Pantun ini dilantunkan guna memberi nasehat dan pesan kepada pengantin lelaki agar tidak melakukan poligami. Pantun ini berisi tentang resiko-resiko yang dapat terjadi bilamana lelaki melakukan poligami, misalnya dapat menimbulkan resiko hancurnya mahligai perkawinan yang telah dibina, sebagaimana dikiaskan dalam ungkapan pantun di bawah ini: