Sabtu, 25 Maret 2017   |   Ahad, 26 Jum. Akhir 1438 H
Pengunjung Online : 5.553
Hari ini : 66.762
Kemarin : 60.495
Minggu kemarin : 301.775
Bulan kemarin : 4.019.095
Anda pengunjung ke 101.986.053
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Pantun Tuah Pengantin agar Menjalani Hidup dengan Bijaksana

Pantun ini berbicara seputar filosofi kehidupan berumah tangga. Dalam berumah tangga, hendaknya suami-isteri saling mengabdi, saling berbagi, saling menghormati dan menghargai, senasib sepenanggungan, dan duduk bermufakat bila terjadi silang pendapat. Pendek kata, pantun ini memberi ”tuah” (filosofi hidup) atau kebijaksanaan bagi mempelai berdua dalam mengarungi kehidupan bersama yang seringkali penuh onak dan duri di dalam kehidupan yang terjal dan penuh liku.

 

001.


Orang Bentan membuat sawah

Dipagar dengan pandan berduri

Tuan nasib sangat bertuah

Pelanduk datang menyerah diri

002.

Layang-layang terbang ke Aceh

Terbang ke perdu makan padi

Seorang sayang seorang kasih

Bagai hempedu lekat di hati

003.

Dari Johor ke Majapahit

Nampak bertentang Pulau Pandan

Sudah masyhur nama yang baik

Tambah pula bertuah badan

004.

Bila sampai ke laut gading

Belokkan perahu mencari selat

Bila bertikai dalam berunding

Eloklah balik kepada adat

005.

Ikan sepat lemak rasanya

Lebih lemak dari gelama

Pisang sesikat digulai sebelanga

Tanda mufakat bersama-sama


006.

Kalau berlaku salah sengketa

Suami isteri bantah membantah

Duduk berunding lapangkan dada

Tenangkan hati, panjangkan kira-kira

007.

Pucuk putat warnanya merah

Bila dikirai terbang melayang

Duduk mufakat mengandung tuah

Sengketa usai dendam pun hilang

008.

Kelapa gading buahnya banyak

Lebat berjurai di pangkal pelepah

Bila berunding sesama bijak

Kusut selesai sengketa pun sudah

009.

Kalau ke teluk pergi memukat

Tali temali kita kokohkan

Kalau duduk mencari mufakat

Iri dan dengki kita jauhkan

010.

Besarlah buah kelapa gading

Dikerat tandan beri bertali

Besarlah tuah duduk berunding

Mufakat dapat kerja menjadi

011.

Orang Cina menjual daging

Daging dijual berpikul-pikul

Kalau ringan sama dijinjing

Kalau berat sama dipikul

012.

Laut pasang air melimpah

Rumah di pantai tiangnya basah

Hati gajah sama dilapah

Hati kuman sama dicecah

013.

Barang serindit duduk menyanyi

Sambil hinggap di dahan tua

Bila dicubit paha kiri

Paha kanan terasa jua

014.

Orang Jawa pergi ke Banda

Membeli ikan dengan rebung

Orang tua beristeri muda

Bagai rasa menang menyabung


015.

Naik ke bukit membeli lada

Lada sebiji dibelah tujuh

Apa sakit beristeri janda

Anak tiri boleh disuruh

016.

Elok jalannya kota tua

Kiri kanan berbatang sepat

Elok beristeri lebih tua

Perut kenyang pengalaman dapat

017.

Elok rupa pohon belimbing

Tumbuh dekat limau lungga

Elok beristeri perempuan sumbing

Walau marah tertawa jua

Dibaca : 23.572 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password