Wednesday, 28 October 2026   |   Wednesday, 16 Jum. Awal 1448 H
Online Visitors : 0
Today : 9.151
Yesterday : 9.404
Last week : 0
Last month : 45.610.426
You are visitor number 105.216.314
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • No data available

 

Malay history

Read : 50.410 time(s).

Comment of "kerajaan banggai"

12 Marc 2012. alfonso dimake
saya rasa sebelum raja amir di lantik sebagai raja pasaat itu, ada seorang anak yang telah di lantik dulu sebagai raja pada saat itu. dan pada masa itu syukuran amir hanyalah seorang pesuruh di dalam kerajaan.
17 May 2012. Haryanto Djalumang
raja pertama kerajaan Banggai Adi Cokro mumbui Doi Jawa (1580-1590), bangsawan kerajaan Demak, keponakan dipati Yunus (1525), dalam buku Moh.Yamin Gajah Mada (1978). Adi Cokro, atau Adi Cakra merupakan yang pertama kali mempersatukan kerajaan-kerajaan kecil di Pulau Banggai dan menaklukan kerajaan Tompotika dan Motindok di Banggai darat (1530), Adi Cokro juga membuat sebuah keturunan baru dengan menikah putri Portugis Castilia di Ternate melahirkan anaknya Prins Mandapar, menikah dengan putri raja Motiondok Aseni, Nuru Sapa melahirkan anaknya Abu Kasim, Prins Mandapar berkuasa (1600-1630), masih banyak kekeliruan data sejarah diatas, saya melakukan studi kepustakaan Doermier (1945) Banggaiseach adatrech, Albert C.Kruyt (1931) The Voersten van Banggai dan lainnya....
17 May 2012. Haryanto Djalumang
saya lanjutkan agar kebenaran sejarah dapat dipertanggungjawabkan, raja pertama Mumbu Doi Jawa Adi Cokro (1580-1590), sejak tahun tahun 1590-1600 dipimpin oleh raja ke dua sampai ke duabelas masing2 sbb: Mumbu doi Tano, Mumbu Doi Ndalangon, Mumbu Palangkangkang, Mumbu Tetelengan, Mumbu Dinadat Doi Batang, Mumbu Dinadat Doi Taipa, Mumbu Dinadat, Mumbu Aibinggi, Mumbu Sinambebekon (Abukasim), Mumbu Doi Taipa, dan Mumbu Pangkola. Raja ke 13 Mumbu Doi Godong Maulana Prins Mandapar (1600-1930), raja ke 14 anaknya Molen Mumbu Doi Kintom (1630-1648), ke 15 Paudagar Mumbu Doi Benteng (1648-1689), raja ke 16 sampai ke 33 merupakan cucuk, cicit dari Prins Mandapar, sampai raja terakhir ke 33 Syoekuran Aminuddin Amir (1942-1959)....
17 May 2012. Haryanto Djalumang
Studi Kepustakaan yg kami lakukan dari buku Franscois Valentijn (1726) Oud en Nieeuw ooose Indien; Dr.JJ.Doermeire (1945), Hukum Adat Banggai; Albert C.Kruyt (1931), the Voersten van Banggai, The Balantak Studie van Celebes, The To Loinang van Celebes; Dr.J.P. Kleiweg de Zwaan (1929), bijdrage tot de Antropologis van Celebes; E.Goedhat (1808), Drie landschappen serta wawancara dengan ketua lembaga adat Banggai, Balantak dan Loinang (Saluan) serta Masama (Andio)....
18 May 2012. Haryanto Djalumang
susunan lengkap raja (Adi, Mumbu doi atau Tomundo) Banggai yang pertama sampai ke 33 adalah sbb:Adi Tjokro Mumbu Doi Jawa (1580-1590); Mumbu Doi Tano; mumbu Doi Ndalangon; Mumbu Palakangkang; Mumbu Dinadat Doi Batang; Mumbu Dinadat Doi Taipa; Dinadat; Mumbu Aibingi; Mumbu Sinambembekon Abu Kasim; Mumbu Doi Taipa; Mumbu Pangkelo (1590-15600; Maulana Frins Mandapar Mumbu Doi Godong (1600-1630); Molen Mumbu Doe Kintom (1630-1648); Paudagadr Mumbu Doi Benteng (1648-1689); Mbulang Mumbu Doi Balantak (1689-1705); Abdul Gani Mumbu Doi Kota (1705-1728); Abu Kasim Mumbu Doi Bacan (1728-1753); Kabudo Mumbu Doi Mendono (1753-1768); Ansyara Mumbu Doi Padongko (1768-1773); Mandaria Mumbu Doi Dinadat (1773-1809); Atondeng Mumbu Doi Galela (1809-1821); Tadja Mumbu Doi Sau (1821-1827); Laota mumbu Doi Tenebak (1827-1847); Agama Mumbu Doi Bugis (1847-1852); Tatu Tonga mumbu Doi Jere (1852-1858); Soak Mumbu Doi Banggai (1858-1870); Nurdin Mumbu Doi Labasuma (1870-1882); H.Abdul Azis (1882-1900); H.Abdul Rahman (1901-1922); H.Awaluddin (1925-1940); H.Nurdin Daud (1940-1941); H.Sjoekuran Aminuddin Amir (1941-1959)......
18 May 2012. Haryanto Djalumang
Kerajaan Banggai di Kuasai Kesultanan Ternate 1580-1624, kemudian di kuasai Kerajaan Goa 1624-1667, setelah itu diambil alih Kesultanan Ternate 1667-1908. Wilayah Kerajaan Banggai Tg.api (perjanjian raja Tojo, 25 Mei 1897), sampai wilayah P.Togong Teong (Kab.Morowali). Ketika Hindia Belanda menguasai wilayah Sulawesi 1908, raja Banggai Abdurrahman pada tgl 1 April 1908 menandatangi Korte Verklaring (pelekat pendek), yg isinya kerajaan Banggai mendapat status wilayah otonom lepas dari Kesultanan Ternate, namun mentaati aturan-aturan Hindia Belanda. Pada Tahun 1924 Hindia Belanda mengeluarkan Staatblad 365 yg isinya wilayah kekuasaan Sulawesi Tengah di pusatkan di Manado, yaitu Keresidenan Manado, wilayah Sulawesi Tengah dibentuk dua Afdeling, yaitu Donggala dan Poso, kerajaan Banggai mendapat status Onderafdeling Banggai berkedudukan di Loewoek, sampai tahun 1942 Jepang masuk dan menguasai kerajaan Banggai...
18 May 2012. Haryanto Djalumang
Sebelumnya, wilayah kerajaan Banggai yang telah lepas dari Kesultanan Ternate mendapat status sebagai wilayah Gouvernement (setingkat propinsi) Celebes en Onderhoorighheden (sulawesi dan daerah bawahannya), dimana dibentuk suati Afdeling baru dengan nama Afdeling Oostkust van Celebes (Pantai Timur Sulawesi), tempat kedudukan kepala Afdeling di Luwuk (Staatsblad 367, tahun 1907). Kemudian kepala Afdeling dipindahkan ke Bau-Bau (Staatsblad 605, tahun 1911). Dan kemudian Hindia Belanda merubah wilayah Banggai menjadi Onderafeling berkedudukan di Luwuk (staatsblad 365,tahun 1924). Tahun 1924 dalam Staatsblad 366, wilayah Banggai dibagi dua menjadi Landschap Banggai darat di Luwuk dan Landschap Banggai Laut di Banggai. Tahun 1932, Lanschap Banggai disatukan kembali menjadi Onderafdeling Banggai berkedudukan di Luwuk (staatsblad 571, tahun 1932)....
18 May 2012. Haryanto Djalumang
Setelah Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945, Hindia Belanda kembali ke Indonesia dengan NICAnya, wilayah Sulawesi masih dikuasai Hindia Belanda dengan membentuk Negara Indonesia Timur (NIT), setelah Konferensi Mejah Bundar, 1949 Wilayah Sulawesi masuk kedalam NKRI, Sulawesi Tengah dibentuk dua Kabupaten Dati II, yaitu Kabupaten Donggala dan Kab.Poso, Banggai mendapat status sebagai eilayah Swapraja, dengan Kepala Pemerintahan Negeri (KPN) raja ke 33 H.Sjoekoeran Aminuddin Amir, setelah lahir UU Nomor 29 Tahun 1959 Tentang Pembentukan Kabupaten Dati II di Sulawesi, Sulawesi Tengah terbentuk empat Kabupaten, yaitu Kabupaten Donggala, Kabupaten poso, Kabupaten Buol-Toli-toli dan Kabupaten Banggai, dengan Bupati pertama Kab.Banggai Bidin...Tahun 1999/2000, Kabupaten Banggai (induk) dimekarkan terbentuk Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep),. Kab.Banggai telah dipimpin 13 Bupati, yg ketiga belas H.Sophian Mile (2011-2016)...
18 May 2012. Haryanto Djalumang
Hasil Studi Kepustakaan yg kami lakukan terhadap Sejarah Kerajaan, antara lain sebagai kberikut: pertama, sebelum terbentuknya Kerajaan Banggai (1580), kerajaan-kerajaan lokal seperti Bongganan, Sisipan, Monsongan, Tompotika dan Motindok, pemimpinnya (raja) sudah memeluk Agama Islam (Muslim), yaitu raja Tompotika Lalogani,raja Motindok Ali Aseni, raja Bongganan Sinambebekan, ungkap Doermier (1945), Albert C,Kruyt (1931), E. Goebeh (1908), yg dibawah oleh pemimpin Muslim dari Timur-Tengah, melalu jalur Utara, bernama Puadino dan Syekh Sya'ban, bukti batunisan yg terletak di Desa Lolantang,Kecamatan Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan, prasasti berukir Timur-Tengah, berbahasa Arab, ungkap Doermier, kedua Adi Cokro raja Banggai I menikah pertama dengan putri raja Motindon (Batui) Nuru Sapa melahirkan anaknya bernama Abu Kasim Abdurrahman Raden Sakka, menikah kedua kalinya di Ternate dengan putri Portugis Castilia melahirkan putra kedua Frins Maulana Mandapar, menikah ketiga dengan putri Bokan lahir anak ketiganya Putri Jawi dan menikah keempat dengan putri Bsalo Doduung (nursia) melahirkan anaknya keempat Putri Saleh, ketika Adi Cokro kembali ke Demak (1596), Jawa Tengah, ia membawah istri keempat Nursia dan putrinya yg masih kecil putri saleh sampai akhir hayatnya meninggal di Demak (1590), sebelum Adi Cokro wafat, anak pertamanya Abu Kasim pernah menyusul ke Demak untuk mengajak kembali ayahnya Adi Cokro ke Banggai, namun beliau tidak bersedia kembali ke Banggai, kemudian Adi Cokro memberikan petuah dan amanat kepada anaknya Abu Kasim yaitu, kalau Engkau Abu Kasim tidak bersedia menerima pemimpin (Adi,raja) di Banggai, jemput adikmu Mandapar di Ternate dengan tanda-tanda cicin dan gelang di tangannya seperti engkaupunya, berikut bawah pulang adikmu putro Saleh ke Banggai serta dua pasang burunh (mamuha) Maleo untuk di pelihara, dikembangkan dijaga dengan baik, setelah Abu Kasim kembali dan menyampaikan pesan,amanat orang tuanya kepada Basalo Sangkap, selanjutnya mereka pergi menjemput adiknya Frins Maulana Mandapar di Ternate dan mengajak ke Banggai untuk memimpin kerajaan Banggai, sedangkan dua ekoe burung Maleo oleh Abu Kasim dan adiknya putri Saleh di bawah ke Motindok (Batui) dan diserahkan kepada neneknya, Aminah untuk menyampaikan pesan amanat bapaknya Adi Cokro, burung ini masih lestari sampai saat ini dengan Burung Male, dengan adat Monsawe Tumpe (menghantar) yg setiap tahun dilaksanakan di Batui dengan tujuang ke Banggai dengan adat Molabot(menerima)telur Maleo, sebelum di makan oleh masyarakat Motindok, Batui.......
18 May 2012. Haryanto Djalumang
Dua pasang burung Maleo yg kemudian menjadi adat Monsawe dan Molabot Tumpeh, sampai saat ini masih diperingati secara turun-menurun, Adi Cokro Mumbu Doi Jawa (Tuanku raja Cokro meninggal di tanah Jawa), sewaktu memimpin kerajaan Banggai pertama (1580-1596), ia mempersatukan seluruk wilayah dan masyarakat Banggai Darat dan Banggai Laut, melaksanakan penyebaran Islam yg lebih baik, membentuk perangkat adat yg bernama Ba Salo Sangkap, dan menetapkan sikap hadat Banggai terhadap kehidupan bermasyarakat dengan falsafahnya berbunyi, HADAT BERSINDI SYARA' DAN SYARA' BERSENDI HADAT, ungkap Albert C,Kruyt (1930) se orang pakar dan misionaris Belanda yg banyak meneliti kerajaan Banggai di darat dan di laut, perlu kajian kembali secara sistematis, kronologis dan faktual, tentang sejarah masuknya Islam di Nusantara, sebab di bawah abad ke 13, pemimpin (raja) di kerajaan Banggai sudah memeluk Islam (Muslim).......
19 May 2012. Haryanto Djalumang
Yang menarik, Adi Cokro Mumbu Doi Jawa (1580) memimpin kerajaan Banggai, atas kesepakatan para Tomundo, Mumbu, Adi (raja) kerajaan-kerajaan kecil di Banggai Kepulauan, dan setelah Adi Cokro menerima kepemimpinan tersebut, beliau para raja-raja kecil itu disejajarkan dengan posisi Adi,Tomundo, Mumbu, yaitu BASALO SANGKAP (Basalo Kokini, Babolau, Singgolok dan Katapean), tugasnya membantu raja dan memilih,mengusulkan raja ke Sultan Ternate untuk ditetapkan sebagai raja serta Adi Cokro membentuk KALLE (Imam Basingsa,Imam Distrik dan Imam Kampung), sebagai sebagai Badan Penasihat bidang Agama Islam. Pada Masa Pemerintahan raja Frims Maulana Mandapar (1600-1630), terbentuk struktur pemerintahan kerajaan yang namanya KOMISI EMPAT (Mayor Ngopa, Kapita Laut, Jogugu, Hukum Tua), tugasnya membantu raja secara operasional...
20 May 2012. Haryanto Djalumang
Keturunan Adi Cokro Mumbu Doi Jawa, raja pertama Kerajaan Banggai yangpaling menonjol memimpin kerajaan ini ada pada sosok putranya Frins Maulana Mandapar (1600-1630) raja ke 13 Kerajaan Banggai, ibunya seorang Bangsawan Portugis bernama Castilia (Castela). Mandapar menikah dengan putri Banggai,melahirkan putranya Molen Mumbu Doi Kintom (tuanku raja Molen meninggal di tanah Kintom), putra ini cikal bakal menjadi raja Banggai ke 14 mengganti Bapaknya. Mandapar menikah kedua kali dengan putri bangsawan Bugis, melahirkan putranya Paudagar Mumbu Doi Benteng (tuanku raja Paudagar meninggal di tanah Benteng), puta kedua ini cikal bakal menjadi raja Banggai ke 15 menggantikan kakanya. Dari kedua putra Frins Maulana Mandapar inilah yang kemudian melahirkan anak-anak, cucuk-cucuk, cicit-cicit, yang cikal bakal menjadi pemimpin, raja Banggai ke 16 Mbulang Mumbu Doi Balantak, sampai raja ke 33 H.Sjoekoeran Aminuddin Amir......
20 May 2012. Haryanto Djalumang
ketika Hindia Belanda menguasai wilayah kerajaan banggai, Tahun 1933, tepatnya pada hari idul Qurban, di Kampung Pala,Pagimana, Banggai darat, terjadi suatu peristiwa sejarah yang unik, umat muslim pada saat itu membuat apel akbar dan kemudian Menaikkan Benderah Merah Putih, yang dipimpin oleh T.S.Bullah, Agulu Lagonah, Jusuf Monoarfa, AL. Lanasir, Koyang Masulili (istri A.Lagunah) serta para pemuda Pagimana saat itu,..peristiwa ini kemudian Hindia Belanda menangkap mereka dan menjatuhkan pidana denda dan pidana dijebloskan ke penjara Luwuk, kenapa Bendera Merah Putih yg di kibarkan, karena bendera Kerajaan Banggai berwarnah Merah Putih...Inilah bukti, fakta, kebenaran sejarah di wilayah kerajaan banggai yang belum pernah diungkap secara Nasional.....
20 May 2012. Haryanto Djalumang
Gerakan Merah Putih tetap bergejolak, menembus ke pelosok negeri kerajaan Banggai, pada 13 February 1942, Gerakan Merah Putih di Luwuk yg dipimpin Dr.Sutardjo Notoprawiro (seorang Dokter dari Jawa) bersama-sama tentara Komite 12 menangkap Kapten F.Wolrabbe Kontrole Onderafdeling Banggai dan dimasukkan ke dalam penjara, pada tanggal ini pula berkibar Bendera Merah Putih dan Lagu Indonesia Raya di Luwuk, wilayah kerajakaan Banggai, bersama-sama pejuang Merah Putih Komite 12 Pagimana Jusuf Monoarfah, AL.Lanasir, Umar Ince Dahlan Ahmad Fulelkhan, Daud Gela, A.Mambu dan lain sebagainya.... Jepang mendarat di Luwuk pada 15 Mei 1942 dipimpin komandan Miyamoto....
20 May 2012. Haryanto Djalumang
Mengapa Luwuk menjadi pusat Pemerintahan? dan sejak kapan? dari hasil studi Kepustakaan dan wawancara dengan Tokoh Adat,Masyarakat Banggai, Luwuk menjadi pusat Pemerintahan pada saat Hindia Belanda menetapkan kerajaan Banggai sebagai Afdeling Oostkust van Celebes (pantai Timur Sulawesi) berkedudukan di Luwuk pada Tahun 1907 berkedudukan di Luwuk (Staasblad 367) pada saat itu kerajaan Banggai dipimpin raja Abdurrahman, kemudian Hindia Belanda meminta kepada raja Banggai untuk memindahkan Ibu Kota kerajaan Banggai di Luwuk.....
20 May 2012. Haryanto Djalumang
Dr.Doermier (mantan kontroler) Onderafdeling Banggai dalam bukunya Banggaicheadtrech (1945), pemindahan ibu kota kerajaan Banggai terjadi secara berangsur-angsur, sejak tahun 1908 pada saat kerajaan Banggai dipimpin raja ke 30 H.Abdurrahman, Luwuk sebagai ibu kota juga ditetapkan oleh pemerintahan Jepang (1942-1945) dan pemerintah pusat menetapkan Luwuk sebagai ibu kota Swapraja Banggai (1952) dan sebagai ibu Kota Kabupaten Dati II Banggai (1959).....
21 May 2012. Haryanto Djalumang
Luwuk dari asal kata, Huk dan Luwok, artinya Teluk. Pada 1780, masyarakat Keleke (dipegunungan) turun ke wilayah pantai untuk berkebun dan mereka namakan perkampungan itu Luwok (Teluk), mereka membuat pelabuhan untuk tukar-menukar hasil buminya (1825), maka berlabulah pedagang2 dari Bugis, Makassar, Jawa, Cina, Portugis, Arab, Turki, akhirnya pada 1890 masyarakat Keleke membuat sebuah perkampungan baru mereka di Luwok dengan nama Kampung Asam Jawa (sekarang Asrama Kodim 1308 Luwuk Banggai), Ketika Hindia Belanda menguasai kerajaan Banggai 1908, perkampungan Keleke, Asama Jawa dipindahkan ke arah Pegunungan pada 1912, dan berubah namanya menjadi Kampung Soho (sekarang Kelurahan Soho). Kampung inilah yang pertama kali terbentuk di pesisir pantai Luwok (pelabuhan), pusat pemerintahan Hindia Belanda (1907-1942) di Luwok, Jepang (1942-1945), serta Swapraja Banggai (1952-1959), Karena jadi pusat pemerintahan, maka Luwuk menjadi nama Ibu Kota,...
28 Aug 2013. abdul jalil mangalia
saya menambahkan sedikit mengenai adi cokro. sebenarnya nama adi saka itu bukan dari nama adi cokro tpi memang namanya ialah adi saka, sebab klu ada yg katakan adi cokro berubah menjadi adi saka karna dialek banggai maka itu bisa dikatakan keliru. cokro berubah kedalam dialek banggai seharusnya soklo, karna dalam dialek banggai kurang terdapat huruf R dan jika ada akan diserap menjadi huruf L, ini banyak terjadi di daerah bulagi, adi saka itu sendiri merupakan gelar yaitu Adi pengertiannya ialah unggul atau besar sedang saka ialah dahan diambil dari pengertian bahasa sansekerta, dan saka sendiri berkaitan dengan tiang atau tonggak maka jika digabungkan akan memiliki arti dahan atau tiang unggul atau tiang besar .. dan kalau dalam sejarah yg beredar di daerah bulagi adi saka mempunyai 2 orang putra yg kakak bernama Pu Adi meninggal 67 Hijria beliau seorang muslim sedang adiknya yg memimpin kerajaan banggai namanya belum diketahui, adiknya menjadi pemimpin setelah kembali dari jawa, maka jika dimasehikan 67 H brati sekitar akhir 600 M bukan 1600 M. situs kuburan ada di desa lolantang bulagi selatan.. selanjutnya kita bisa diskusikan...
08 Sep 2013. Tompotika Luwuk
@abdul jalil mangalia jadi maksud anda Adi Soko tersebut dan Adi Cokro adalah orang yang berbeda..?? Apakah benar demikian..??
08 Sep 2013. abdul jalil mangalia
kalau menganalisis adi cokro yg juga dia ke tanah jawa sama seperti adi saka, dan sama2 memiliki 2 putra maka kemungkina adi saka yg benar ialah adi saka yg disekitar abad VI dan adi saka abad ke XVI mungkin merupakan rekayasa penjajah untuk mengkaburkan sejarah banggai.. namun perlu kita harus analisis lagi..
09 Sep 2013. Tompotika Luwuk
@Abd Jalil Mangalia Bararti pula Kerajaan Banggai yang ada saat ini merupakan kerajaan bentukan Ternate/Belanda (penjajah),, sehingga sejarahnya pun dibuat seakan-akan merekalah pemersatu Banggai,, dan kita harus berterimakasih kepada mereka atas usaha mereka tsb,, (kira-kira demikian)..
11 Sep 2013. abdul jalil mangalia
sepertinya kita harus bedakan antara keberadaan suatu kerajaan dengan penulisan sejarah suatu kerajaan, karna jelas suatu kerajaan harus ada terlebih dulu baru sejarahnya dituliskan, namun yg menghawatirkan ialah dalam penulisan sejarah kadang tidak sesuai dgn kenyataan yg terjadi.. jadi kesimpulannya.. kerajaan banggai sudah ada sebelum datangnya para penjajah tapi yg perlu dipertanyakan mengenai penulisan mereka tentang sejarah kita, karena kita sendiri mengetahui bahwa mereka itu penjajah jdi tidak menutup kemungkina sejarah kita yg mereka susun telah direkayasa sesuai kepentingan mereka..
06 Sep 2014. HAMSEN B. KUAT
Tulisan tentang sejarah Banggai yg ditulis oleh berbagai pihak kacau balau,..!!!! bagaimana mungkin mereka mengetahui sejarah Banggai,..?!! mereka tidak pernah melakukan penelitian secara langsung pada sumbernya di pusat Kerajaan Banggai di Banggai karena mereka yg berbicara sejarah Banggai berada pada posisi daerah taklukan dari Kerajaan Banggai....!!!!
11 Sep 2014. Tompotika Luwuk
@Hamsen B. Kuat : Menurut bapak bagaimana sebenarnya awal mula sejarah Kerajaan Banggai tersebut..?? Tolong berikan deksripsi ringkasnya... Makasih
11 Sep 2014. HAMSEN B. KUAT
Baca hubungan Kerajaan Banggai dengan Dinasti China yang di tulis oleh CHOU KU FEI...kemudian di lanjutkan oleh Mpu Prapanca dalam buku NAGARA KERTAGAMA sehingga tulisan sejarah Kerajaan Banggai tidak sepotong-sepotong seperti yang di tulis sekarang ini yang hanya berbicara seputar ADI SOKO dan MANDAPAR. Bahwa ADI SOKO yang diklaim adalah dari tanah Jawa dan MANDAPAR adalah anak dari ADI SOKO adalah Dongeng Orang-Orang Tua dulu dan bunyi - bunyi suara burung yang kemudian oleh Kalian sebagai Penulis Sejarah Banggai hari ini menganggap dongeng itu benar walaupun tidak didasarkan pada fakta dan pembuktian, seharusnya kalian yang cerdas, setiap penulisan harus didasarkan pada fakta dan bukti - bukti yang bisa dipertanggungjawabkan pada setiap generasi.
11 Sep 2014. HAMSEN B. KUAT
informasi lebih lanjut lihat pada blog saya : lembagaadatbanggai.blogspot.com
15 Sep 2014. Tompotika Luwuk
@HAMSEN B. KUAT SALAH KAPRAH apabila dikatakan “KERAJAAN BANGGAI” telah ada dan dikenal sejak Abad 13… Merujuk pada Kitab Kertagama PUPUH 14 AYAT 5… Hanya dikatakan “NUSA – NUSA” yang artinya “PULAU-PULAU”.. Tidak pernah ada kata “KENALENDRAN” atau dalam bahasa Indonesianya “KERAJAAN” disana.. Jadi yang dimaksudkan di sana hanyalah PULAU2 atau TEMPAT2... Dalam buku sejarah yang disusun Batumundoan Banggai saja disebutkan bahwa kerajaan Banggai dimulai sejak abad XVI.. “ikaɳ saka saNUSA-NUSA makhasar butun / bangawi, kunir ggaliyau mwan i salaya sumba solot / muar, muwah tikhan i wandan ambwan athawa maloko wwanin, ri seran i timur makadinin aneka nusatutur” “Tersebut pula PULAU-PULAU Makasar, Buton, Banggawi, Kunir, Galian serta Salayar, Sumba, Solot, Muar, lagi pula Wanda(n), Ambon atau pulau Maluku, Wanin, Seran, Timor dan beberapa lagi pulau-pulau lain” kami telah mengunjungi blog saudara namun yang kami tanyakan mengenai awal mula berdirinya Kerajaan Banggai tidak termuat.. Yang termuat hanya masalah Adi Cokro dan Mandapar,, Sayangnya Buku Sejarah Banggai yang dirilis Batumundoan Banggai juga memuat nama2 tersebut di atas... Apakah anda juga sangsi dengan Sejarah yang disusun oleh mereka..?? Mengingat mereka adalah orang2 yang sangat memegang teguh Adat Istiadat Kerajaan Banggai sampai saat ini.. Kemudian masalah benda2 peninggalan dari China.. Bisa saja benda2 tersebut ada karena mungkin memang dahulu disana adalah pelabuhan dimana orang2 dari berbagai penjuru bertemu termasuk dari Majapahit seperti yang ditulis oleh Mpu Prapanca dalam bukunya Kitab Desawarnana atau yang lebih dikenal dengan Buku Negarakertagama..
15 Sep 2014. Tompotika Luwuk
Kitab Chu-fan-chi menyebutkan bahwa Jawa diperintah oleh maharaja, yang memerintah beberapa koloni (bukan kerajaan) : Pai-hua-yuan (Pacitan), Ma-tung (Medang), Ta-pen (Tumapel, sekarang Malang), Hi ning (Dieng), Jung-ya-lu (Hujung Galuh, sekarang Surabaya), Tung-ki (jenggi, Papua Barat), Ta-kang (Sumba), Huang-ma-chu (Southwest Papua), Ma-li (Bali ), Kulun (Gurun, diidentifikasi sebagai Gorong atau Sorong di Papua Barat atau sebuah pulau di Nusa Tenggara), Tan-jung-wu-lo (Tanjungpura di Kalimantan), Ti-wu (Timor), Pingya-i (Banggai di Sulawesi) , dan Wu-nu-ku (Maluku)
15 Sep 2014. HAMSEN B. KUAT
Tompotika Luwuk@ Yang anda katakan bahwa Mpu Prapanca dalam buku negara kertagama dan dalam kronis China oleh Chou Ku Fei hanya menyebutkan pulau-pulau (nusa-nusa), artinya sama dengan anda katakan Makassar,Maluku, Bali,tidak memiliki Kerajaan tapi hanya pulau-pulau sama juga dengan anda katakan didepan Tataba ada pulau tikus yang tidak dihuni oleh manusia,,,saya ragukan tingkat intelegensia anda. Kalau menurut intelegensi saya bahwa yang dikatakan oleh Mpu Prapanca tentang Pulau-Pulau adalah sebuah tempat dimana tempat itu dihuni oleh manusia dan binatang yang kemudian manusia tersebut memiliki komunitas dan didalam komunitas tersebut ada tatanan yang mengatur kehidupan sosial (interaksi). Permintaan anda tentang asal mula Kerajaan Banggai,,maaf dalam hal ini saya coba menjelaskan sesuai dengan tingkat intelegensia anda adalah sebagai berikut: Bahwa Kerajaan Banggai bermula dari sebutir telur yang diletakkan di puncak tertinggi gunung tompotika, yang kemudian telur tersebut mendapat tekanan panas dari ultraviolet sinar matahari sehingga telur tersebut pecah dan keluarlah seorang laki - laki perkasa dan inilah yang menjadi cikal bakal Raja Banggai pertama. semoga anda dapat memahami dan menjadi referensi anda...!
16 Sep 2014. Tompotika Luwuk
@Hasen B. Kuat >> Waduh diajak diskusi malah ngata2in orang,, gimana mau nyusun sejarah yang logis kalu gini critanya.. Maaf bang saya tidak pernah mendefenisikan kalau pulau2 itu berarti pulau2 kosong yang tidak berpenghuni seperti maksud anda pulau tikus tersebut.. Mohon maaf sekali lagi bang,, sekarang gini,, coba analisis lagi apa ada Kerajaan Makasaar dan Maluku pada abad XIII..?? pada masa itu hanya ada Kerajaan Goa dan Talo kemudian pada abad XV dibawah pimpinan raja Gowa yaitu Daeng Manrabba yang bergelar Sultan Alauddin setelah menganut agama Islam (1593-1639) disatukunlah ke2 kerajaan tsb. Bali pun demikian,, pada masa itu di Pulau Bali,, Kerajaan yang ada disana adalah Kerajaan Bedahulu, pada saat expansi majapahit di Pulau Bali dibawah panglima Arya Damar mengakibatkan Raja Astasura Ratna Bumi Banten terbunuh bersama putranya,, selanjutnya Kerajaan dipindahkan ke Gelgel (periode Gelgel) yang akhirnya pupus oleh pemberontakan I Gusti Agung Maruti,, selanjutnya dilanjutkan oleh Kerajaan Klungkung dst.. Bagaimana dengan Ambawa / Ambon..?? Tidak pernah ada yang namanya KERAJAAN Ambon saat itu,, yang lebih dikenal saat itu malahan Kerajaan Gapi (Ternate),, Ambon sendiri berkembang setelah datangnya Portugis pada Tahun 1575, penguasa Portugis mengerahkan penduduk di sekitarnya untuk membangun benteng Kota Laha atau Ferangi yang diberi nama waktu itu Nossa Senhora de Anunciada di dataran Honipopu. Dalam perkembangannya sekelompok masyarakat pekerja yang membangun benteng tersebut mendirikan perkampungan yang disebut Soa yang kemudian menjadi cikal bakal terbentuknya kota Ambon.. Dari ulasan di atas dapat diasumsikan bahwa ketika Expedisi Majapahit pada masa itu Mpu Prapanca hanya menuliskan TEMPAT atau PULAU yang pernah disinggahi oleh mereka,, karena pemerintahan di tempat2 tersebut ada nama Kerajaannya sendiri atau mungkin bagian dari Kerajaan lain.. Contoh lain Selayar, Sumba, Seram, Timor, inikan jelas2 nama2 pulau.. Jadi Kitab Sutasoma tidak dapat dijadikan rujukan bahwa sudah ada KERAJAAN Banggai saat itu (Abad XIII) karena pada waktu itu hanya ada 4 Kerajaan Kecil Olu/Babolau, Lombongan/Katapean, Singgolok dan Kokini nanati pada badad XVI barulah 4 kerajaan tadi disatukan (setidaknya itu yang tertulis pada Buku Sejarah Banggai yang disusun dan dirilis Batumundoan Banggai) dan JJ Dormier berhasil mendapat gelar Doktor bidang hukum adat Banggai di Rijks Universitiet (Universitas Kerajaan) di Leiden Nederland, karena berhasil menyusun Sejarah Banggai atas penelitianya.. Dan tentunya kami lebih percaya sejarah yang disusun Batumundoan Banggai,, karena memang mereka yang sampai saat ini masih memegang teguh ada istiadat Kerajaan Banggai.. Kalau ada bantahan dari abang tolong berikan dari disertasinya,, Mohon maaf sekali lagi tolong jangan menulis seperti di atas "bahwa ada sebutir telur yang diletakkan di atas puncak Gunung tompotika lalu menetas karena sinar matahari.." inikan tidak logis bang,,, bahkan kalau mau ju2r di puncak Gunung Tompotika itu tempat rindang bang,, puncaknya tidak terbuka jadi gak bakal kepanasan.. (tapi udah gak usah dibahas yang ini ) Back to topic aja..!!
17 Sep 2014. HAMSEN B. KUAT
Saya mengajak kalian untuk berpikir lebih cerdas ketimbang mengikuti alur cerita yang ditulis oleh berbagai pihak termasuk peneliti asing yang masih diragukan kebenarannya. Referensi yang kalian gunakan sebagai acuan dalam penulisan sejarah Banggai ketika diperhadapkan dengan bukti-bukti dan fakta maka tidak akan ditemukan kebenarannya, sehingga saya katakan tulisan sejarah kalian hanya berdasarkan pada dongeng, cerita rakyat, babad dan sebagainya. Seharusnya penulisan sejarah harus didasarkan pada ilmu pengetahuan dimana ilmu pengetahuan memerlukan pembuktian tapi kalau dongeng, cerita rakyat, babad tidak memerlukan pembuktian. Sekarang saya berikan contoh dongeng yang kalian tulis dalam sejarah Banggai, coba buktikan Adi Soko (Cokro,,,?)berasal dari tanah Jawa dan buktikan juga Mandapar itu anaknya Adi Soko (Cokro,,,?). silahkan berikan argumentasi yang rasional berdasarkan bukti-bukti, kalau kalian tidak mampu buktikan yang saya maksud diatas maka sebaiknya saya sarankan kalian melakukan penelitian kembali kepada sumbernya di Banggai atau kalian diam jangan berbicara sejarah Banggai yang hanya meracuni generasi di belakang hari. semoga dipahami....!!!
18 Sep 2014. Tompotika Luwuk
Bang sekarang gini aja bang... Kami cuma mau minta klarifikasi dari abag atas apa yang abang tuliskan tanggal 16 Sep 2014 lalu... "mereka yang berbicara sejarah Banggai berada pada posisi daerah taklukan dari Kerajaan Banggai..!!! ini maksudnya apa bang..???
21 Sep 2014. HAMSEN B. KUAT
Maksud dari daerah takluk adalah kalian harus mengungkap bagaimana Kerajaan Banggai melakukan penaklukan atas wilayah Banggai Darat sampai Tanjung Api, karena setiap tulisan sejarah Banggai hanya berputar tentang Adi Cokro dan Mandapar sehingga generasi dibelakang tidak mengetahui mengapa sampai Luwuk dan sekitarnya takluk di Kerajaan Banggai.
22 Sep 2014. Tompotika Luwuk
@Hamsen B. Kuat : Dormier (1945:18), Tompotika di Bualemo, sekitar tahun 1490 sampai tahun 1580 an pernah menjadi kerajaan besar, yang didiami suatu bangsa kutu nu tano, rajanya bernama Lologani, gugur dalam pertempuran dengan sultan Ternate, dengan bantuan tentara Tobelo dan Gorontalo, sebagian rakyat Tompotika mengusingkan diri ke wilayah-wilayah pedalaman dan pesisir selatan.. Tompotika jatuh atas invasi ternate.. Setuju..??
30 Okt 2014. irsanto labalo
perang antara kerajaan tidore dan balantak terjadi di daerah balantak, pada waktu itu suku balantak mendirikan benteng yang cukup tinggi diatas bukit, dalam peperangan tersebut banyak orang - orang tidore meninggal dunia akibat pelemparan batu dari atas benteng tersebut....saat ini situs benteng pertahanan suku Balantak masih kokoh berdiri....
30 Okt 2014. irsanto labalo
benteng pertahanan balantak merupakan referensi bahwa pada saat itu kerajaan tidore berperang dengan suku balantak....ini merupakan petunjuk dan referensi untuk memperkaya katalog sejarah kerajaan banggai, untuk tahun penyerangan belum diketahui......Situs benteng pertahanan ada di kel. dale dale kecamatan balantak. kab. banggai sulteng
08 Jan 2015. Tompotika Luwuk
@irsanto labalo : yah mgkin benar adanya wilayah" di timur pulau sulawesi pernah diserang kerajaan2 besar masa itu semisal ternate dan tidore seperti yang anda sebutkan,, untuk itu perlu kiranya ada penelitian mendalam.. Yang kita tidak sadari adalah setelah kerajaan2 yang ada di timur pulau Sulawesi runtuh oleh invasi mereka,, mereka kemudian membentuk sebuah kerajaan yang kita kenal dengan nama "KERAJAAN BANGGAI",, olehnya pelantikan raja" Banggai dilakukan oleh Sultan Ternate..
26 Jan 2015. Rusdi Andi Manangkari
@Tompotika Luwuk, Mohon maaf sebelumnya,nama Raja tompotika yg dimaksud LOLOGANI atau LALUGANI ? Kutu nu Tano atau tumpu nu tano (tuan tanah(andio))?,trus sy pernah mendengar nama Laginda apa ada hubungannya dengan Lalugani ? mohon kalau ada yg tau tlg bantuannya utk d ceritakan utk menambah pengetahuan saya mngenai sejarah. trimakasih
07 Jul 2015. abdul jalil mangalia
ini saya berikan tambahan.. http://cooljalil.blogspot.com/2014_04_01_archive.html
24 Okt 2015. pristiwanto
saya perlu informasi tentang maleo dilihat dari sejarah Kerajaan Banggai, sementara ini saya penelitian adat tumpe bila di batui dan malabot tumbe bila di banggai laut. pertanyaan saya apakah maleo ini miliknya raja banggai (mandapar) waktu itu, atau memang sudah ada di pulau sulawesi sebagai hewan endemik karena menurut beberapa literatur maleo ditemukan di likupang (sulut) buku dari Alfred Russel Wallace selang waktu Juni-September 1859,dengan judul kepulauan nusantara sebuah kisah perjalanan kajian manusia dan alam. dan Keberadaan maleo di Bolaang Mongondow dan Gorontalo literatur lain menurut David Henley yang mengkutip dari (Riedel 1901:226; Schwarz and De Lange 1876:155) dalam bukunya yang berjudul Fertility, Food And Fever Population, Economy and Environment in North and Central Sulawesi, 1600-1930 diterbitkan oleh KITLV Press Leiden. terus malao adalah hewan endemik Sulawesi hanya ditemukan di hutan tropis dataran rendah pulau Sulawesi khususnya daerah Sulawesi Tengah, yakni di daerah Kabupaten Sigi (Desa Pakuli dan sekitarnya), Taman Nasional Lore Lindu, dan Kabupaten Banggai, di Hutan Suaka Margasatwa Bakiriang Kecamatan Batui seperti di sepanjang kawasan Rata, Bakiriang, Dongin dan Minahaki, adalah tempat turunnya burung maleo di musim bertelur. Di pesisir pantai Kau Walu Desa Siuna Kecamatan Pagimana. Desa Balingara Kecamatan Nuhon, Hutan Mololuntun Desa Buon Mandiri Kecamatan Luwuk Timur, Desa Kampangar Kecamatan Balantak Utara, dan Desa Taima Dusun Tamparang Penangkaran Libuun Kecamatan Bualemo, juga terdapat di Kepulauan Buton, Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Utara. terima kasih

Insert your comment here :

Please login to comment

Please login with your email and password, if you currently not registered, please register with link provided.

 Registered member please login
Email
Password