Senin, 27 Maret 2017   |   Tsulasa', 28 Jum. Akhir 1438 H
Pengunjung Online : 5.369
Hari ini : 26.127
Kemarin : 113.319
Minggu kemarin : 301.775
Bulan kemarin : 4.019.095
Anda pengunjung ke 102.006.128
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Pantun Tuah Pengantin agar Hidup Saling Setia

Pantun ini berbicara tentang janji hidup setia, seia, dan sekata yang merupakan nasehat agar pasangan pengantin saling menjaga diri. Pantun ini dilantunkan baik oleh mempelai lelaki maupun mempelai perempuan dalam mengungkapkan janji setia mereka, dan usaha agar menahan maupun menolak godaan orang ketiga yang biasanya menjadi sumber pemicu konflik dalam rumah tangga.

 

001.

Di atas kota pokok jati

Sayang jati tiada berbunga

Tuan seorang mahkota hati

Hidup mati kita bersama

002.

Gajah langgar kuda beraksa

Mayang di mana dihempaskan

Sama lebur sama binasa

Tuan takkan saya lepaskan

003.

Air serbat dalam cangkir

Sampai di Jawa dicurahkan

Janji diikat takkan dimungkir

Badan dan nyawa diserahkan

004.

Tinggi bukit Gunung Senanti

Tempat beruk berulang siang

Teguh-teguh berpegang janji

Bagai rasuk dengan tiang

005.

Tekukur digulai lemak

Batang padi dibelah dua

Biarlah adinda dimarahi emak

Asal dapat bersama kanda

006.

Terang bulan bercahaya

Anak gagak memakan padi

Kalau adinda tidak percaya

Belah dada lihatlah isi

007.

Burung merpati terbang seribu

Hinggap seekor di atas dahan

Hendak mati di hujung kuku

Hendak berkubur di tapak tangan

008.

Burung punai terbang sekawan

Kena seekor ditembak tinggi

Kita umpama kapan di badan

Sama hancur tidak berganti

009.

Mayung ibul mayung ilam

Ketiga dengan mayung sebatu

Sama timbul sama tenggelam

Bagai sauh bergantung batu


010.

Batang pulai di dalam hutan

Batang rumbia dikerat-kerat

Kasih terlanjur padamu puan

Dari dunia sampai akherat

011.

Rejang ini rejang halipan

Halipan beranak dalam padi

Tuan laksana kain kapan

Buruk tidak dapat diganti

012.

Buah berangan dari Palembang

Dijual dengan buah keranji

Jangan tuan berhati bimbang

Saya tidak mungkir janji


013.

Buah jering di atas para

Diambil budak sambil berlari

Kalau kering Selat Melaka

Barulah saya mungkir janji

014.

Buah berangan dari Palembang

Dijual budak dalam kota

Jangan cik puan berhati bimbang

Kanda tidak berubah kata

015.

Lancang baginda baru didandan

Bunga selasih kulurut juga

Biar kekanda rebah di Medan

Hati yang kasih kuturut juga

016.

Bulan terang labi bermain

Anak muda jalan bersuluh

Kita laksana baju dan kain

Takkan renggang dari tubuh

017.

Angkut-angkut terbang ke langit

Mati disambar anak merbah

Biar bertangkup bumi dan langit

Kasih sayang takkan berubah

018.

Anak belida memakan kaji

Pandan di Jawa diranggungkan

Jika kekanda mungkir janji

Badan dan nyawa menanggungkan

019.

Anak kuda di papan rata

Ambil kikir dengan gergaji

Jikalau sudah saya berkata

Tidaklah saya mungkir janji

Dibaca : 15.477 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password