|
Merupakan ritual upacara adat seperti layaknya Erau di Kota Raja Tenggarong. Ritual ini sebagai wujud rasa syukur warga nelayan Muara Badak, kecamatan Ulu, Kutai Kertanegara, kepada Allah SWT. Upacara adat ini juga sebagai sarana memohon doa agar Muara Badak terhindar dari berbagai bencana. Dalam upacara ini, Sanro Kampung atau juru kunci alias pawang, membacakan doa dan di hadapannya terdapat baki atau nampan berisi sepiring ketan 4 warna. Masing-masing ketan putih, hitam, merah dan kuning, berbentuk tumpeng dan di atasnya terdapat sebutir telur ayam. Selain ketan empat warna, juga terdapat seekor ayam kampung bakar dan segelas air putih serta sesisir pisang kepok di atas baki. Selain untuk media berdoa, upacara ini juga sebagai sarana untuk bersilaturrahmi, sekaligus menghidupkan dan menjaga budaya kaum nelayan yang mayoritas warga Bugis di Muara Badak. (WL/ensi/61/7-07) |