Selasa, 21 Oktober 2014   |   Arbia', 26 Dzulhijah 1435 H
Pengunjung Online : 1.926
Hari ini : 15.413
Kemarin : 20.089
Minggu kemarin : 174.811
Bulan kemarin : 802.699
Anda pengunjung ke 97.253.055
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Tokoh Melayu

Sutan Takdir Alisjahbana

a:3:{s:3:

1. Riwayat Hidup

Sutan Takdir Alisjahbana (sastrawan) atau disingkat STA dilahirkan pada tanggal 11 Februari 1908 di Natal, Sumatera Utara, Indonesia. Ayahnya bernama Raden Alisyahbana Sutan Arbi yang berprofesi sebagai pengacara tradisional (pokrol bambu), tukang jahit dan ahli reparasi jam. Kakeknya terkenal sebagai seseorang yang memiliki pengetahuan agama dan hukum yang luas. Di atas makam sang kakek tertumpuk buku-buku yang sering disaksikan oleh STA (ketika dia masih kecil) terbuang begitu saja.

Pendidikan yang ditempuh STA dimulai dari Hogere Kweekschool (HKS)  Bandung (selesai tahun 1928). Ia lalu melanjutkan pendidikan ke Hoofdacte Cursus di Jakarta Batavia (selesai tahun 1942). Ia memperoleh gelar Dr. Honoris Causa (HC) dari UI Jakarta (1979) dan Universiti Sains, Penang, Malaysia (1987).

Semasa hidupnya, STA telah menekuni berbagai pekerjaan antara lain menjadi guru HKS di Palembang (1928-1929), dosen Bahasa Indonesia, Sejarah, dan Kebudayaan di UI (1946-1948), guru besar Bahasa Indonesia, Filsafat Kesusastraan dan Kebudayaan di Universitas Nasional, Jakarta (1950-1958), guru besar Tata Bahasa Indonesia di Universitas Andalas, Padang (1956-1958), guru besar & Ketua Departemen Studi Melayu Universitas Malaya, Kuala Lumpur (1963-1968), Rektor Universitas Nasional, Jakarta, dan Ketua Akademi Jakarta (1970-1994). Selain itu, ia juga pernah menjadi redaktur majalah Panji Pustaka dan Balai Pustaka (1930-1933). Tahun 1933, STA mendirikan dan memimpin majalah Pujangga Baru (1933-1942 dan 1948-1953), Pembina Bahasa Indonesia (1947-1952), Konfrontasi (1954-1962) serta pemimpin umum majalah Ilmu dan Budaya (1979-1994). Ia juga pernah menduduki jabatan sebagai direktur Balai Seni Toyabungkah, Bali (1994),

Dalam bidang politik, STA pernah tercatat sebagai anggota Partai Sosialis Indonesia dan menjadi anggota parlemen (1945-1949). Ia juga pernah tercatat sebagai anggota Komite Nasional Indonesia dan anggota Konstituante (1950-1960). Pada kancah internasional, STA tercatat sebagai anggota beberapa organisasi seperti : anggota Societe de linguitique de Paris (sejak 1951), anggota Commite of Directors of the International Federation of Philosophical Societies (1954-1959), anggota Board of Directors of the Study Mankind, AS (sejak 1968), anggota World Futures Studies Federation, Roma (sejak 1974), dan anggota kehormatan Koninklijk Institute voor Taal, Land en Volkenkunde, Belanda (sejak 1976).

STA wafat dalam usia 86 tahun, pada tanggal 17 Juli 1994 di Jakarta.

2. Pemikiran

(Dalam proses pemgumpulan data)

3. Karya-karya

Sebagai sosok sastrawan, STA telah melahirkan banyak karya, yaitu:

  1. Tak Putus Dirundung Malang (novel, 1929)
  2. Dian Tak Kunjung Padam (novel, 1932)
  3. Tebaran Mega (kumpulan sajak, 1935)
  4. Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia (1936)
  5. Layar Terkembang (novel, 1936)
  6. Anak Perawan di Sarang Penyamun (novel, 1940)
  7. Puisi Lama (bunga rampai, 1941)
  8. Puisi Baru (bunga rampai, 1946)
  9. Pelangi (bunga rampai, 1946)
  10. Pembimbing ke Filsafat (1946)
  11. Dari Perjuangan dan Pertumbuhan Bahasa Indonesia (1957)
  12. The Indonesian Language and Literature (1962)
  13. Revolusi Masyarakat dan Kebudayaan di Indonesia (1966)
  14. Kebangkitan Puisi Baru Indonesia (kumpulan esai, 1969)
  15. Grotta Azzura (novel tiga jilid, 1970 & 1971)
  16. Values as Integrating Vorces in Personality, Society and Culture (1974)
  17. The Failure of Modern Linguistics (1976)
  18. Perjuangan dan Tanggung Jawab dalam Kesusastraan (kumpulan esai, 1977)
  19. Dari Perjuangan dan Pertumbuhan Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia sebagai Bahasa Modern (kumpulan esai, 1977)
  20. Perkembangan Sejarah Kebudayaan Indonesia Dilihat dari Segi Nilai-Nilai (1977)
  21. Lagu Pemacu Ombak (kumpulan sajak, 1978)
  22. Amir Hamzah Penyair Besar antara Dua Zaman dan Uraian Nyanyian Sunyi (1978)
  23. Kalah dan Menang (novel, 1978)
  24. Menuju Seni Lukis Lebih Berisi dan Bertanggung Jawab (1982)
  25. Kelakuan Manusia di Tengah-Tengah Alam Semesta (1982)
  26. Socio-cultural Creativity in the Converging and Restructuring Process of the Emerging World (1983)
  27. Kebangkitan: Suatu Drama Mitos tentang Bangkitnya Dunia Baru (drama bersajak, 1984)
  28. Perempuan di Persimpangan Zaman (kumpulan sajak, 1985)
  29. Seni dan Sastra di Tengah-tengah Pergolakan Masyarakat dan Kebudayaan (1985)
  30. Sajak-sajak dan Renungan (1987).
  31. Selain itu, STA juga memiliki karya lain berupa buku dimana ia bertindak sebagai editor, dan beberapa buku terjemahan, yaitu:
  32. Kreativitas (kumpulan esai, tahun 1984).
  33. Dasar-Dasar Kritis Semesta dan Tanggung Jawab Kita (kumpulan esai, tahun 1984).
  34. Nelayan di Laut Utara (karya Pierre Loti, terjemahan tahun 1944)
  35. Nikudan Korban Manusia (karya Tadayoshi Sakurai; terjemahan bersama Soebadio Sastrosatomo, 1944).

3. Penghargaaan

Atas karya dan jasa-jasanya bagi sastra dan budaya, STA telah dianugerahi beberapa penghargaan, yaitu:

  1. Satyalencana Kebudayaan, dari Pemerintah RI, Tahun 1970.

  2. Sebagai Pelopor dan tokoh "Pujangga Baru".
Kredit foto :
www.tokohindonesia.com
Dibaca : 13.329 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password