Sabtu, 19 April 2014   |   Ahad, 18 Jum. Akhir 1435 H
Pengunjung Online : 1.241
Hari ini : 11.923
Kemarin : 23.836
Minggu kemarin : 148.067
Bulan kemarin : 2.006.207
Anda pengunjung ke 96.609.293
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Bangunan Melayu

Bangunan Melayu merupakan salah satu wujud material kebudayaan Melayu. Ia selalu berkembang dari masa ke masa yang dapat dilihat pada perubahan fisik bangunan, dari sederhana ke kompleks yang didasarkan pada perkembangan ilmu seni bina Melayu. Secara historis, seni bina Melayu berkembang secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan fungsinya pada waktu itu. Tahapan tersebut diawali dari rumah di goa-goa batu; rumah pohon; rumah panggung; rumah panggung dari bata; rumah papan beratap seng; rumah panggung yang berserambi (teras) dengan ruang-ruang yang terpisah; hingga rumah panggung bertingkat. Tahapan-tahapan itu bercirikan antara lain: (1) berpanggung, (2) bertangga, (3) beratap tropis, (4) tiang/pilar yang menonjol, (5) berornamen dan berhias secara detail, dan (6) memiliki ruang-ruang (spasial) tertentu. Perkembangan ini, akhirnya melahirkan disiplin ilmu yang dikenal dengan Seni Bina Melayu Tradisional dan Kontemporer. Seni bina Melayu ini, baik tradisional maupun kontemporer, mengandung nilai-nilai simbolis dan makna filosofis yang diwujudkan pada ukiran dengan menggunakan motif flora, fauna, atau kaligrafi.

Apabila dilihat dari fungsinya, bangunan Melayu tradisional dapat dikelompokkan menjadi lima: Rumah Tempat Tinggal, Rumah Adat, Balai Pertemuan, Tempat Ibadah, dan Tempat Penyimpanan. Jika bangunan Melayu tradisional dapat dikelompokkan seperti di atas, maka bangunan Melayu kontemporer tidak demikian adanya, karena sudah bersifat multifungsi dan telah mengalami akulturasi budaya seperti stilisasi pada bagian-bagian tertentu. Oleh karena itu, rumah kediaman boleh saja berfungsi sebagai rumah pertemuan, rumah balai, perpustakaan, tempat penelitian atau tempat pengembangan ilmu pengetahuan. Portal ini menjelaskan segala permasalahan mengenai bangunan Melayu, baik tradisional maupun kontemporer, berikut nilai-nilai filosofisnya dalam kerangka Seni Bina Melayu sebagai acuannya.

  1. Bangunan Melayu di Indonesia. (20)
  2. Bangunan Melayu di Malaysia.
Dibaca : 27.971 kali.

Berikan komentar anda :

Silakan Login Untuk Komentar

Silakan Login atau Mendaftar terlebih dahulu jika anda belum menjadi anggota.

 Kolom untuk yang sudah menjadi member
Email
Password