Kamis, 17 Agustus 2017   |   Jum'ah, 24 Dzulqaidah 1438 H
Pengunjung Online : 2.171
Hari ini : 25.428
Kemarin : 34.114
Minggu kemarin : 225.915
Bulan kemarin : 10.532.438
Anda pengunjung ke 103.005.981
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Tokoh Melayu

Ani Idrus

a:3:{s:3:

1. Riwayat Hidup

Ani Idrus dilahirkan pada tanggal 25 November 1918 di Sawahlunto, Sumatera Barat, Indonesia.  Ia adalah tokoh wanita dalam bidang jurnalistik yang berprofesi sebagai wartawati.

Riwayat pendidikan Ani Idrus dimulai dari Sekolah Dasar (SD) di Sawahlunto. Kemudian melanjutkan ke Sekolah Madrasah dan mengikuti pengajian di Surau. Selanjutnya, ia pindah ke Medan untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Madrasah (1928). Setelah itu, belajar di Methodist English School, Meisjeskop School, Schakel School, Mulo (Taman Siswa) dan SMA. Pada tahun 1962-1965, ia tercatat sebagai mahasiswa di Fakultas Hukum UISU Medan. Kemudian tahun 1975 masuk ke Fakultas Isipol dan meraih gelar doctoranda pada jurusan Ilmu Sosial Politik UISU Medan pada tanggal 19 Juli 1990.  

Ani Idrus memulai karirnya sebagai wartawan tahun 1930 dengan menulis di majalah Panji Pustaka Jakarta. Kemudian, tahun 1936, ia bekerja di Sinar Deli Medan sebagai pembantu pada majalah politik Penyedar. Pada tahun 1938, ia bersama H. Moh. Said (suaminya) menerbitkan majalah politik Seruan Kita. Selanjutnya, tahun 1947, juga menerbitkan majalah Harian Waspada bersama suaminya. Dua tahun kemudian, 1949, menerbitkan majalah Dunia Wanita. Sejak tahun 1969 sampai 1999, ia telah memimpin beberapa media cetak, di antaranya Harian Umum Nasional Waspada, Majalah Dunia Wanita, edisi Koran Masuk Desa (KMD), dan Koran Masuk Sekolah.

Sebagai wartawati senior, Ani Idrus pernah mendirikan dan membina beberapa organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), di antaranya mendirikan dan sekaligus sebagai pengurus organisasi PWI Medan (1951); berturut-berturut menjabat sebagai ketua PWI Kring Medan (1953-1963); mendirikan sekaligus ketua Yayasan Balai Wartawan Cabang Medan; mendirikan sekaligus wakil ketua Yayasan Akademi Pers Indonesia (API); mengambil alih kepemimpinan dari H.Moh. Said pada Harian Waspada Medan (1969); dan menjadi anggota Kantor Perwakilan Bersama (KPB) di Jakarta dari tujuh surat kabar yang tersebar di daerah (1984). Pada tahun 1990, ia pernah menjadi pemakalah pada seminar Peranan Surat Kabar Sebagai Pers Pembangunan di Daerah yang diselenggarakan oleh FISIPOL UISU yang diikuti mahasiswa/i dari berbagai perguruan tinggi. Selain itu, ia juga pernah melakukan perjalanan Jurnalistik ke berbagai negara. Pada tahun 1953, ia berkunjung ke Jepang sebagai wartawan Waspada bersama rombongan missi dagang Fact Finding Pemerintah Republik Indonesia yang dipimpin oleh Dr Sudarsono untuk merundingkan Rampasan Perang. Tahun 1956, berkunjung ke Amerika Serikat, Mesir, Turki, Jepang, Hongkong dan Thailand. Pada tahun 1961 dan 1962, berkunjung ke Inggris, Jerman Barat dan Perancis. Dalam tahun 1963, mengikuti rombongan Menteri Luar Negeri Subandrio ke Manila dan Filipina; dan mengikuti perjalanan Presiden RI ke Irian Jaya dalam rangka penyerahan Irian Barat ke pangkuan Republik Indonesia. Kemudian, tahun 1976, mengikuti rombongan Adam Malik menghadiri KTT Non-Blok di Srilangka. Selain itu, Ani Idrus juga pernah berkunjung ke Belanda, Belgia, Perancis, dan Italia untuk meliput perundingan Tengku Abdul Rahman dengan Cing Peng (pemimpin Komunis Malaya, di Baling Malaysia).

Ani Idrus juga pernah aktif dalam berbagai organisasi politik. Tahun 1934, menjadi anggota Indonesia Muda (wadah perjuangan pergerakan pemuda) dan pernah menjabat sebagai wakil ketua. Tahun 1937, menjadi anggota partai Gerakan Rakyat Indonesia (GERINDO) di Medan. Tahun 1949, masuk anggota Partai Nasional Indonesia (PNI). Dalam partai ini, ia beberapa kali menjabat sebagai ketua Penerangan dan pernah menjadi anggota Pleno Pusat di Jakarta. Pada tahun 1950, ia  menjabat ketua Front Wanita Sumatera Utara. Kemudian, ia juga pernah menjabat ketua Keuangan Kongres Rakyat seluruh Sumatera Utara yang menuntut pembubaran Negara Bagian Negara Sumatera Timur (NST). Pada tahun 1961, menjabat sebagai wakil Sekretaris Jenderal Front Nasional Sumatera Utara yang dibentuk oleh Pemerintah Republik Indonesia. Dari tahun 1960 hingga 1967, menjadi anggota DPR GR Tingkat I Provinsi Sumatera Utara dari golongan wanita. Selanjutnya, tahun 1967-1970, menjadi anggota DPR GR Tingkat I Sumatera Utara dari golongan karya (wartawan). Tahun 1984, diangkat sebagai Penasehat Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia. Selain itu, ia juga pernah mendirikan organisasi Wanita Marhaeinis dan menjadi Komisaris Propinsi (CP) Wanita Demokrat.

Selain menggumuli dunia jurnalistik dan politik, Ani Idrus juga pernah berkecimpung dalam dunia pendidikan. Mulai dari tahun 1953, ia mendirikan Taman Indria yang berfungsi sebagai Balai Penitipan Anak, Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD). Kemudian, tahun 1960, mendirikan Yayasan Pendidikan Democratic dengan membuka sekolah Democratic English School. Tahun 1978, ia mendirikan lagi Yayasan Pendidikan Democratic dengan membuka Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Perguruan Eria. Tahun 1984, mendirikan Madrasah Ibtidaiyah Rohaniah (sederajat SD) dan sebuah masjid di sampingnya. Tahun 1987, mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIKP) dan membuka Kursus Komputer Komunikasi (K-3) di Gedung Kampus STIKP. Selain itu, ia juga pernah mendirikan Sekolah Dasar (SD) Swasta Katlia yang kemudian berubah menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan. Semua yayasan dan lembaga pendidikan tersebut didirikan di Medan.

Menjelang akhir hayat, Ani Idrus juga masih memiliki kegiatan lain, yaitu sebagai ketua umum Sekolah Sepak Bola WASPADA Medan, Direktur PT. Prakarsa Abadi Press Medan dan ketua Yayasan Asma Cabang Sumatera Utara.

Ani Idrus wafat pada tanggal 9 Januari 1999 di Medan, dalam usia 81 tahun. Jenazahnya dimakamkan di Pemakaman Umum Jalan Thamrin, Medan.

2. Pemikiran

(dalam proses pencarian data)

3. Karya-karya

Sebagai jurnalis, Ani Idrus telah melahirkan beberapa karya, di antaranya:

  1. Buku Tahunan Wanita, (1953).
  2. Menunaikan Ibadah Haji ke Tanah Suci, (1974).
  3. Wanita Dulu, Sekarang dan Esok, (1980).
  4. Terbunuhnya Indira Gandhi, (1984).
  5. Sekilas Pengalaman dalam Pers dan Organisasi PWI di Sumatera Utara, (1985).
  6. Doa Utama dalam Islam, (1987).

4. Penghargaan

Atas karya dan jasa-jasanya bagi pers, Ani Idrus telah dianugerahi beberapa penghargaan, di antaranya:

  1. Pengabdian selama 25 tahun di dunia Pers dari PWI Cabang Sumutaera Utara, Medan (1959).
  2. Piagam Pembina Penataran Tingkat Nasional dari BP7 Jakarta (1979).
  3. Satya Penegak Pers Pencasila dari Menteri Penerangan Republik Indonesia di Jakarta (1988).
  4. Sebagai Wartawati Senior (usia 70 tahun masih aktif sebagai wartawati) dari Menteri Penerangan Republik Indonesia di Makassar (1990).
Dibaca : 6.360 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password