Oleh : Dato‘ Haji A. Aziz Deraman Abstrak Abad ke abad peradaban manusia berubah. Peradaban Melayu ternyata memiliki keunikan dan kekuatan tersendiri zaman-berzaman. Senario perubahan peradaban abad ke-21 dengan adanya kemajuan Asia Pasifik, kestabilan politik dan kemajuan ekonomi rantau dan dinamisme baru rumpun Melayu sepatutn... detail... »
Oleh: Imam Mustofa A. Pendahuluan Reformasi di Indonesia mencita-citakan adanya sistem pemerintahan yang baik, bersih, dan anti korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Cita-cita ini diharapkan dapat berimplikasi pada peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat serta terangkatnya martabat bangsa Indonesia di mata dunia i... detail... »
Oleh: Israr Iskandar Pendahuluan Dalam pengetahuan antropologis, Minangkabau termasuk suku bangsa yang serumpun dengan suku-suku bangsa Melayu lainnya di Nusantara. Hal itu bisa dilihat dari segi adanya beberapa kesamaan dalam rumpun bahasa, budaya, ras, dan agama. [1] Namun dalam segi-segi tertentu, orang Minangkabau memandang diriny... detail... »
Oleh: Ary Budiyanto Islam adalah salah satu faktor pembentuk kebudayaan Nusantara, dari Kerajaan Pasai di Aceh, Bugis di Makasar, Kutai di Kalimantan Timur, hingga Mataram Islam di Jawa. Akar-akar kebudayaan Islam inilah yang mewarnai kehidupan budaya yang kini dikenal sebagai budaya Islam Nusantara. Semenjak abad 14 M, Islam menj... detail... »
Oleh : Goenawan Mohamad Begitu banyak salah paham tentang Amir Hamzah. Penyair ini dibunuh dalam sebuah pergolakan sosial di Sumatera Utara pada tahun 1946, tak lama setelah Indonesia diproklamasikan. Kekuasaan Belanda dan Jepang dinyatakan habis, tapi ”negara” dalam republik yang masih beberapa bulan umurnya itu belum tersusun. Mesi... detail... »
Oleh: Muhammad Endy Saputro Pendahuluan Bagaimana seharusnya membangun politik hidup bersama? Kita akan sulit menemukan jawaban atas pertanyaan ini apabila menerapkannya dalam konteks etnik Melayu. Di satu sisi, sebagai etnik, budaya Melayu telah melampaui sekat teritorial negara dan tersebar hampir di seluruh dunia. Di sisi l... detail... »
Oleh: Ramlan Damanik Pendahuluan Upacara perkawinan bagi masyarakat Melayu merupakan hal yang sangat sakral. Begitu sakralnya upacara ini sehingga menjadi bagian yang paling utama dalam ritus-ritus peralihan (rites of the passage). Hal ini seperti terlihat pada uraian berikut ini. A. Upacara Adat Perkawinan Masyarakat Melayu Deli Manusia sebagai ... detail... »
Oleh: Ahmadun Yosi Herfanda Sejarah mencatat: selalu ada upaya untuk bertahan dari hempasan perubahan zaman yang kurang menguntungkan. Di tengah arus globalisasi peradaban dunia dewasa ini, misalnya, di mana-mana muncul upaya untuk mempertahankan tradisi dan kearifan lokal yang dianggap lebih pas bagi jati diri masyarakat suatu ban... detail... »
Oleh: Dra. Fauziah, M. A. Pendahuluan Secara umum, dapat dikatakan bahwa zaman peralihan yang dimaksudkan di sini adalah zaman peralihan di mana kebudayaan Hindu masih tetap meninggalkan pengaruhnya dan berangsur-ansur melemah. Sementara itu, pengaruh Islam mulai terlihat dal... detail... »
Oleh : Dedy Ari Asfar Abstrak Pantun sebagai salah satu genre sastra tradisional Melayu sudah berkembang lama sebelum Hindu dan Islam masuk dan menjadi ideologi orang-orang di Nusantara. Pantun adalah wadah yang digunakan oleh orang Melayu untuk mengungkapkan pikiran dan rasa hatinya tentang makna kehidupan, tentang kelakukan m... detail... »
Oleh: Sjafri Sairin 1. Pendahuluan Sewaktu kita mulai memutuskan untuk berbincang-bincang tentang sesuatu yang sudah lama kita tinggalkan dan nyaris tidak lagi menjadi bagian dari kehidupan kita, maka pada hakikatnya secara sadar kita mencoba memerangkap diri kita sendiri kepada suatu pembicaraan yang lebih bertumpu... detail... »
Oleh : Arsyad IndradiI. PendahuluanLamut adalah salah satu genre sastra Banjar atau kerap diartikan sebagai cerita bertutur yang dikhawatirkan suatu saat nanti akan punah. Disebabkan karena hampir tidak ada lagi yang berminat untuk menjadi Palamutan (orang yang bercerita lamut), dan tidak ada yang peduli dari masyarakat Banjar itu sendiri... detail... »