Selasa, 25 April 2017   |   Arbia', 28 Rajab 1438 H
Pengunjung Online : 8.879
Hari ini : 75.081
Kemarin : 52.079
Minggu kemarin : 401.091
Bulan kemarin : 5.093.107
Anda pengunjung ke 102.200.803
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Tokoh Melayu

Taufik Abdullah

a:3:{s:3:

1. Riwayat Hidup

Taufik Abdullah (sejarawan dan peneliti) dilahirkan pada tanggal 3 Januari 1936 di Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia. Sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar, ia termasuk murid yang rajin dan tekun belajar sehingga selalu meraih prestasi yang gemilang sampai ke perguruan tinggi. Kecintaannya pada ilmu adalah warisan dari ayahnya, Abdullah Nur, seorang pedagang yang gemar membaca. Pernah suatu ketika, Taufik mendapat pinjaman majalah luar negeri yang berisi gambar tentang keindahan kota-kota besar seperti New York, Berlin, dan London, sehingga membuatnya berpikir dan berangan-angan ingin menjadi orang terkenal dan bisa ke luar negeri.

Pendidikan formal yang pernah ditempuh Taufik Abdullah yaitu: Sekolah Dasar (1948), Sekolah Lanjut Pertama (1951), dan Sekolah Lanjut Atas (1954). Kemudian, meraih gelar sarjana Sejarah pada Fakultas Sastra dan Kebudayaan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (1961), dengan skripsi berbahasa Inggris yang membahas tentang sejarah Eropa. Pada waktu itu, skripsi Taufik Abdullah adalah satu-satunya skripsi berbahasa Inggris dalam jurusan sejarah di UGM. Setelah itu, ia mendapat kesempatan untuk melanjutkan studi di Universitas Cornell, Ithaca, Amerika Serikat, dan berhasil meraih gelar master (1967). Selanjutnya, tahun 1970, ia meraih gelar doktor (Ph.D) dari Universitas yang sama dengan disertasi School and Politics: The Kaum Muda Movement in West Sumatera (1927-1933). Selain jalur pendidikan formal, ia juga pernah mengikuti Orientasi Program East-West Center di Universitas Hawaii, Honolulu, Amerika Serikat (1964).

Taufik Abdullah mengawali karirnya sebagai Asisten Dosen pada Jurusan Sejarah ketika masih kuliah di Fakultas Sastra UGM (1959-1961). Setelah meraih gelar doktor, ia melanjutkan karirnya di LIPI sebagai Kepala Bagian Umum Majalah Ilmu Pengetahuan Indonesia (Biro MIPI) Jakarta (1962-1963), dan Asisten Peneliti Leknas LIPI (1963-1967). Kemudian menjadi Peneliti Leknas (1967-1974), Direktur Leknas LIPI (1974-1978), Peneliti Leknasw LIPI (1978), dan menjabat sebagai Ketua LIPI (2000-2001). Selain itu, ia sering menghadiri berbagai seminar dan pertemuan dengan para sejarawan di luar negeri. Ia juga pernah tercatat sebagai tenaga pengajar dan peneliti pada Departemen Ilmu Politik di beberapa universitas, seperti Universitas Chicago, Universitas Wisconsin, dan Netherlands Institute for Advance Studies in the Humanities and Social Science (NIAS) Wassenaar (1970). Selain itu, ia juga pernah menduduki posisi penting di isntitusi lintas bangsa, seperti Wakil Presiden Southeast Asian Social Science Association di Kuala Lumpur, Malaysia, Ketua Komite Eksekutif Program Studi Asia Tenggara (ISEAS) di Singapura, dan Wakil Presiden Asosiasi Sosiologi Internasional Dewan Riset Sosiologi Agama. Kemudian, ia juga pernah menjadi ketua Masyarakat Sejarah Indonesia (MSI). Sebagai penulis, ia telah menghasilkan lebih dari 150 artikel yang dimuat dalam berbagai media massa, dan lebih dari 50 kata pengantar dalam berbagai karya, khususnya buku-buku tentang sejarah.

Sampai saat ini, Taufik Abdullah tinggal bersama keluarganya di Jalan Jenderal Gatot Subroto Jakarta (belakang gedung LIPI). Ia memiliki dua perpustakaan, yang pertama berlokasi di belakang rumahnya seluas lima belas meter persegi, dan yang kedua, berada di lantai dua rumahnya seluas sembilan meter persegi. Koleksi bukunya mencapai ribuan yang disusun secara rapi di rak-rak berdasarkan tema atau pengarang. Koleksi bukunya terdiri dari berbagai bidang keilmuan, seperti Sejarah (Indonesia, Asia Tenggara, dan Eropa), Antropologi, Filsafat, Sastra, Biografi, Ensikolopedi, dan buku-buku Islam. Selain itu, ia juga masih memiliki beberapa koleksi buku langka, seperti Kamus Bahasa Melayu-Belanda, Gayo-Belanda, Kamus Aceh dan koleksi tulisan asli Snouck Hurgronje dan ensiklopedi Hindia Belanda. Di perpustakaan inilah, ia mengisi waktu luang untuk menulis. Koleksi bukunya tersebut tidak dipinjamkan kepada kolega, karena tidak ada jaminan bisa kembali. 

2. Pemikiran

Sebagai sejarawan dan peneliti, Taufik Abdullah selalu berpegang teguh pada etika ilmiah. Dalam etika ilmiah tersebut, kejujuran, rasional, dan jernih dalam berpikir adalah mutlak diperlukan demi mencapai integritas intelektual. Ia menilai, sebagian dari sejarawan Indonesia masih terbelenggu pada asumsi-asumsi teoritis dan primordial. Oleh karena itu, ia menganjurkan agar posisi sejarawan hendaknya netral dan tetap menjaga jarak dari obyek penelitian, sehingga dapat memberikan makna obyektif terhadap realitas yang diteliti.   

3. Karya-karya

Sebagai sejarawan dan peneliti, Taufik Abdullah telah melahirkan banyak karya, di antaranya:

  1. Sejarah Lokal di Indonesian, (ed.), Jakarta: Tintamas, 1974.
  2. Islam di Indonesia, (ed.). Yogyakarta: Gadjah Mada Univ. Press, 1979.
  3. Etos Kerja dan Pembangunan Ekonomi, (ed). Jakarta: LP3ES dan Yayasan Obor,1979.
  4. Trend and Perspectives of Social Science in Indonesia, besama EKM Masinambaw (ed).
  5. Islam di Asia Tenggara. Jakarta: LRKN-LIPI, 1976.
  6. School and Politics: The Kaum Muda Movenment in West Sumatera (disertasi doktor), Amerika Serikat: Universitas Cornell. 1971.
  7. Sejarah dan Masyarakat: Lintasan Historis Islam di Indonesia. Jakarta: Pustaka Fardaus, 1987.

4. Penghargaan

Atas jasa dan karya-karyanya, Taufik Abdullah telah menerima beberapa penghargaan, di antaranya:

  1. Satya Lencana Karya Satya Tk II (1986).
  2. Penulis Buku Ilmu Sosial Terbaik 1987 dari Yayasan Buku Utama (1989).
  3. Fukuoka Asian Cultural Prize, Category: International/Academica (1991).
  4. Bintang Jasa Utama RI (1994).
  5. Bintang Satya Lencana 30 Tahun (1995).

Sumber:

  1. www.tokohindonesia.com
  2. www.pdat.co.id/hg/apasiapa/html
Dibaca : 7.953 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password