Pantun ini berisi nasehat agar kedua mempelai saling menyayangi sehingga terhindar dari konflik suami-isteri yang dapat memicu perceraian. Dalam adat dan tradisi Melayu, upaya menumbuhkan rasa kasih sayang dimulai sejak dini, dan dilakukan dalam lingkungan keluarga sehingga terwujud rumah tangga yang sejahtera.
Para tetua mengatakan apabila kehidupan berumah tangga, bermasyarakat, dan berbangsa tidak dilandasi oleh rasa saling mengasihi, menghargai dan menghormati, maka lambat laun masyarakat itu akan rusak dan menemui kehancurannya. Dalam ungkapan lain disebutkan, ”kalau hidup berkasih sayang, negeri damai, hidup pun tenang” atau ”karena kasih, lenyap selisih”.
Pantun tuah pengantin agar saling berkasih sayang di antara suami isteri ini ialah: