21 September 2008, 11:14 pm
Nama : Muhammad Kahar Jami
Institusi : -
Pesan :
Assallammualaikum warohmatullahiwabarokatuh……
Melihat itikad baik dari Balai Kajian Dan Pengembangan Budaya Melayu serta pengasuh MelayuOnline, saya seakan terbawa oleh kenangan masa kecil saya. Saya adalah putera Melayu Riau lahir di kec. Bukit Batu tepatnya di Sungai Pakning. Saya berada di daerah lintasan sejarah peradaban Melayu, Siak, Bukit Batu dan Bengkalis. Waktu kecil saya sering sekali mengunjungi Situs di ketiga daerah lintasan sejarah tersebut. Banyak sekali ragam bangunan, ragam budaya, ragam tingkah laku dan struktur sosial orang Melayu, dan itu menjadi darah dan daging untuk saya yang saya namakan nafas Melayu.
Seiring dengan berlalunya waktu, saya mengikuti kuliah di era 90an, di Jawa Barat (Bandung) dengan mengambil jurusan Arsitektur. Saya melihat, mendengar. dan merasakan bahwa nafas itu terengah-engah, terpatah-patah, hampir luput dari jantung dan paru-paru. Bukan karena saya jauh dari kampong saya, sehingga phsicology of mind Melayu saya hilang, tapi di daerah seakan terlupakan dan tidak terawat. Padahal saya punya banyak sekali harapan, nafas Melayu itu seakan memudar, dan seakan-akan tenggelam. Sedikit sekali yang mau mengangkat Melayu ke permukaan. Dimana situs-situs sejarah dari peradaban Melayu hampir tidak terawat, sedangkan saya punya banyak sekali impian untuk Melayu. Kemanalah lagi harapan nak disangkutkan, kemana lagi impian yang hendak dilabuhkan
Kita sebenarnya harus bangga dengan bangsa Melayu kita. Karena mempunyai keragaman arsitektur Melayu, ada beberapa daerah yang dah kehilangan arah tipologi bangunan adatnya. Kita orang Melayu sangat banyak jenis bangunan tipology Melayunya, kita belum kehilangan arah, kita masih dapat berpegang pada akar kayu di pinggir sungai deras kemajuan zaman. Tapi alangkah sayangnya kalau nilai-nilai ini menjadi hanya sebuah visual semata tanpa mengetahui makna apa dari bangunan Melayu tersebut secara perspektif yang luas. Salah satu impian saya untuk Melayu ialah saya ingin membukukan Tipologi Bangunan Melayu, mulai dari Rumah Tempat Tinggal Mereka, Kerajaan Mereka, Bangunan Tempat Berkumpul mereka, Bangunan Tempat Peribadatan Mereka, Kuburan Melayu, dll. Buku ini bukan hanya memahami gambar semata tapi lebih kepada telaah arsitekturalnya, yang mencakup Struktur, Tata Tuang, Layout, Detail, Ornamen, Tekstur, Bahan, Makna dan Filosofi dari bangunan tersebut.
Lancang harapan yang tak terkatung ini mungkin bisa saya labuhkan kepada Encik-Encik, Puan-Puan di Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu. Sehingga nanti setelah terselesaikannya buku ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi para perencana bangunan melayu, literatur bagi mahasiswa arsitektur, pembelajaran bagi siswa sekolah, dan pemahaman yang lebih detil lagi pada masyarakat umum, serta memberikan kenang-kenangan bagi generasi akan datang.
Ini memang sebuah harapan. Ini adalah sebuah ide. Ini jelas sebuah itikad memajukan Melayu, tapi ini juga sebagai lamaran saya kepada Encik-Encik dan Puan-Puan sebagai pengurus Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu.
Bekerja dengan hati
.......... masuk ke hati
Bekerja dengan Cinta
…………. Dicintai
Bekerja untuk Umat
……….. Menjadi Manfaat
Syabas untuk semua yang terlibat
Very Good Job
Wassallam
Muhammad Kahar Jami, ST
Dibaca : 22.398 kali.
Berikan komentar anda :