Selasa, 19 September 2017   |   Arbia', 27 Dzulhijah 1438 H
Pengunjung Online : 1.824
Hari ini : 10.955
Kemarin : 38.296
Minggu kemarin : 386.470
Bulan kemarin : 10.518.945
Anda pengunjung ke 103.347.368
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Pantun untuk Menunjukkan Kekecewaan Akibat Ditolak/Diputus Pinangan

Pantun ini berisi kekecewaan sang teruna yang ditolak pinangannya maupun yang sudah diterima pinangannya namun putus di tengah jalan sehingga tidak sampai ke pelaminan. Bila putusnya hubungan ini berasal dari pihak sang teruna, maka uang hantaran belanja akan menjadi milik si dara selamanya. Sebaliknya, bila pihak si dara yang memutuskan pertunangan tersebut, maka pihak keluarga si dara harus mengembalikan cincin tanda dan uang hantaran dalam jumlah ganda kepada pihak keluarga teruna.

Pantun-pantun di bawah ini merupakan ungkapan yang menyiratkan gejolak hati dan kekecewaan yang dalam dari sang teruna akibat ditolak oleh si dara.

  001.
Ada satu kapal Surati
Mati tukang mati kelasi
Kalau tak dapat bagai di hati
Biar ku bujang sampai ku mati

002.
Hujan lebat di Bukit Beruang
Anak raja menudung kain
Lebih baik hidup membujang
Habis makan boleh bermain

Pantun di bawah ini adalah ungkapan hati si dara yang menyiratkan gejolak hati dan kekecewaan akibat diputus pinangan (tunangan) oleh sang teruna.

  003.
Anak merbah terlompat-lompat
Anak indung ketitiran
Yang dikejar-kejar tak dapat
Yang dikendong keciciran

004.
Putus tali ikatan manjung
Pokok cempedak condong ke paya
Niat hati hendak bergantung
Orang tak hendak apakan daya
Dibaca : 19.763 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password