|
Adalah momen lebaran Idul Fitri di Cape Town. Para laki-laki diberi tanggung jawab membuat kare dan briyanis karena dianggap lebih “kuat” memasak untuk sekian banyak orang dan diduga hasilnya lebih sedap. Makanan ini biasa dinikmati bersama-sama saat Labarang oleh warga Muslim sekitar 1000 orang atau bahkan lebih. Sehari sesudah Labarang, ada kebiasaan unik lain dimana warga mengantar biskuit ala Cape Town yang beraroma kayu manis, pala dan jahe untuk tetangga, keluarga dan kerabat yang non-Muslim. Uniknya lagi, biskuit-biskuit bernama saboeratjies, karamonk scraps dan hertzoggies tersebut memiliki cerita masing-masing dibalik penamaannya. |