Pantun untuk Menunjukkan Kekecewaan Akibat Ditolak/Diputus Pinangan
Pantun ini berisi kekecewaan sang teruna yang ditolak pinangannya maupun yang sudah diterima pinangannya namun putus di tengah jalan sehingga tidak sampai ke pelaminan. Bila putusnya hubungan ini berasal dari pihak sang teruna, maka uang hantaran belanja akan menjadi milik si dara selamanya. Sebaliknya, bila pihak si dara yang memutuskan pertunangan tersebut, maka pihak keluarga si dara harus mengembalikan cincin tanda dan uang hantaran dalam jumlah ganda kepada pihak keluarga teruna.
Pantun-pantun di bawah ini merupakan ungkapan yang menyiratkan gejolak hati dan kekecewaan yang dalam dari sang teruna akibat ditolak oleh si dara.
| | 001.
| Ada satu kapal Surati Mati tukang mati kelasi Kalau tak dapat bagai di hati Biar ku bujang sampai ku mati
|
| 002. | Hujan lebat di Bukit Beruang Anak raja menudung kain Lebih baik hidup membujang Habis makan boleh bermain |
Pantun di bawah ini adalah ungkapan hati si dara yang menyiratkan gejolak hati dan kekecewaan akibat diputus pinangan (tunangan) oleh sang teruna.
| | 003. | Anak merbah terlompat-lompat Anak indung ketitiran Yang dikejar-kejar tak dapat Yang dikendong keciciran |
| 004. | Putus tali ikatan manjung Pokok cempedak condong ke paya Niat hati hendak bergantung Orang tak hendak apakan daya |
Dibaca : 22.103 kali.
Berikan komentar anda :