  4. Panglima Mangku Negara (P.M.N.) dengan gelar Tan Sri dari Yang di-Pertuan Agung (1962).
Dibaca : 16.832 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password