Senin, 27 Maret 2017   |   Tsulasa', 28 Jum. Akhir 1438 H
Pengunjung Online : 6.290
Hari ini : 35.443
Kemarin : 113.319
Minggu kemarin : 301.775
Bulan kemarin : 4.019.095
Anda pengunjung ke 102.006.473
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Tokoh Melayu

Mochtar Lubis

a:3:{s:3:

1. Riwayat Hidup

Mochtar Lubis dilahirkan pada tanggal 7 Maret 1922 di Sungaipenuh Padang, Sumatera Barat. Ia adalah anak keenam dari sepuluh bersaudara. Ayahnya, Raja Pandapotan, adalah seorang demang merangkap mandor perkebunan milik Belanda. 

Riwayat pendidikan Mochtar Lubis dimulai di sekolah HIS Sungaipenuh yang ditempuh selama empat tahun (selesai tahun 1936). Kemudian masuk Sekolah Ekonomi INS di Kayutanam (selesai tahun 1940). Setelah itu melanjutkan pendidikan ke East-West Center, Universitas Hawaii, Amerika Serikat.

Semasa hidupnya, Mochtar Lubis memulai kariernya bekerja pada Bank Factory di Jakarta. Di zaman pendudukan Jepang, ia bekerja sebagai redaktur Radio Militer Jepang kemudian menjadi wartawan LKBN sekitar tahun 1945. Selain itu, ia juga pernah menjadi wartawan Harian Merdeka dan aktif dalam beberapa mass media seperti: Pemimpin Redaksi Majalah Mutiara, Pemimpin Redaksi Harian Indonesia Raya, Pemimpin Umum Majalah Sastra Horison, Penulis/Kolumnis di Kompas, SH, Tempo dan Fokus. Di samping itu, ia juga pernah aktif dalam beberapa organisasi, di antaranya: aktif di Yayasan Indonesia Hijau, Assosiate Editor pada World Paper Boston AS, Dirjen Yayasan Pers Asia, Manila, Anggota Pacific Community, Wakil Ketua Akademi Jakarta, Ketua Dewan Penyantun LBH, Anggota International Press Institute London, Anggota Associatition for Cultural Freedom, dan Anggota Mondial pour les Etudes Sur le Futur.

Sementara itu, karirnya sebagai sastrawan mulai ditapaki Mochtar Lubis sejak penerbitan buku pertamanya berjudul Si Djamal (tahun 1950), kemudian Djalan Tak Ada Udjung (tahun 1952). Semasa masih hidup, Mochtar Lubis aktif melakukan olahraga seperti tenis, jogging dan latihan kungfu. Selain itu, ia juga memiliki kegemaran bercocok tanam di halaman rumah dan di kebunnya, dekat puncak.

Mochtar Lubis meninggal dunia dalam usia 82 tahun, pada hari Jum’at, 2 Juli 2004 di Rumah Sakit Medistra, Jalan Gatot Subroto Jakarta Selatan. Jenazahnya dikebumikan di tempat pemakaman umum Jeruk Purut Jakarta Selatan, berdampingan dengan makam sang istri, Siti Halimah yang 3 tahun mendahuluinya. Ia meninggalkan 3 anak yaitu Indrawan Lubis (sulung), Arman Lubis, dan Yana Zamira Lubis (bungsu) dan 8 orang cucu.

2. Pemikiran

(Dalam proses pengumpulan data)

3. Karya-karya

Sebagai sosok pengarang, Mochtar Lubis telah melahirkan beberapa karya berupa kumpulan cerpen dan novel, yaitu:

  1. Tidak Ada Esok (novel, 1951)
  2. Si Jamal dan Cerita-Cerita Lain (kumpulan cerpen, 1950)
  3. Teknik Mengarang (1951)
  4. Teknik Menulis Skenario Film (1952)
  5. Harta Karun (cerita anak, 1964)
  6. Tanah Gersang (novel, 1966)
  7. Senja di Jakarta (novel, 1970; diinggriskan Claire Holt dengan judul Twilight in Jakarta, 1963)
  8. Judar Bersaudara (cerita anak, 1971)
  9. Penyamun dalam Rimba (cerita anak, 1972)
  10. Manusia Indonesia (1977)
  11. Berkelana dalam Rimba (cerita anak, 1980)
  12. Kuli Kontrak (kumpulan cerpen, 1982)
  13. Bromocorah (kumpulan cerpen, 1983)

Selain itu, Mochtar Lubis juga memiliki beberapa karya lain di bidang jurnalistik, sebagai editor, dan karya terjemahan, antara lain:

a.  Karya Mochtar Lubis di bidang Jurnalistik:

  1. Perlawatan ke Amerika Serikat (1951)
  2. Perkenalan di Asia Tenggara (1951)
  3. Catatan Korea (1951)
  4. Indonesia di Mata Dunia (1955)

b.  Karya Mochtar Lubis sebagai editor:

  1. Pelangi: 70 Tahun Sutan Takdir Alisyahbana (1979)
  2. Bunga Rampai Korupsi (bersama James C. Scott, 1984)
  3. Hati Nurani Melawan Kezaliman: Surat-Surat Bung Hatta kepada Presiden Soekarno (1986)

c.  Karya Terjemahan Mochtar Lubis:

  1. Tiga Cerita dari Negeri Dollar (kumpulan cerpen, John Steinbeck, Upton Sinclair, dan John Russel, 1950)
  2. Orang Kaya (novel F. Scott Fitgerald, 1950)
  3. Yakin (karya Irwin Shaw, 1950)
  4. Kisah-kisah dari Eropa (kumpulan cerpen, 1952)
  5. Cerita dari Tiongkok (terjemahan bersama Beb Vuyk dan S. Mundingsari, 1953)

4. Penghargaan

  1. Hadiah Sastra, dari BMKN (tahun 1952).
  2. Musim Gugur (Cerpen), meraih Hadiah, dari majalah Kisah (tahun 1953).
  3. Perempuan (Kumpulan cerpen), meraih Hadiah Sastra Nasional, dari BMKN (tahun 1955-1956).
  4. Hadiah Ramon Magsaysay, dari Filipina (tahun 1958).
  5. Hadiah Pena Emas, dari World Federation of Editors an Publishers.
  6. Harimau! Harimau! (Novel), meraih Hadiah, dari Yayasan Buku Utama Departeman P & K (tahun 1975).
  7. Maut dan Cinta (novel), meraih Hadiah Sastra, dari Yayasan Jaya Raya (tahun 1979).
  8. Anugerah Sastra Chairil Anwar (1992).
Kredit foto :
www.mandailing.org
Dibaca : 15.780 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password