Kamis, 27 April 2017   |   Jum'ah, 30 Rajab 1438 H
Pengunjung Online : 4.676
Hari ini : 25.977
Kemarin : 60.590
Minggu kemarin : 401.091
Bulan kemarin : 5.093.107
Anda pengunjung ke 102.223.449
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Dikir Barat

a:3:{s:3:

1. Pengantar

Dikir Barat merupakan salah satu permainan (teater) tradisional Melayu. Permainan tradisional ini sangat digemari oleh masyarakat Melayu, terutama di Kelantan. Di Kelantan, yang menggemari Dikir Barat ini kebanyakan dari masyarakat biasa di kampung-kampung dan pinggiran kota. Dalam pertunjukan Dikir Barat terdapat satu kelompok yang dipimpin oleh seorang Tukang Cerita (Tukang Karut, Ms) dan Tok Juara (Ms). Mereka akan bercerita sambil berbalas pantun yang diikuti oleh team (awak-awak) sebagai suara latar, dengan suara yang kuat dan lantang.

Teater Dikir Barat dibagi menjadi dua: sekedar hiburan atau untuk pertandingan. Untuk konteks hiburan, teater ini biasanya dimainkan oleh masyarakat di musim menuai padi, dan juga dalam acara pesta pernikahan. Sementara teater Dikir Barat untuk pertandingan, lazimnya diadakan oleh persatuan Pemuda di daerah setempat, Lembaga-lembaga kerajaan atau orang-orang tertentu demi mendapatkan uang.

Dikir Barat termasuk salah satu permainan baru, jika dibandingkan dengan teater tradisional lainnya. Perubahannya dari masa ke masa sulit untuk diatasi, karena teater ini begitu mudah menerima perubahan dengan mengikuti perkembangan zaman.

Ada beberapa penyebutan untuk teater Dikir Barat ini, di antaranya Dikir Karut, Dikir pantun dan Dikir Syair. Namun demikian, di Kelantan lebih dikenal dengan Dikir Barat, sedang di Selatan Thai dengan Dikir Karut.

2. Sejarah

Menurut sejarahnya, Dikir Barat lebih dikenal dengan nama Dikir Karut yang dibawa dari Negeri Siam ke Negeri Kelantan. Menurut masyarakat Kelantan, perkataan Baarat ini bermakna Selatan Siam. Hal ini tidak bisa dipungkiri, karena pada zaman dahulu, Negeri Kelantan pernah diperintah oleh Kerajaan Siam. Rakyat dari kedua negeri ini selalu datang dan pergi di antara dua negeri tersebut. mereka membawa teater Dikir dengan versi mereka masing-masing, dan diterima oleh kedua negeri tersebut. Maka terjadilah elaborasi antara kedua jenis Dikir yang diadaptasikan dengan masing-masing Negeri, yaitu negeri Kelantan dan negeri Sembilan.

Pendapat lain mengatakan bahwa Dikir Barat berasal dari Pulau Tebu, karena perintisnya ialah Husain Mok Nab Lombong yang berasal dari sana. ketika dia memperkenalkan Dikir Barat, orang-orang menganggap Dikir Barat tersebut sebagai satu hasil seni yang baru, karena iramanya dapat disesuaikan dengan irama yang sudah ada seperti Rebana Besar.

Ada juga yang mengatakan bahwa Dikir Barat berkatan erat dengan nama Pak Leh Tapang. Masyarakat mengenalinya disebabkan oleh ia menampilkan Dikir Barat tersebut. Pak Leh Tapang atau nama sebenarnya Haji Mat Salleh bin Hj. Ahmad berasal dari Kampung Tapang, Kota Bharu. Ia telah mengakui sendiri bahwa Dikir Barat sebenarnya berasal dari Selatan Siam. Tetapi permainan ini ia ubah dengan menambahkan pantun-pantun di dalamnya. Jadi sebelumnya, ketika Dikir Barat dibawa ke Kelantan masih dalam bentuk Dikir tanpa pantun.

Pada masa pemerintahan Jepang, ia pernah dipanggil untuk meriwayatkan sesuatu dengan cara berpantun. Sementara pada waktu itu, ada satu kelompok berdikir yang dipimpin oleh Jaffar Wakaf Mek Zainab yang memperkenalkan Dikir Barat di kampungnya. Awak-awaknya terdiri dari orang-orang Melayu Barat (Selatan Siam). Mereka menyanyikan lagu-lagu yang dibawa dari Selatan Siam. Kemudian lagu-lagu tersebut Pak Leh Tapang ubah dan tambahkan dengan pantun-pantun untuk menyedapkan lagi Dikir Barat Dikir Barat tersebut.

3. Pakaian

Teater Dikir Barat di Kelantan yang berasal dari Selatan Siam ini, tidak ada pakaian tertentu atau yang menarik dipakai oleh Tukang Juara, Tukang Karut dan awak-awak. Hal ini disebabkan oleh teater ini adalah teater rakyat biasa, atau masyarakat awan yang berada di areal persawah-ladangan dan di kampung-kampung. Tetapi untuk saat ini, pakaian tersebut sudah lengkap dengan pakaian kemas (My) dengan destanya sekali.

4. Peralatan Musik

a. Rebana Ibu dan Anak

Rebana ini mempunyai satu membran atau kulit binatang yang menutupi lingkaran rebana tersebut, suatu tempat dipukul oleh alat pemukul tertentu yang menimbulkan bunyi atau suara. Ukurannya tidak begitu besar.

b. Tetawak

Tetawak dibuat dari perunggu dengan ukuran yang lebih kecil dari gong dan ditabuh dengan alat pukul khusus seperti penabuh gong.

5. Kelompok Ahli Dalam Teater Dikir Barat

Kelompok Dikir Barat terdiri dari seorang Tukang Karut, seorang Juara dan beberapa orang awak-awak. Jumlah mereka biasanya antara 15 – 30 orang.

a. Tukang Karut

Tukang Karut merupakan orang yang paling penting dalam kelompk Dikir Barat. Tugasnya ialah berpantun dan bersyair, yang merupakan tugas utama. Pantun-pantun dan syair itu didendangkan dengan cara spontan menurut keinginannya. Dengan demikian, pemikiran atau isi-isi pantun atau puisi itu, bahasa dan persoalan yang dikemukakan tanpa dipikirkan lagi.

b. Juara

Juara merupakan orang kedua yang penting dalam kelompok Dikir Barat. Tugasnya ialah berdikir sebelum Tukang Karut mengarut (bercerita). Hanya, Juara juga terpaksa mengarut ketika Tukang Karut belum hadir di atas tepat pertunjukan, (biasanya di awal permainan), namun tidak begitu lama. Juara berdikir sambil duduk di sepanjang permainan. Sedangkan Tukang Karut mendendangkan karutnya dalam keadaan berdiri.

c. Awak-awak

Awak-awak ialah kumpulan orang berdikir dalam satu-satu permainan Dikir Barat. Kebiasaannya awak-awak ini terdiri daripada muda mudi belasan tahun. Pada praktiknya orang dewasalah yang lebih ramai menjadi awak-awak. Gelaran awak-awak ini mengambil sempena dari nama kumpulan nelayan yang turun ke laut dalam sebuah perahu di bawah jaggan seorang ketua yang dipanggil "Keragan" jadi keaddda ini disesuaikan dengan pelakon awak-awak dalam permainan Dikir Barat yang di bawah jagaan ketua mereka, Juara.


(
Diolah dari berbagai sumber)

Kredit foto : www.kuala_krai.idesa.net.my

Dibaca : 46.266 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password