Selasa, 28 Maret 2017   |   Arbia', 29 Jum. Akhir 1438 H
Pengunjung Online : 10.854
Hari ini : 107.485
Kemarin : 113.319
Minggu kemarin : 301.775
Bulan kemarin : 4.019.095
Anda pengunjung ke 102.009.518
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Melayu Minangkabau

1. Pengantar

Isolek Minangkabau adalah salah satu isolek Melayu yang digunakan di provinsi Sumatera Barat, di bagian barat provinsi Riau terutama di daerah Kampar, bagian utara Jambi khususnya di daerah Kerinci. Di samping itu isolek ini memiliki banyak kesamaan dengan Melayu Negeri Sembilan di Malaysia.

Penuturnya lebih kurang 6,500,000 (1981 Moussay), belum termasuk mereka yang hidup di rantau seperti di Jakarta (sekitar 500,000). Sementara itu, di Bandung jumlah penutur isolek ini sekitar 300,000, di Surabaya 200,000 dan di Medan kira-kira 100,000 penutur. Bahkan di Pekanbaru, Provinsi Riau, saja hampir 65% penduduknya adalah penutur Minangkabau (Naim 1973 via Moussay 1981). Ketersebaran penutur isolek ini terkait dengan hobi dan tradisi merantau yang dimiliki oleh orang Minang sejak lama.

Karena isolek ini cukup dekat dengan bahasa Melayu Standar, beberapa ahli mengatakan isolek ini layak dikatakan sebagai salah satu dialek dari bahasa Melayu. Hanya saja beberapa ahli yang lain tidak menyetujuinya dan menganggap isolek ini sudah merupakan bahasa tersendiri. Masing-masing kelompok bersikukuh dengan argumen mereka (lihat Medan 1988). Meskipun demikian, tingkat kesepahaman (mutual intelligibility) antara penutur isolek ini dengan penutur dialek Melayu, terutama di daerah bertetangga, cukup tinggi.

Berikut tabel data yang lebih spesifik mengenai isolek ini:

Tabel

Kode ISO

ISO 639-3: min

Jumlah Penutur

6,500,000 (Moussay 1981). Apabila dimasukkan penutur yang tinggal di daerah luar Sumatera Barat jumlah ini bisa mencapai 8,000,000 penutur (Wikipedia.com).

Wilayah

Dituturkan di Sumatera Barat terutama di daerah sekitar Padang, di samping itu penutur isolek ini juga menyebar ke berbagai pulau di Indonesia. Bahkan jumlah mereka yang tinggal di luar Sumatera hampir mencapai separuhnya.

Nama lain  

Minang, Padang.

Dialek-dialek

Agam, Payakumbuh, Tanah, Sijunjung, Batu Sangkar-Pariangan, Singkarak, Orang Mamak, Ulu, Kerinci-Minangkabau, Aneuk Jamee (Jamee), Penghulu. Isolek Minangkabau tidak begitu mirip dengan bahasa Indonesia, namun penutur Muko-Muko dan Pekal dengan penutur isolek ini bisa jadi saling memahami.

Klasifikasi Rumpun

Austronesia, Melayu-Polinesia, Malayik, Malayan, Para-Melayu

2. Daerah Sebar Tutur

Isolek Minangkabau ini tersebar di berbagai kawasan terutama di pulau Sumatera secara keseluruhan dan tidak hanya terkonsentrasi di daerah Sumatera Barat, Indonesia. Bahkan batas provinsi belum dapat memberikan gambaran yang pasti mengenai daerah persebaran dan persinggungan penutur isolek ini dengan dialek/isolek di sekitarnya. Karena batas penggunaan itu terkait dengan sejarah wilayah ini di masa lalu.

Oleh sebab itu, tidak heran apabila saat ini isolek Minangkabau menjangkau Padang Sidempuan ke arah utara, di sebelah timur isolek ini sampai ke Bangkinang dan Kuantan yang masuk ke dalam wilayah provinsi Riau. Di sebelah selatan isolek ini bersinggungan dengan wilayah penggunaan Melayu Kerinci dan Rejang Lebong, tepatnya di kawasan Gunung Kerinci dan Gunung Seblat.

Selain itu, para penuturnya yang memang terkenal dengan tradisi merantau menyebar pula ke kawasan-kawasan lain di Nusantara. Para perantau Minangkabau ini dikenal hampir selalu menggunakan isolek Minangkabau sesama mereka.

Di tanah asalnya, isolek ini pun memiliki banyak variasi. Masing-masing variasi memiliki kekhasan dan sangat berkaitan dengan asal dan tempat di mana variasi itu dituturkan.

3. Fonologi Sederhana

Isolek Minangkabau memiliki lima buah fonem vokal. Dua dari fonem itu merupakan fonem vokal tinggi, dua vokal lain merupakan vokal madya dan satu vokal sisanya adalah vokal rendah. Vokal tinggi adalah [i] dan [u], vokal madya yaitu [e] dan [o]. Sedangkan vokal rendah adalah vokal [a]. Fonem vokal yang tidak dimiliki oleh isolek ini tetapi dimiliki oleh Melayu Standar adalah [ə] pepet. Di samping itu, isolek ini juga menggunakan 19 konsonan lengkap seperti yang terdapat dalam dialek Melayu Standar. Berikut tabel:

Fonem

Kata

Makna

/b/

baban

‘beban‘

/p/

patang

‘petang‘

/m/

malam

‘malam‘

/d/

duri

‘duri‘

/t/

tanak

‘tanak‘

/n/

nanah

‘nanah‘

/j/

jalo

‘jala‘

/c/

calak

‘gosok‘

/ń/

nyalo

‘nyala‘

/g/

gagok

‘gagap‘

/k/

karo

‘kera‘

/ŋ/

ngarai

‘jurang‘

/s/

suri

‘teladan‘

/l/

lagu

‘lagu‘

/r/

ragu

‘ragu‘

/w/

awak

‘kami‘

/y/

ayak

‘ayak‘

/h/

galah

‘galah‘

/?/

api

‘api‘

/i/

gilo

‘gila‘

/e/

belek

‘kaleng‘

/a/

anak

‘anak‘

/o/

olok

‘bodoh‘

/u/

urang

‘orang‘

 

4. Contoh Kalimat

Berikut adalah beberapa contoh pemakaian isolek Minangkabau dalam keseharian.

a

ko?

apa

ini?

‘apa ini?‘ 

 

a

namonyo

ko?

apa

namanya

ini?

‘ini namanya apa?‘

 

 

inyo

sakik

paruik

dia

sakit

perut

‘dia sakit perut‘

(SR/bhs/35/07-7)

Sumber :

  • id.wikipedia.org
  • www.ethnologue.com
  • Medan, Tamsin. 1988. Antologi Kebahasaan (Penyunting Muhardi MS). Padang: Angkasa Raya.
  • Moussay, Gerard. 1998. Tata Bahasa Minangkabau (Penerjemah Rahayu S. Hidayat). Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
Dibaca : 8.836 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password