Senin, 8 Juni 2026   |   Tsulasa', 22 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 789
Kemarin : 24.704
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Resensi Buku



12 agustus 2015 07:07

Kesenian Melayu Kukuhkan Kepribadian dan Jati Diri

Judul Buku
:
Kesenian Melayu
Penulis
:
Rahmah Bujang dan Nor Azlin Hamidon
Penerbit:
Akademi Pengajian Melayu  University Malaya
Cetakan
:
Pertama, 2002
Tebal
:
vi + 240 Halaman
Ukuran
:
15 cm x  22 cm.

Buku yang berbicara tentang kesenian Melayu dan ditulis oleh Prof. Datin Dr. Rahmah Bujang dan Puan Nor Azlin Hamidon ini awalnya sebagai modul pembelajaran atau mata kuliah mahasiswa seni di Akademi Pengajian Melayu, Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia. Karena cakupan isinya yang luas dan mendalam tentang sejarah, dasar, teori, dan wawasan seni Melayu, buku ini bisa juga dijadikan bahan rujukan penting untuk pengembangan pengetahuan lebih dalam tentang Kesenian.

Ada dua jenis kesenian yang dibahas di dalam buku ini yaitu seni rupa dan seni pertunjukan. Bagian seni rupa mencakup seni lukis, seni tekstil dan busana, seni bina, dan seni ukir. Sedangkan seni pertunjukan pembahasan bertumpu pada seni tari, musik, lagu, dan teater.

Secara garis besar buku ini terbagi menjadi tiga bagian pembahasan. Bagian pertama membahas seni rupa Melayu meliputi sejarah dan perkembangan, latar teoritis, sumber inspirasi, estetika, etika seni rupa Melayu, fungsinya, dan  lain-lain. Sedangkan bagian kedua membahas mengenai seni pertunjukan Melayu yang dimulai dari latar teoritisnya kemudian pengembangan seni pertunjukan serta jenis-jenisnya. Seni musik dan lagu-lagu Melayu, seni tari Melayu, estetika seni tari Melayu, dan teater Melayu juga menjadi bagian dalam bab ini.

Sebagai bagian dari budaya, seni merupakan proses olah pikir, rasa, dan kreasi manusia yang tidak bisa lepas dari lingkungan dan komunitasnya. Maka penting bagi pelaku seni untuk melihat reaksi masyarakat, karena menurut penulis buku ini, setiap ativitas bisa melahirkan reaksi positif atau negatif. Dan, kreativitas seni Melayu akan berkembang secara baik selaras dengan citarasa manusia Melayu itu sendiri. (hlm. 224)

Melihat posisi seni di tengah masyarakat dan umpan balik yang dihasilkannya, menjadi  sesuatu yang signifikan untuk dijadikan sebagai sebuah dasar pengembangan ke depan. Tantangan di era globalisasi juga harus memperhitungkan banyak hal yang terus berkembang. Tetapi, yang lebih penting dalam seluruh kreativitas di era derasnya perubahan ini adalah tetap kokohnya kepribadian sebagai orang Melayu dan tidak kehilangan jati diri.  (OS Koto/Res/52/08-2015)

Editor: Agus Najib Afwan

Dibaca : 1.020 kali.
20 oktober 2016 07:07

Kerajinan Tenun Daerah Riau

05 oktober 2016 07:07

Permainan Rakyat Kabupaten Kuantan Singingi