Bahasa Melayu dalam Kesusastraan Melayu Klasik
Rohaedi (2007) mengatakan bahwa penutur bahasa Melayu Kuna kurang menyukai bahasa tulis dan budaya menulis. Buktinya adalah tidak begitu banyak data tertulis yang menggunakan bahasa Melayu Kuna yang ditemukan. Paling tidak apabila jumlahnya dibandingkan dengan data-data tertulis yang menggunakan bahasa Jawa Kuna misalnya.
Berbeda halnya dengan periode Melayu Klasik, pada periode ini bahasa Melayu bisa dikatakan dirajai oleh berbagai bentuk kesusastraan, dari beragam jenis karya sastra. Begitu pula dengan buku-buku yang diterjemahkan dari bahasa asing terutama dari bahasa Arab dan Parsi. Tidak hanya itu, kitab undang-undang, surat-surat kerajaan pun ditulis dalam bahasa Melayu Klasik. (SR/bhs/17/07-07)
- Bahasa Arab Dalam Kesusasteraan Melayu Klasik.
Dibaca : 16.825 kali.
Berikan komentar anda :