Pantun Tuah Pengantin agar Menjalani Hidup dengan Bijaksana
Pantun ini berbicara seputar filosofi kehidupan berumah tangga. Dalam berumah tangga, hendaknya suami-isteri saling mengabdi, saling berbagi, saling menghormati dan menghargai, senasib sepenanggungan, dan duduk bermufakat bila terjadi silang pendapat. Pendek kata, pantun ini memberi ”tuah” (filosofi hidup ) atau kebijaksanaan bagi mempelai berdua dalam mengarungi kehidupan bersama yang seringkali penuh onak dan duri di dalam kehidupan yang terjal dan penuh liku.
001.
Orang Bentan membuat sawah
Dipagar dengan pandan berduri
Tuan nasib sangat bertuah
Pelanduk datang menyerah diri 002.
Layang-layang terbang ke Aceh
Terbang ke perdu makan padi
Seorang sayang seorang kasih
Bagai hempedu lekat di hati 003.
Dari Johor ke Majapahit
Nampak bertentang Pulau Pandan
Sudah masyhur nama yang baik
Tambah pula bertuah badan 004.
Bila sampai ke laut gading
Belokkan perahu mencari selat
Bila bertikai dalam berunding
Eloklah balik kepada adat 005.
Ikan sepat lemak rasanya
Lebih lemak dari gelama
Pisang sesikat digulai sebelanga
Tanda mufakat bersama-sama
006.
Kalau berlaku salah sengketa
Suami isteri bantah membantah
Duduk berunding lapangkan dada
Tenangkan hati, panjangkan kira-kira 007.
Pucuk putat warnanya merah
Bila dikirai terbang melayang
Duduk mufakat mengandung tuah
Sengketa usai dendam pun hilang 008.
Kelapa gading buahnya banyak
Lebat berjurai di pangkal pelepah
Bila berunding sesama bijak
Kusut selesai sengketa pun sudah 009.
Kalau ke teluk pergi memukat
Tali temali kita kokohkan
Kalau duduk mencari mufakat
Iri dan dengki kita jauhkan 010.
Besarlah buah kelapa gading
Dikerat tandan beri bertali
Besarlah tuah duduk berunding
Mufakat dapat kerja menjadi 011.
Orang Cina menjual daging
Daging dijual berpikul-pikul
Kalau ringan sama dijinjing
Kalau berat sama dipikul 012.
Laut pasang air melimpah
Rumah di pantai tiangnya basah
Hati gajah sama dilapah
Hati kuman sama dicecah 013.
Barang serindit duduk menyanyi
Sambil hinggap di dahan tua
Bila dicubit paha kiri
Paha kanan terasa jua 014.
Orang Jawa pergi ke Banda
Membeli ikan dengan rebung
Orang tua beristeri muda
Bagai rasa menang menyabung
015.
Naik ke bukit membeli lada
Lada sebiji dibelah tujuh
Apa sakit beristeri janda
Anak tiri boleh disuruh 016.
Elok jalannya kota tua
Kiri kanan berbatang sepat
Elok beristeri lebih tua
Perut kenyang pengalaman dapat 017.
Elok rupa pohon belimbing
Tumbuh dekat limau lungga
Elok beristeri perempuan sumbing
Walau marah tertawa jua
Dibaca : 26.100 kali.
Berikan komentar anda :