Kamis, 17 Agustus 2017   |   Jum'ah, 24 Dzulqaidah 1438 H
Pengunjung Online : 1.058
Hari ini : 1.341
Kemarin : 34.114
Minggu kemarin : 225.915
Bulan kemarin : 10.532.438
Anda pengunjung ke 103.004.169
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Tokoh Melayu

Muhammad Ariff Ahmad

a:3:{s:3:

1. Riwayat Hidup

Muhammad Ariff Ahmad (budayawan) dilahirkan pada tanggal 6 Desember 1924 di Singapura. Ia merupakan tokoh dan budayawan Melayu yang sangat berpengaruh dan disegani di Singapura. Ketika masih kecil, ia menjalani kehidupan kesehariannya di beberapa kawasan di Singapura, seperti Newton Road, Dunearn Road, Tiong Bahru dan Henderson Road.

Pada usia delapan tahun, Muhammad Ariff masuk belajar di Sekolah Melayu di Tanglin Besar, Singapura. Ia berhasil masuk ke sekolah tersebut, atas jasa oleh seorang guru bernama bapak Rahim. Pada masa perang dunia kedua, ia pernah belajar di sekolah Jepang. Setelah perang selesai, ia melanjutkan pendidikan di Maktab Perguruan Sultan Idris di Tanjung Malim untuk memenuhi permintaan ayahnya agar ia menjadi guru. Ia adalah seorang siswa yang gemar membaca dan seringkali mengikuti lomba karya tulis dan berpantun di sekolah. Sejak kecil, ia bercita-cita untuk menjadi penulis sepanjang masa. Selain gemar membaca dan menulis, Muhammad Ariff juga memiliki bakat melukis.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Maktab Sultan Idris, Muhammad Ariff mulai bekerja sebagai seorang guru. Setelah menjadi guru, peluang dan ruang untuk mewujudkan cita-citanya menjadi penulis semakin terbuka lebar. Bersama beberapa penulis lain, ia mempelopori Angkatan Sastrawan 50 (Asas 50) Badan Persuratan Melayu. Di kalangan para sastrawan, ia dianggap sebagai Ensiklopedia berjalan mengenai masalah-masalah yang erat hubungannya dengan bahasa, sastra dan budaya Melayu. Sebagai sastrawan, ia telah menulis lebih dari 50 buah buku, berupa buku cereka (cerita), buku pengetahuan, buku kanak-kanak dan buku pelajaran sekolah. Ia juga pernah menulis esei dalam majalah dan surat kabar di Singapura dan Malaysia. Selain itu, ia juga pernah menulis naskah drama dan dokumentasi untuk penyiaran di televisi dan radio.

Di bidang organisasi, Muhammad Ariff juga pernah memegang beberapa jabatan penting, di antaranya Pengurus Tetap Majelis Pusat (1969-1983), Timbalan Yang Dipertua KGMS (1969), Anggota Majelis Penasihat AMP (1992-1994), dan Ketua I Asas 50 (1994-2001).

2. Pemikiran

(dalam proses pengumpulan data)

3. Karya-karya

Sebagai sastrawan, Muhammad Ariff Ahmad telah melahirkan beberapa karya, di antaranya:

  1. Sarah Pengarang Kechil, Singapura: Pustaka Melayu, 1958.
  2. Jangan Tak Ada (kumpulan puisi), 1990.
  3. Bahasa Melayu Pada Hari Ini: Satu Pandangan Pribadi, 1990.
  4. Harun Aminirrashid: Pengucapan Nasionalisme Menerusi Kesusasteraan, Sasterawan 2, 1990.
  5. Bicara tentang Adat dan Tradisi, Singapura: Pustaka Nasional, 1993.

4. Penghargaan

Atas karya dan jasa-jasanya pada sastra dan budaya, Muhammad Ariff Ahmad telah dianugerahi beberapa penghargaan, di antaranya:

  1. Pingat Budaya (Cultural Medallion Award), Majelis Seni Kebangsaan (tahun 1987).
  2. Anugerah Penulis Asia Tenggara / Southeast Asian Writers Award (Anugerah S.E.A Write Award) dari Kerabat Diraja Thai, di Thailand (tahun 1993).
  3. Tun Seri Lanang Award, Malay Language Council (Majelis Bahasa Melayu) Singapura (tahun 1993).
  4. Pendeta Majelis Pusat dari Perdana Menteri Goh Chok Tong (tahun 1999).
  5. Bintang Bakti Masyarakat dari Presiden S.R. Nathan (tahun 2000).

Sumber:

http://exhibitions.nlb.gov.sg/

Dibaca : 6.363 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password