Perkamusan dan Tatabahasa Melayu
Buku pertama yang berusaha mengumpulkan kosa kata bahasa Melayu ditulis oleh orang Itali pada tahun 1522 M. Buku tersebut merupakan perintis dan pertanda telah dimulainya sebuah model baru pengembangan bahasa Melayu yaitu melalui perkamusan.
Jejak Pifagetta diikuti oleh seorang saudagar Belanda, F de Houtman. Orang Belanda ini adalah satu dari sekian ‘pengikut’ Pifagetta yang sukses. Buku Houtman yang berisi percakapan bahasa Melayu dicetak berulang-kali dalam beberapa edisi sejak pertama kali diterbitkan tahun 1603.
Meskipun sama-sama berisi kosa kata bahasa Melayu, buku Houtman agak berbeda dari kamus yang ditulis oleh pendahulunya. Paling tidak, kata-kata yang ditulis sudah dituangkan dalam bentuk percakapan. Aspek-aspek bahasa yang lain ikut terekam seperti struktur bahasa, aspek sosiolinguistik maupun sosiokultural.
Setidaknya dua buku tersebutlah yang menjadi tonggak sejarah perkamusan dan buku tatabahasa Melayu. Bagaimanakah perjalanan kamus dan tatabahasa Melayu selanjutnya...? Mari kita telusuri bersama-sama. (SR/bhs/20/07-07)
Dibaca : 15.025 kali.