Selasa, 30 Mei 2017   |   Arbia', 4 Ramadhan 1438 H
Pengunjung Online : 3.750
Hari ini : 2.485
Kemarin : 133.093
Minggu kemarin : 704.729
Bulan kemarin : 5.828.511
Anda pengunjung ke 102.491.374
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

(Sub)Dialek Melayu Rantau Kuantan

1. Pengantar

(Sub)dialek Melayu Rantau Kuantan (DMRK) merupakan salah satu (sub)dialek dari dialek Melayu Riau daratan. Pemakaiannya meliputi daerah administrasi Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau, Indonesia. Wilayahnya membentang mulai dari kecamatan Cerenti di timur sampai kecamatan Kuantan Mudik di barat.

Berikut tabel data yang lebih spesifik mengenai (sub)dialek ini:

2. Tabel

Kode ISO

639-3: mly

Jumlah Penutur

221.676 (Riau.go.id).

Wilayah

Dituturkan di daerah kabupaten Kuantan Singingi (dahulu berada di bawah pemerintahan kabupaten Inderagiri Hulu), provinsi Riau, Indonesia.

Nama lain  

Melayu Kuantan.

Subdialek

Kuantan Mudik, Kuantan Tengah, Cerenti dan Baserah.

Klasifikasi Rumpun

Austronesia, Melayu-Polinesia, Malayik, Malayan, Melayu Lokal, Melayu Riau

3. Daerah Sebar Tutur (Region)

(Sub)dialek Melayu Rantau Kuantan (DMRK) dituturkan di kabupaten Kuantan Singingi (biasa disingkat Kuansing) provinsi Riau, Indonesia. Sebenarnya di sebelah timur, dialek ini bersentuhan dengan dialek Melayu Riau-Lingga yang dipakai di bekas kerajaan Inderagiri, sedangkan di sebelah barat DMRK bersinggungan dengan isolek Minangkabau (Hamidy, 1995). Saat ini DMRK dituturkan lebih kurang oleh 221.676 penutur. Ada ahli yang melihat kemiripan dialek ini dengan isolek Minangkabau (Medan, 1988). Memang tingkat kesepahaman penutur DMRK dan penutur MIN cukup tinggi.

4. Fonologi Sederhana (A Simple Phonology)

DMRK hanya memiliki 24 fonem. Semua fonem dalam DMRK dapat menduduki posisi awal dan tengah kata, hanya saja tidak semua fonem dapat menempati posisi akhir.

Untuk melihat realisasi fonem-fonem tersebut dalam kata yang sesungguhnya, mari kita lihat tabel berikut ini:

Fonem

Kata

Makna

 

 

 

/b/

bodal

‘pukul‘

/p/

popak

‘ke mana-mana‘

/m/

malam

‘malam‘

/d/

duik

‘duit‘

/t/

totak

‘tetak‘

/n/

noji

‘tidak‘

/j/

jojak

‘jejak‘

/c/

coca

‘sebentar‘

/ñ/

anyam

‘anyam‘

/g/

gagik

‘ragu‘

/k/

laku

‘laku‘

/ŋ/

ngasi

‘mengena‘

/s/

sobuik

‘sebut‘

/l/

loma

‘lemah‘

/r/

rorak

‘hancur‘

/w/

gawik

‘garut‘

/y/

ayak

‘ayak‘

/h/

horiak

‘hardik‘

/?/

api

‘api‘

/i/

sisiak

‘sisik‘

/e/

egang

‘tarik‘

/a/

aman

‘aman‘

/o/

obe

‘tahu‘

/u/

ubek

‘obat‘

5. Contoh kalimat (The Example of Use)

Berikut adalah beberapa contoh pemakaian DMRK dalam keseharian.

Basora

ma

i?

Basrah

kah

ini?

‘Basrahkah ini?‘

 

 

Apantek,

la

tibo

ang

sen

ma!

Wah

sudah

tiba

kamu

rupanya

ya!

‘Wah, sudah tiba kamu rupanya!‘

Kata pantek sebenarnya memiliki arti kelamin perempuan, hanya saja pemakaian kata ini dalam konteks untuk menunjukkan keakraban. Biasanya dipakai untuk keterkejutan dan sapaan akrab.

Kayua

la

ka

senen!

Kayuh

lah

ke

sana!

‘Kayuhlah ke arah sana!‘

(SR/bhs/38/07-07) 

Sumber :

  • Hamidy, UU. 1995. Kamus Antropologi Dialek Melayu Rantau Kuantan Riau. Pekanbaru: Unri Press.
  • www.riau.go.id
  • www.ethnologue.com
  • Medan, Tamsin. 1988. Antologi Kebahasaan (Penyunting Muhardi MS). Padang: Angkasa Raya.
  • Moussay, Gerard. 1998. Tata Bahasa Minangkabau (Penerjemah Rahayu S. Hidayat). Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
  • Muhajir. 2007. Tata ucap Bahasa Melayu Riau. Yogyakarta: Balai Kajian dan Pengembangan Melayu bekerjasama dengan Adicita Karya Nusa.
Dibaca : 8.821 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password