Rabu, 17 September 2014   |   Khamis, 22 Dzulqaidah 1435 H
Pengunjung Online : 3.337
Hari ini : 22.821
Kemarin : 36.447
Minggu kemarin : 230.267
Bulan kemarin : 677.761
Anda pengunjung ke 97.127.136
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Kongres Bahasa Dan Persuratan Melayu Ke-II

Kongres Bahasa Dan Persuratan Melayu Ke-II

(Persidangan Persuratan Melayu Sa-Malaya Kedua CPMM 1I)

Dewan Sekolah King George V, Seremban; 1-2 Januari 1954 M



I. Informasi Ringkas

1. Tema : - 

2. Tempat dan waktu :

Diselenggarakan di Dewan Sekolah King George V, Seremban, pada tanggal 1-2 Januari 1954 M.

3. Peserta :

Dihadiri oleh sepuluh orang anggota panitia, 58 sastrawan dan para pakar di bidang sastra yang mewakili lembaga masing-masing; 50 di antaranya memiliki suara penuh sedangkan 8 orang sisanya hanya pemerhati.

3. Deskripsi Pelaksanaan:

Kongres Bahasa dan Persuratan Melayu kedua ini dibuka oleh Yang Amat Berhormat Datok Menteri Besar Negeri Sembilan, Che Shamsudin Bin Naim. Penasehat British untuk Negeri Sembilan Mr. M.C. ff Sheppard juga memberi sambutan, diiringi kemudian oleh Yang Mulia Tuan Rashid Manan, Konsulat Muda Republik Indonesia di Kuala Lumpur yang juga ikut memberikan sambutan.

Sidang pada hari pertama dipimpin oleh Tuan Abu Kasim Bin Yusof. Pada hari pertama ini terjadi perdebatan sengit mengenai penggunaan mana yang lebih diutamakan apakah aksara Latin (Rumi) ataukah aksara Jawi. Peserta Kongres juga meminta pemerintah menggalakkan penggunaan bahasa Melayu, menyerahkan penyusunan kamus kepada Lembaga Bahasa Melayu (LMB) dan memersoalkan penggunaan bahasa Melayu di film-film dan radio. Di samping itu, usaha penyamaan ejaan antara negara-negara berpenutur bahasa Melayu juga sudah dirintis di dalam Kongres ini.

4. Lain-lain:

Tempat terhormat bagi Indonesia dalam Kongres kali ini tidak hanya karena kata sambutan yang diberikan oleh Konsulat Muda Republik Indonesia tetapi juga dipandangnya Indonesia sebagai model dalam pengembangan bahasa, seperti dalam hal ejaan dan pendirian Balai Pustaka, serta adanya usaha bersama untuk menyeragamkan ejaan di mana Indonesia mendapat tempat yang layak sebagai salah satu negara yang  berhak diajak duduk berunding.

II. Pokok-pokok Bahasan Kongres:

Pada Kongres kedua ini belum ada juga kertas kerja atau makalah yang didiskusikan, namun beberapa keputusan telah dihasilkan. Antara lain memutuskan menerima hasil Penyata Jawatankuasa Penyiasat Tulisan Jawi Rumi yang ditugaskan oleh Kongres Bahasa dan Persuratan I, menganjurkan sidang bersama antara para pakar sastra Malaya dan Indonesia untuk menyeragamkan ejaan, memutuskan penyusunan sebuah kamus lengkap dan menyadari pentingnya seorang penyiar radio seorang sarjana bahasa.    

III. Makalah-Makalah

Tak satu pun kertas kerja (makalah) yang dibentangkan dalam Kongres ini. (SR/kns/50/11-07)
Dibaca : 5.727 kali.