|
Adalah bagian dari ritual adat Melayu pesisir, dengan cara memotong rambut bayi, dimaksudkan untuk mengiringi perubahan fase hidup manusia, mulai saat dia lahir, anak-anak, dewasa, menikah, hingga meninggal. Upacara cukuran yang biasa dilakukan oleh masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi ini juga bertujuan untuk memberi nama Islam kepada sang Bayi. Dalam ritual tersebut, ibu dan nenek serta sejumlah wanita membuai si kecil yang diletakkan dalam ayunan. Tiang ayunan itu disiapkan khusus dengan tinggi lima meter, dibungkus dengan kain berwarna merah berselang seling hijau, dan dikelilingi rangkaian bunga. Makanan khas yang disiapkan adalah gunungan hasil bumi, nasi kuning, tepung tawar, kelapa muda, air dan telur. Kalung emas dan barang-barang terbuat dari emas lainnya juga dipersiapkan. Masing-masing makanan memiliki makna, kelapa muda misalnya, dimaksudkan menjadi penangkal roh jahat dan air menjadi penyegar bagi kehidupan si anak. Sedangkan emas merupakan doa bagi si anak supaya hidup sejahtera di kemudian hari. Buaian ayunan dari sang ibu diiringi lagu-lagu yang sarat harapan, mengharapkan bahwa si anak kelak tumbuh menjadi sosok dewasa yang berakal budi, patuh kepada orangtua, dan melaksanakan nilai-nilai kehidupan sesuai dengan ajaran agama. Namun, ritual yang lengkap dengan hiburan ini telah puluhan tahun dilupakan. |