Jumat, 24 Februari 2017   |   Sabtu, 27 Jum. Awal 1438 H
Pengunjung Online : 7.659
Hari ini : 55.135
Kemarin : 88.940
Minggu kemarin : 233.537
Bulan kemarin : 4.156.978
Anda pengunjung ke 101.796.891
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Tokoh Melayu

Teuku Jacob

a:3:{s:3:

1. Riwayat Hidup

Teuku Jacob dilahirkan di Peureulak, Aceh Timur pada tanggal 6 Desembar 1926 dari ayah bernama Teuku Soelaiman seorang pamong praja berdarah ningrat dan ibu bernama Cut Kariman. Ia adalah anak bungsu dari tiga orang bersaudara dan menikah dengan Nuraini dan dikaruniai seorang anak wanita.

Riwayat pendidikan Teuku Jacob dimulai dari SD Langsa, SMP di Kutaraja dan SMA di Banda Aceh hingga tahun 1949. Kemudian melanjutkan pendidikan ke Fakultas Kedokteran UGM dibidang kedisiplinan paleo-antropologi (1956). Setelah itu, ia mengikuti kuliah di University of Arizona Graduate College and Howard University Graduate School serta provedence Hospital, Washington DC, Amerika Serikat dan memperoleh gelar Master dan Medical Doctor (MD) tahun 1960. Kemudian meraih gelar doktor bidang paleo-antropologi di Rijksuniversiteit, Utrecht, Negeri Belanda, tahun 1967. Di dua perguruan tinggi ini, Jacob dibimbing dua arkeolog ternama: Prof. Dr. W. Montague Cobb, dan Prof. Dr. G.H.R. Koenigswald.

Teuku Jacob memulai kariernya sejak masih kuliah yaitu menjadi asisten anatomi di Fakultas Kedokteran UGM  (1954-1963), Lektor Muda dan kemudian Lektor Kepala Antropologi UGM (1963- 1971), Asisten Anatomi Universitas Amerika, Washington DC (1959-1960), Guru Besar Tamu Paleontologi, Manusia, San Diego (1968), Guru Besar Antropologi UGM (1971-sekarang), Sekretaris Fakultas Kedokteran UGM (1973-1975), Ketua Bidang Ilmu Kedokteran Lembaga Pendidikan Doktor UGM (1977-sekarang), Anggota Komisi Kerja Senat UGM (1977-sekarang), dan menjabat sebagai Rektor UGM (1982-1986). Selain sibuk di dunia akademis, Jacob juga memiliki pekerjaan lain yaitu menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Berkala Ilmu Kedokteran (1969- sekarang), Koresponden International Review of Doctors for the Envirenment (sejak 1991), Current Anthropologi (1965), International Journal of Human Evalution (sejak 1986), Anggota American Association of Physical Anthropologists, Anggota Society for the Study of Social Biology, Anggota American Association for the Advancement of Science, anggota Societe d‘Anthropologie de Paris, dan Anggota Society for Medical Anthropology.  

2. Pemikiran

Salah satu hasil pemikiran dari Teuku Jacob yaitu berhasil mengembangkan mengenai gagasan holisme di bidang kedokteran. Menurutnya, kedokteran tradisional holisme itu sangat penting karena pasien dianggap sebagai makhluk yang utuh, tidak hanya dirinya saja, melainkan erat kaitannya dengan keluarga, masyarakat, lingkungan, dan alam kosmos. Sementara kedokteran modern, yang dianggap sebagai pasien yaitu orangnya yang sakit. Kalau tidak ada fragmentasinya, kadang-kadang pasien hanya dianggap sebagai individu dan tidak utuh dalam jaringan kehidupan. Padahal sehat dan sakit itu tergantung pada individu itu sendiri, tetapi dipengaruhi oleh faktor-faktor luar. Menurut Jacob, jika melihat pasien secara terfragmentasi, maka kerugian akan semakin banyak terutama biaya pengobatan jadi mahal. Misalnya, seorang pasien disangka matanya yang sakit, padahal dia menderita diabetes. Sementara penyakit diabetes itu tergantung kepada lingkungan, makanan, kemakmuran, ekonomi, kebiasaan makan dan sebagainya. Dengan demikian, biaya bisa menjadi mahal karena penyakit diperiksa tidak secara keseluruhan. Ibarat satu mesin, tidak dilihat secara menyeluruh kerusakannya, tapi hanya diganti baut-baut yang rusak saja. Oleh karena itu, bagi seorang pasien harus ada ahli yang khusus bisa memeriksa secara keseluruhan penyakit yang dideritanya.

3. Karya-karya

Sebagai sosok ilmuwan, Teuku Jacob telah melahirkan beberapa karya yaitu:

  1. The Sixth Skull Cap of Pithecanthropus Erectus, American Journal of Physical Anthropology, (tahun 1966).
  2. Some Problems Pertaining to the Racial History of the Indonesia Region, Neerlandia, Utrecht, (tahun 1967).
  3. The Phitecanthropus of Indonesia, Bulletins et Memoires de Societe d‘Anthropologie de Paris, (tahun 1975).

4. Penghargaan

Atas dedikasinya bagi ilmu pengetahuan, Teuku Jacob telah dianugerahi gelar Doctor of Science (DSC), dari Open International University of Complementary Medicines, Colombo, Srilangka (tahun 1992).

Kredit foto :
www.kompas.com

Dibaca : 5.894 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password