Kamis, 21 Mei 2026   |   Jum'ah, 4 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 409
Hari ini : 9.781
Kemarin : 30.757
Minggu kemarin : 249.195
Bulan kemarin : 15.288.374
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Tentang kami

Rudy Handoko (Lembaga Studi Sosial dan Demokrasi - eLSSiDe - Indonesia)

10 Maret 2009, 10:54 am

Nama : Rudy Handoko
Email : red_roodee@yahoo.co.id
Alamat : Jl. Tanjungsari 24 Pontianak, Kalimantan Barat
Phone : 081522543345
Institusi : Lembaga Studi Sosial dan Demokrasi (eLSSiDe)
 
Komentar :
 
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
 
Dua minggu lalu kebetulan saya punya hajatan yang mengharuskan berkeliling di beberapa kabupaten di Kalbar termasuk di Ketapang, Sintang, Sanggau, Mempawah dan sebagainya. Sambil menyelam minum air, begitulah kira-kira, saya sempatkan diri untuk sedapat mungkin mengunjungi sisa-sisa peradaban masa lalu terutama peninggalan-peninggalan eks kesultanan-kesultanan Melayu yang ada di pelbagai daerah itu.
 
Aduhai sedih nian rasa hati melihat ternyata warisan mahakarya yang ada dalam kondisi menyedihkan bentuk rupanya, lapuk dimakan usia, sebagai contoh Istana Panembahan Matan di Muliakerta Ketapang yang meskipun sudah dijadikan musium oleh Pemkab, malah semakin tak tentu rupanya, di sana-sini terlihat istana itu tak terurus, kayu-kayu dan dindingnya sudah mulai lapuk dan keropos, meriam-meriam di depannya sudah karatan, rumput-rumput tumbuh menyemaki halamannya.
 
Di daerah saya sendiri Kabupaten Kayong Utara, dahulu ada Kerajaan Simpang dan Kerajaan Sukadana (turunan Yang Dipertuan Tengku Akil dari Siak) yang sekarang tinggal tunggul dan kuburan saja peninggalannya.
 
Juga banyak jejak-jejak peninggalan Tanjungpura-Sukadana (Sukadana semasa menjadi Pusat Kerajaan Tanjungpura, berbeda dengan Sukadana yang diperintah oleh trah Tengku Akil dari Siak), tapi semuanya seperti warisan tak berarti.
 
Melihat informasi-informasi di MelayuOnline, rasanya menjadi iri hati dengan negeri-negeri jiran yang lebih care dan respect mengurusi mahakarya nenek-datoknya!
 
Mudah-mudahan sisa-sisa jejak peradaban yang ada di Kalbar tidak hilang ditelan masa, tinggal cerita tanpa rupa!
 
Rudy Handoko
Dibaca : 5.719 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password