12 agustus 2015 07:07
Kesenian Melayu Kukuhkan Kepribadian dan Jati Diri
Judul Buku
| : | Kesenian Melayu |
Penulis
| : | Rahmah Bujang dan Nor Azlin Hamidon |
| Penerbit | :
| Akademi Pengajian Melayu University Malaya |
Cetakan
| :
| Pertama, 2002 |
Tebal
| :
| vi + 240 Halaman |
Ukuran
| :
| 15 cm x 22 cm. |
Buku yang berbicara tentang kesenian Melayu dan ditulis oleh Prof. Datin Dr. Rahmah Bujang dan Puan Nor Azlin Hamidon ini awalnya sebagai modul pembelajaran atau mata kuliah mahasiswa seni di Akademi Pengajian Melayu, Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia. Karena cakupan isinya yang luas dan mendalam tentang sejarah, dasar, teori, dan wawasan seni Melayu, buku ini bisa juga dijadikan bahan rujukan penting untuk pengembangan pengetahuan lebih dalam tentang Kesenian.
Ada dua jenis kesenian yang dibahas di dalam buku ini yaitu seni rupa dan seni pertunjukan. Bagian seni rupa mencakup seni lukis, seni tekstil dan busana, seni bina, dan seni ukir. Sedangkan seni pertunjukan pembahasan bertumpu pada seni tari, musik, lagu, dan teater.
Secara garis besar buku ini terbagi menjadi tiga bagian pembahasan. Bagian pertama membahas seni rupa Melayu meliputi sejarah dan perkembangan, latar teoritis, sumber inspirasi, estetika, etika seni rupa Melayu, fungsinya, dan lain-lain. Sedangkan bagian kedua membahas mengenai seni pertunjukan Melayu yang dimulai dari latar teoritisnya kemudian pengembangan seni pertunjukan serta jenis-jenisnya. Seni musik dan lagu-lagu Melayu, seni tari Melayu, estetika seni tari Melayu, dan teater Melayu juga menjadi bagian dalam bab ini.
Sebagai bagian dari budaya, seni merupakan proses olah pikir, rasa, dan kreasi manusia yang tidak bisa lepas dari lingkungan dan komunitasnya. Maka penting bagi pelaku seni untuk melihat reaksi masyarakat, karena menurut penulis buku ini, setiap ativitas bisa melahirkan reaksi positif atau negatif. Dan, kreativitas seni Melayu akan berkembang secara baik selaras dengan citarasa manusia Melayu itu sendiri. (hlm. 224)
Melihat posisi seni di tengah masyarakat dan umpan balik yang dihasilkannya, menjadi sesuatu yang signifikan untuk dijadikan sebagai sebuah dasar pengembangan ke depan. Tantangan di era globalisasi juga harus memperhitungkan banyak hal yang terus berkembang. Tetapi, yang lebih penting dalam seluruh kreativitas di era derasnya perubahan ini adalah tetap kokohnya kepribadian sebagai orang Melayu dan tidak kehilangan jati diri. (OS Koto/Res/52/08-2015)
Editor: Agus Najib Afwan
Read : 1.022 time(s).